Mendagri: Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Akan Jadi Isu Pilkada 2020

Mendagri: Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Akan Jadi Isu Pilkada 2020
Mendagri Tito Karnavian ketika Rapat Kerja dengan Komite I DPD, Rabu (10/6/2020). (Foto: Istimewa)
Robertus Wardi / FMB Jumat, 19 Juni 2020 | 20:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berkeyakinan masalah suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) tidak terlalu diangkat oleh bakal calon peserta Pilkada serentak 2020. Para peserta akan lebih fokus mengangkat isu penanganan Covid-19 dan dampaknya seperti pemulihan dampak ekonomi dalam kampanye.

"Adu gagasan dalam bidang ini lebih strategis daripada soal SARA mengingat pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dilaksankan di tengah pandemi. Kecilkan masalah SARA. Kita angkat isu yang lebih penting, yaitu masalah kesehatan dan ekonomi,” kata Tito di Jakarta, Jumat (19/06/2020).

Ia menilai isu penanganan Covid-19 akan menunjukkan kemampuan kepemimpinan calon kepala daerah dalam menghadapi situasi krisis, dibandingkan mengangkat isu-isu primordial dan keagamaan. Isu penanganan Covid-19 menjadi modal mengkapitalisasi diri dari calon petahana atau incumbent karena masyarakat akan menilai sukses dan tidak petahana memimpin adalah dari caranya mengatasi Covid 19.

"Ini akan menjadi pertaruhan yang baik saya kira. Belum tentu petahana akan diuntungkan dalam situasi sekarang seperti pembagian Bansos. Ini bisa jadi justru akan jadi amunisi bagi kontestan lawan untuk menaikkan isunya,” ujar Tito yang mantan Kapolri.

Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Politik & PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Bahtiar mengemukakan di tengah krisis seperti sekarang ini, masyarakat membutuhkan pemimpin yang memiliki legitimasi yang dapat memberikan gagasan terbaik menghadapi krisis pandemi Covid-19. Dia yakin calon pasangan yang biasanya mengkapitalisasi isu SARA demi mendulang suara akan hilang

"Yang dicari yang bisa memberikan solusi, bukan soal Sara,” kata Bachtiar dalam webinar bertema "Mengupayakan Pilkada Serentak Berkualitas di Tengah Pandemi di Jakarta," Jumat sore.

Menurutnya, Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan di tengah pandemi ini akan menjadi peluang meminimalisir potensi konflik Sara. Hal itu karena musuh yang dihadapi saat ini adalah Covid-19.

"Jika para calon pemimpin beradu gagasan dan inovasi yang baik untuk daerahnya, justru hal tersebut sehat untuk demokrasi Indonesia,” ujar Bahtiar yang juga Kepala Pusat Penerangan Kemendagri. 



Sumber: BeritaSatu.com