Mayoritas Parpol Keberatan Presidential Threshold Nol Persen

Mayoritas Parpol Keberatan Presidential Threshold  Nol Persen
Ilustrasi parpol peserta pemilu. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FER Minggu, 14 Juni 2020 | 18:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mayoritas partai politik (Parpol) menolak angka ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (Pres-T) nol persen. Sebab, membuka peluang parpol baru mengajukan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.

Baca Juga: Presidential Threshold Dinilai Batasi Capres Berkualitas

"Kenapa mayoritas partai keberatan Pres-T nol persen, karena akan ada parpol yang baru dibentuk, sudah bisa ajukan paslon. Hasil kerja beberapa tahun ini menjadi tidak dinilai," kata Anggota Komisi II DPR, Wahyu Sanjaya dalam diskusi daring, Minggu (14/6/2020).

Menurut Wahyu sejauh ini usulan angka presidential threshold mencuat yaitu tetap 20 persen kursi DPR dan 25 persen suara sah nasional, 10 persen kursi DPR, dan 4 persen atau sama dengan ambang batas parlemen.

Baca Juga: PKB Ingin Angka Presidential Threshold 10%

"Banyak yang tidak setuju dengan nol persen. Jadi minimal parpol yang lolos ke DPR bisa ajukan paslon. Kalau kita bicara itu idealnya 4 persen. Tetapi kita kan harus mendengar keinginan rakyat yang dinamis," ucap Wahyu.

Wahyu menuturkan, angka presidential threshold yang tinggi akan membuat jumlah paslon dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) menjadi sedikit. "Berdampak terhadap sedikitnya jumlah paslon. Memang kalau kita ingin ada kontestasi semarak, harus diikuti banyak kontestan," demikian Wahyu.

Baca Juga: Demokrat Usul Presidential Threshold Dihapus

Di sisi lain, Wahyu berharap revisi Undang-undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu dilakukan secara terbatas. "Kalau setiap pemilu, UU direvisi terus, maka bisa jadi parpol yang susah, dan masyarakat yang dulu terbiasa, akhirnya menjadi tidak terbiasa," kata Wahyu.



Sumber: BeritaSatu.com