RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Indonesia

RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Indonesia
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: Antara)
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 18 Juni 2020 | 17:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino menilai, Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja akan memberikan dampak dan implikasi yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Obesitas Regulasi Dinilai Menghambat Laju Investasi

Menurut Leo, RUU Cipta Kerja bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.

"Di satu sisi kemudahan untuk perizinan dan investasi itu disediakan oleh RUU Cipta Kerja ini. Di sisi yang lain RUU ini juga menyediakan kesempatan karena nanti mudah untuk membuat usaha, mudah untuk membuat pabrik, mudah untuk mendirikan perusahaan maka tentunya akan berimplikasi pada penarikan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat. Jadi antara kemudahan berinvestasi dengan ketenagakerjaan ini sebetulnya ada kaitan," ujar Leo dalam webinar Jaringan Bonus Demografi bertajuk 'Solusi Pengangguran di Era New Normal' di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga: Pengesahan RUU Cipta Kerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Riset Indonesian Politics Research and Consulting ini menjelaskan, jika melihat proses pembentukan RUU Cipta Kerja, maka tujuan dari RUU ini adalah untuk menderegulasi kebijakan-kebijakan yang menghambat masuknya investasi di Indonesia.

"RUU ini disampaikan ketika Pak Jokowi menyampaikan pandangannya saat diangkat menjadi Presiden untuk kedua kalinya. Dalam pembacaan naskah itu dikatakan, beliau akan melakukan deregulasi dari sisi usaha supaya perekonomian Indonesia menjadi salah satu dari empat kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030-2035. Nah kalau itu yang mau dicapai, maka yang harus dilakukan adalah deregulasi kebijakan. Nah mulai dari mana? Karena ini bicara mengenai perekonomian ya harus dari deregulasi izin usaha," jelas Leo.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Jadi Momentum Penataan Regulasi

Leo menambahkan, masyarakat akan merasakan manfaat dari RUU Cipta Kerja ini dalam jangka panjang. Namun, menurut Leo, masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui prosesnya.

"Hitungannya juga bukan satu dua minggu. Hitungannya bulan bahkan mungkin tahunan. Artinya apa, dalam jangka pendek RUU ini belum berdampak apa-apa, tapi dalam jangka menengah dan jangka panjang ya saya kira akan memberikan dampak, efek, dan implikasi yang positif," tandas Leo.



Sumber: BeritaSatu.com