Polemik RUU HIP, SBY Ingatkan Bahaya Perpecahan

Polemik RUU HIP, SBY Ingatkan Bahaya Perpecahan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melambaikan tangan seusai menyampaikan pidato pada Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Dalam pidatonya SBY menegaskan komitmen untuk mendukung pemerintah agar sukses dalam menjalankan tugasnya meskipun Partai Demokrat berada di luar pemerintahan. (Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto)
Carlos KY Paath / WM Rabu, 24 Juni 2020 | 23:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan potensi perpecahan di masyarakat. Hal itu terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Saya mengikuti hiruk pikuk sosial dan politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila. Saya juga sudah membaca dan mengkaji RUU tersebut. Tentu ada pendapat dan tanggapan saya, namun lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas," demikian SBY melalui akun Twitternya, beberapa waktu lalu.

Menurut SBY, pembahasan RUU HIP harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab RUU HIP berkaitan dengan Pancasila sebagai ideologi negara. SBY menyatakan apabila keliru dalam penetapan nantinya, maka akan berakibat fatal bagi semua pihak.

"Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi dan dasar negara Pancasila, apalagi jika menyentuh pula kerangka dan sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar," ucap SBY.

SBY tidak menginginkan rakyat dibuat susah lagi, karena pembahasan RUU tersebut yang tidak pada tempatnya.

"Memposisikan ideologi harus tepat dan benar. Ingat, proses "nation building" dan "consensus making" yang kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada "ideological clash" dan perpecahan bangsa yang baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat," tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com