MK Gerindra Belum Putuskan Nasib Arief Poyuono

MK Gerindra Belum Putuskan Nasib Arief Poyuono
Arief Poyuono
Yeremia Sukoyo / RSAT Selasa, 23 Juni 2020 | 15:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (MK DPP) Partai Gerindra, menggelar sidang terkait pernyataan Arief Poyuono yang menyebutkan isu kebangkitan PKI adalah isu bohong yang dimainkan para kadrun. Sidang tetap digelar meskipun Arief tidak hadir.

"Sidang Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra perkara Arief Poyuono sudah digelar. Arief Poyuono selaku Teradu tidak hadir baik secara fisik maupun virtual," kata Ketua Bidang Advokasi yang juga anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Juru Bicara Partai Gerindra itu menjelaskan, Majelis tetap memutuskan untuk tetap melanjutkan agenda persidangan walaupun teradu, dalam hal ini Arief Poyuono tidak hadir.

"Setelah mendengar penjelasan poin-poin pengaduan, sebagian Majelis Kehormatan telah memberikan pendalaman," ujarnya.

Setelah melalui persidangan awal akhirnya diputuskan untuk melanjutkan sidang tersebut pada minggu depan. Sidang lanjutan dilakukan setelah Majelis melakukan pendalaman.

"Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda lanjutan pendalaman oleh anggota majelis dan mendengar keterangan saksi-saksi," ucapnya.

Saat ini, Arief masih memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan Partai Gerindra. Sejak perhelatan Pilpres 2019, Arief sendiri memang cukup vokal, namun pernyataannya kerap berseberangan dengan petinggi Gerindra lainnya.

Arief Poyuono menyebut isu kebangkitan PKI adalah isu bohong yang dimainkan para kadrun. Istilah kadrun sendiri sering muncul di media sosial (Medsos) yang berarti kadal gurun, yang mengacu pada kelompok yang kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

Hal itu dikatakan Arief Poyuono dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube. Poyuono ditanyai soal pandangannya mengenai isu kebangkitan PKI.

"Nggak ada, cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI," kata Arief.



Sumber: BeritaSatu.com