KPU Terima 456. 256 Nama Pemilih Pemula DP4 di Pilkada 2020

KPU Terima 456. 256 Nama Pemilih Pemula DP4 di Pilkada 2020
Mendagri Tito Karnavian ketika Rapat Kerja dengan Komite I DPD, Rabu (10/6/2020). (Foto: Istimewa)
Robert Wardy / WM Kamis, 18 Juni 2020 | 13:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) tambahan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). DP4 tambahan itu merupakan data pemilih pemula sejumlah 456.256 pemilih yang pada tanggal 9 Desember 2020 nanti sudah berusia 17 tahun.

Tito sendiri tidak hadir dalam pemberian DP4 tambahan tersebut karena sedang kunjungan kerja dengan Menko Polhukam Mahfud MD ke wilayah perbatasan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tito bersama Mahfud mewakili presiden dalam kunjungan tersebut.

Tito mengutus Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdagri, Muhammad Hudori untuk menyerahkan DP4. Namun melalui video, Tito memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Tito mengemukakan, DP4 tambahan pemilih pemula diserahkan sebagai konsekuensi mundurnya pelaksanaan Pilkada dari 23 September menjadi 9 Desember. Dalam rentang waktu tiga bulan tersebut, ada tambahan-tambahan pemilih potensial yang harus mengikuti Pemilu.

“Data-data ini yang akan kami berikan melengkapi data yang sebelumnya sudah diberikan. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dalam rangka untuk melakukan validasi daftar pemilih sampai ke pemilih tetap nanti,” kata Tito.

 

Jaga Kerahasiaan

Mantan Kapolri ini meminta KPU dan pihak terkait agar menjaga kerahasiaan data pemilih. Alasannya, data tersebut adalah data pribadi yang tidak boleh disebarluaskan. Data pribadi dijamin kerahasiaannya oleh konstitusi.

“Mari kita jaga kerahasiaan sistem keamanan karena data ini menyangkut hak privasi yang kita harus jaga. Kita gunakan mengikuti aturan hukum sesuai prinsip demokrasi untuk menjaga hak privasi warga negara,” tegas Tito.

Dirjen Dukcapil Kemdagri, Zudan Arif Fakrulloh, yang hadir pada penyerahan DP4 itu, menyatakan, Kemdagri telah menyerahkan DP4 ke KPU pada 23 Januari 2020 lalu. Penyerahan DP4 ini berkaitan dengan penyelenggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di 270 daerah.

Dengan bergesernya pelaksanaan pemungutan suara menjadi 9 Desember 2020, Kemdagri kembali menyerahkan daftar pemilih pemula dalam DP4 sebagai data tambahan untuk disusun oleh KPU menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Semula sudah diserahkan semula berjumlah 105.396.460 jiwa. Dengan adanya penambahan DP4 pemilih pemula sejumlah 456.256 jiwa maka total DP4 yang telah diserahkan menjadi 105.852.716 jiwa,” jelas Zudan.

Sebagaimana diketahui, pada akhir Mei 2020 lalu, beredar informasi ada sekitra 2,3 juta data warga negara Indonesia bocor di internet. Informasi itu dilaporkan Under the Breach, sebuah akun Twitter yang memantau aktivitas hacker dan kebocoran data pribadi. Data tersebut merupakan data daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu 2014 lalu. Hacker mengklaim mendapat data tersebut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam format PDF.

Data pribadi yang bocor mencakup nama, jenis kelamin, alamat, nomor KTP, tempat tanggal lahir, usia, status lajang atau menikah. Peretas mengklaim juga punya informasi nomor Kartu Keluarga.

Hacker mem-posting data pribadi warga Indonesia di Raid Forums, sebuah forum komunitas hacker untuk saling berbagi informasi data pribadi. Hacker itu menggunakan username Arlinst.

KPU sendiri telah membantah ada kebocoran data sebagaimana yang beredar tersebut. KPU mengklaim Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilih pada Pemilu 2014 lalu dalam keadaan aman dan masih terjaga kerahasiaannya.

"Kondisi softfile DPT Pemilu 2014 di KPU aman. Tidak kena hack atau bocor atau diretas," kata Komisioner KPU Viryan Azis melalui akun twitter @viryanazis pada Jumat (22/5/2020).



Sumber: BeritaSatu.com