LSI Deny JA: Ambang Batas Parlemen Perlu Naik Jadi 7%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

LSI Deny JA: Ambang Batas Parlemen Perlu Naik Jadi 7%

Kamis, 11 Juni 2020 | 19:24 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfarabi mengemukakan, syarat minimal ambang batas masuk parlemen atau parliamentary threshold harus dinaikkan dari 4 persen menjadi 7 persen.

Baca Juga: Demokrat Ingin Ambang Batas Parlemen Tetap 4%

Menurut Adjie, hal tersebut untuk membentuk pemerintahan presidensil yang kuat. Dukungan yang stabil dari parlemen membuat pemerintahan presidensil lebih efektif dalam menjalankan pemerintahan.

"Salah satu upaya untuk itu adalah menata kembali sistem pemilu agar menghasilkan partai politik yang minimal namun kuat di parlemen. Idealnya parlemen Indonesia hanya diisi oleh 4 hingga 6 partai politik saja," kata Adjie Alfarabi di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Adjie melihat partai politik (Parpol) yang begitu banyak di Indonesia tidak memberikan varian platform atau program yang berbeda bagi publik. Hampir semua partai memiliki varian atau platform yang sama. Adapun yang berbeda hanyalah nama partai.

Baca Juga: Ambang Batas Parlemen 7% Sebabkan Banyak Suara Sah Terbuang

"Pemilu berikutnya jika naik 7 persen sudah merupakan angka psikologis dan kompromi yang baik untuk semua partai politik. Kemudian, pemilu berikutnya bisa naik lagi ke 9 persen hingga 10 persen. Ini adalah pilihan gradual membenahi sistem pemilu dan pemerintahan, sekaligus berlaku nasional," jelas Adjie.

Sementara itu, peneliti Formappi, Lusius Karus mengemukakan, parliamentary threshold mestinya tetap saja pada angka 4 persen seperti sekarang. Hal itu karena hasilnya sudah cukup menjawab keinginan memperkuat sistem presidensial yang menginginkan kekuatan pendukung pemerintah menjadi mayoritas di parlemen.

"Adapun yang perlu dipikirkan tentu saja bagaimana memastikan parlemen tetap kuat dan independen di tengah dominasi koalisi pendukung pemerintah. Kehadiran parliamentary threshold belum menyentuh persoalan ini. Masih sebatas bicara soal perolehan kursi di parlemen saja," kata Lusius.

Baca Juga: PAN Minta Ambang Batas Parlemen Naik Bertahap

Lusius menilai, ketika urusan parliamentary threshold hanya demi urusan kursi semata, maka diubah seperti apapun, parlemen tidak akan memberikan efek pada sisi penguatan demokrasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu ikut pusing memikirkan berapa ambang batas yang ideal, baik untuk parlemen maupun presidensial.

"Angka-angka itu hanya bagian dari strategi parpol meraih kemenangan, bukan untuk memperkuat sistem presidensial dan demokrasi umumnya. Perbaikan jangan hanya terbatas pada teknis prosedural pemilu seperti kenaikan ambang batas. Namun, yang lebih penting bagaimana memastikan kualitas hasil Pemilu dengan mendorong parpol untuk berbenah serius untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan nasional," tegas Lusius.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU Usulkan Tambahan Anggaran Pilkada Rp 4,7 Triliun

KPU membutuhkan pencairan anggaran Pilkada dalam tiga tahap.

POLITIK | 11 Juni 2020

Ambang Batas Parlemen 7% Dinilai Sebabkan Banyak Suara Sah Terbuang

Parliamentary threshold yang terlalu tinggi akan berdampak terhadap banyaknya suara sah menjadi terbuang.

POLITIK | 11 Juni 2020

Komisi II Minta Pengadaan APD Tak Dibebankan ke KPU

Komisi II DPR tidak menginginkan KPU menjadi terbebani untuk menyediakan APD.

POLITIK | 11 Juni 2020

KPU Diharapkan Pantau Risiko Penularan Covid-19 di Daerah

Terdapat 40 daerah yang masuk kategori risiko tinggi penularan Covid-19.

POLITIK | 11 Juni 2020

Kebutuhan Anggaran Pilkada Medan Bertambah Rp 40 Miliar

Penambahan anggaran dialokasikan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD).

POLITIK | 11 Juni 2020

PAN Dukung Luhut-Rizal Ramli Debat Terbuka soal Utang Negara

Wakil Ketua Fraksi PAN menyatakan pihaknya mendukung jika Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan ekonom Rizal Ramli melakukan debat terbuka.

POLITIK | 11 Juni 2020

Presidential Threshold 0% Berpotensi Munculkan Paslon Dagelan

Fraksi Nasdem mengusulkan presidential threshold sebesar 15 persen suara partai atau koalisi yang lolos DPR.

POLITIK | 11 Juni 2020

Pilkada Bisa Ditunda Apabila Syarat dari KPU Tak Terpenuhi

Pilkada serentak 2020 bisa ditunda jika syarat diajukan oleh KPU tidak bisa dipenuhi.

POLITIK | 11 Juni 2020

PKB Ingin Angka Presidential Threshold 10%

PKB mengusulkan penurunan presidential threshold sebesar 10 persen untuk menghindari polarisasi dukungan terhadap paslon.

POLITIK | 11 Juni 2020

KPU Terapkan Standar Protokol Kesehatan di Setiap Tahapan Pilkada

Tahapan awal pelaksanaan Pilkada akan dimulai pada 15 Juni 2020 mendatang dengan kembali mengaktifkan petugas pelaksana di seluruh daerah.

POLITIK | 11 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS