MPR Minta Pemerintah Pastikan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

MPR Minta Pemerintah Pastikan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 12 Juni 2020 | 16:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta agar Pemerintah benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional, jika memang hendak tetap dibuka walau belakangan muncul sejumlah kasus corona.

Hal itu disampaikan Bamsoet, sapaan akrabnya, setelah Kementerian Perdagangan menyatakan kegiatan perdagangan, termasuk di pasar tradisional harus tetap dibuka, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Hal tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pasar tradisional merupakan salah satu penggerak roda perekonomian.

Bagi Bamsoet, keputusan demikian adalah sah-sah saja. Namun harus tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin. Hal ini sekaligus momentum bagi Pemerintah mempercepat masyarakat beradaptasi memasuki tatanan kehidupan normal atau new normal.

"Kami mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dalam pembukaan kembali aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional dilakukan secara bertahap, dengan didasari pada data zona-zona persebaran Covid-19," kata Bamsoet, Jumat (12/6/2020).

"Syarat pembukaan juga disertai mewajibkan baik pedagang maupun pembeli harus menggunakan masker," tambahnya.

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga sebaiknya terlebih dahulu melakukan rapid test dan PCR test kepada para pedagang di setiap pasar tradisional. Khususnya di pasar yang sebelumnya terdapat kasus positif Covid-19 dengan tujuan memastikan para pedagang terbebas dari Covid-19.

Selain itu, aparat penegak hukum/keamanan sebaiknya melakukan peninjauan dan pengawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di setiap pasar tradisional yang akan dibuka pada 15 Juni mendatang. "Ini sebagai upaya dalam mengecek kesiapan pengelola pasar dalam beraktivitas di masa transisi menuju new normal," katanya.

Pariwisata

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang merumuskan dan menyusun protokol kesehatan Covid-19 untuk industri pariwisata. Bamsoet mengharapkan agar pelaku industri tersebut juga dilibatkan dalam penyusunannya.

Dia juga mendorong Kemparekraf agar dapat melakukan remodelling atau penyesuaian tata cara berwisata baru. Sehingga wisata di Indonesia dapat tetap bisa berkembang dan bertahan meskipun saat ini masih pandemi covid-19.

"Untuk menghilangkan rasa takut di masyarakat untuk berwisata secara bebas seperti dahulu, perlu dilakukan inovasi seperti perubahan alur wisata, seperti staycation," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com