Kempan RB Dukung Penguatan Lembaga-lembaga Strategis

Kempan RB Dukung Penguatan Lembaga-lembaga Strategis
Tjahjo Kumolo. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Carlos KY Paath / FMB Sabtu, 27 Juni 2020 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB) mendukung penguatan lembaga-lembaga strategis. Penguatan itu diharapkan dapat bermanfaat untuk kepentingan bangsa.

"Kami jajaran Kempan RB akan terus membantu penguatan dan pengembangan lembaga-lembaga strategis untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, Sabtu (27/6/2020).

Tjahjo menuturkan setiap ada bencana sejak dulu, termasuk pandemi Covid-19 sekarang, masing-masing kementerian/lembaga bahu membahu. Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang selalu menekankan pentingnya sinergitas.

Tjahjo menuturkan institusi TNI dan Polri bersama elemen masyarakat turun membantu korban bencana. Penguatan TNI dan Polri, lanjut Tjahjo, menjadi suatu kebutuhan agar dapat lebih maksimal dalam menjalankan perannya.

"Lembaga seperti TNI dan Polri yang memiliki struktur sampai ke tingkat desa dengan adanya Babinsa dan Babinkamtibmas dinilai sangat berperan di masa pandemi Covid-19 ini", kata Tjahjo.

Di sisi lain, Tjahjo menyatakan, struktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPP) yang pimpinannya dijabat perwira tinggi TNI, berdampak positif terhadap kecepatan bergerak ketika terjadi bencana.

"Kepala BNPB kan dari TNI, karena punya struktur yang bisa digerakkan secara komando. Soal ke depan akan diisi (tetap) diisi perwira tinggi aktif atau purnawirawan, kita lihat undang-undangnya," ucap Tjahjo.

Selama pandemi Covid-19, menurut Tjahjo, peran vital Badan Intelijen Negara (BIN) juga terlihat. Misalnya dalam penyediaan alat rapid test dan PCR Covid-19, alat digital rontgen, masker, ventilator, serta alat pelindung diri lainnya.

BIN juga menyediakan kendaraan laboratorium pemeriksaan swab untuk sejumlah rumah sakit dan instansi. Tjahjo menyatakan BIN pun bekerjasama dengan Universitas Airlangga terkait riset pengembangan vaksin maupun obat-obatan bagi pasien Covid-19.

Hal ini merupakan bagian dari operasi intelijen kemanusiaan BIN. "Meskipun pandemi Covid-19 ini tidak diketahui kapan berakhir, namun BIN telah melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai arahan Bapak Presiden. Hal ini sepatutnya mendapatkan apresiasi dari kita semua. Ke depannya, penguatan kelembagaan BIN juga penting," ucap Tjahjo.

Tjahjo pun menyebut, "Saya sebagai pembantu Presiden di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, ya harus merespons cepat dan berpikir positif komprehensif integral. Perkembangan dinamika global semakin cepat dan kita juga harus cepat bertindak membangun kelembagaan dan sistem terbaru untuk melawan apapun yang mengancam bangsa dan negara."



Sumber: BeritaSatu.com