Kemsos Bagikan 2.000 Paket Bansos di Jakarta, Depok dan Tangerang

Kemsos Bagikan 2.000 Paket Bansos di Jakarta, Depok dan Tangerang
Kementerian Sosial membagikan bansos Covid-19 Presiden di Jakarta dan sekitarnya, Kamis (18/6/2020). (Foto: Kementerian Sosial)
Carlos Roy Fajarta / FMB Kamis, 18 Juni 2020 | 11:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos), melalui Forum Pemuda Betawi, memberikan 2.000 paket Bansos Sembako Presiden bagi masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19) di 5 Wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.

Pada Kamis (18/6/2020), sebanyak 200 paket disalurkan oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Erwin TPL Tobing kepada warga yang berasal dari 13 RT di RW 03 Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Warga RW 03 Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit mayoritas bekerja sebagai pedagang harian, tukang sablon plastik dan pegawai swasta namun beberapa ada yang terkena PHK. Warga tersebut belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta.

“Kemensos siap mendukung aksi-aksi sosial seperti ini yang diperuntukan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Banyak masyarakat yang tidak bekerja, atau yang bekerja terkena PHK, kehadiran saya disini untuk menyatakan komitmen ini, semoga kehadiran kami dapat terjalin silaturahmi terus," ujar Juliari dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com.

Mensos juga berkunjung ke rumah yang pertama yaitu Ibu Tasem (52), ibu empat orang anak ini sehari-hari berjualan nasi uduk di depan rumahnya dan berjualan sembako, selama ada Covid-19 ini penghasilannya berkurang jika dibandingkan sebelum Covid.

"Dengan adanya bantuan ini bisa untuk keperluan sehari hari, ibu sangat senang dapat bantuan Presiden ini, Terima kasih bapak Presiden dan Bapak Menteri," kata Tasem.

Mensos pun melanjutkan kunjungannya bertemu dengan Franky Maulana (19) yang ibunya berjualan makanan di sekolahan. Namun karena sekolah ditutup sementara, Franky pun memutuskan membantu ibunya di rumah.

"Saya sangat senang dan berterima kasih, bantuannya nanti untuk makan sehari-hari," tutur Franky.



Sumber: BeritaSatu.com