Ada Wacana Plkada Serentak 2022 dan 2023 Digabung ke 2027

Ada Wacana Plkada Serentak 2022 dan 2023 Digabung ke 2027
Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: SP/Muhammad Reza)
Markus Junianto Sihaloho / WBP Selasa, 23 Juni 2020 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengakui sejumlah anggota dewan sedang mendiskusikan dan mewacanakan kemungkinan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 berbarengan dengan Pemilu 2024, diundur menjadi tahun 2027.

"Itu kemungkian ada rencana normalisasi, ini baru wacana ya normalisasi pilkada. Itu baru wacana ya, wacana yang berkembang dibicarakan," kata Saan, menjawab wartawan, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Tahapan Pilkada Siap Dimulai, KPU Minta Kepastian Anggaran

Ide itu dipicu pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang akan dilaksanakan pada Desember 2020, di tengah situasi tak normal akibat pandemi Covid-19. Pilkada serentak berikutnya, sesuai perencanaan di Undang-Undang (UU), akan dilaksanakan pada 2022 dan 2023. Idenya, Pilkada yang 2022 dan 2023 dimundurkan menjadi serentak pada 2027. "Pileg dan Pilpres 2024 takkan terganggu sama sekali," kata Saan.

Dengan demikian, idenya bukan menyerentakkan pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada pada 2024.

Menurut dia, ide itu akan dibahas dalam revisi UU Pemilu yang akan dilakukan DPR dan pemerintah. Saat ini, yang dilaksanakan adalah proses penyusunan draf yang rencananya diwujudkan lewat panitia kerja. "Jadi kita selesaikan RUU Pemilu ini, mudah-mudahan di tahun ini bisa selesai, paling telat awal 2021. Jadi masa sidang ini kita serahkan ke Badan Legislasi," kata Saan.



Sumber: BeritaSatu.com