Kerja Menteri Lamban Atasi Covid-19, Jokowi Marah di Rapat Kabinet
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kerja Menteri Lamban Atasi Covid-19, Jokowi Marah di Rapat Kabinet

Minggu, 28 Juni 2020 | 19:17 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Lambannya kinerja para menteri jajaran Kabinet Indonesia Maju dalam mengatasi pandemi Covid-19 membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya. Ia terlihat marah saat memimpin rapat kabinet paripurna yang digelar internal pada 18 Juni 2020.

Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara baru mengunggah video tersebut di akun resmi YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Dalam rapat tersebut, Jokowi mengatakan suasana tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19. Namun ia melihat belum ada pandangan yang sama dalam diri para menteri dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi yang sedang krisis. Jokowi menilai mereka belum memiliki Sense of crisis yang sama.

“Suasana dalam tiga bulan ke belakang ini dan ke depan, mestinya yang ada, adalah suasana krisis. Kita juga mestinya, juga semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab, kita yang berada di sini ini bertanggung jawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Ini tolong digaris bawahi, dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama,” kata Jokowi.

Ia meminta jajaran menterinya berhati- hati dalam menghadapi krisis ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan Organisasi Karja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi minus enam persen, bahkan bisa sampai minus 7,6 pesen. Tidak hanya itu, Bank Dunia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia bisa terkontraksi minus lima persen.

Karena itu, Jokowi tidak ingin para pimpinan kementerian dan lembaga negara bekerja biasa-biasa saja dan menganggap kondisi saat ini adalah kondisi yang normal. Apalagi ia melihat mereka masih menganggap situasi sekarang masih normal sehingga bekerja dengan ritme biasa seperti belum ada corona.

“Perasaan ini harus sama. Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal. Lha kalau saya lihat bapak, ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya,” ucap Jokowi.

Ia ingin setiap kebijakan atau keputusan yang diambil pemerintah harus berdasarkan suasana kritis. Bukan kebijakan yang biasa dan normal.

“ Jadi, tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini? Mestinya, suasana itu ada semuanya. Jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis. Manajemen krisis sudah berbeda semuanya mestinya,” tegasnya.

Kalau memang dalam mengeluarkan kebijakan atau keputusan dibutuhkan peraturan pengganti perundang-undangan (perppu) atau peraturan presiden (Perpres), ia siap menekennya.

“Kalau perlu kebijakan Perppu, ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu Perpres, ya Perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada PMK, keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita,” papar Jokowi.

“Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya disitu. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis,” tegas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Instansi Pemerintah Diimbau Lakukan Pelayanan Publik Daring

Seluruh instansi pemerintah untuk secepatnya mengadaptasi konsep dan gagasan Presiden Joko Widodo.

POLITIK | 28 Juni 2020

Doli Kurnia: DPR Siapkan 2 Opsi Sistem Pemilu

Revisi UU Pemilu ditargetkan selesai paling lambat pada 2021.

POLITIK | 28 Juni 2020

Partai Demokrat Tolak RUU HIP Diubah Jadi RUU PIP

Partai Demokrat tetap meminta RUU HIP dicabut dari Program Legislasi Nasional (prolegnas).

POLITIK | 28 Juni 2020

KPU Provinsi Bengkulu Lanjutkan Tahapan Pilkada 2020

KPU Bengkulu mulai melakukan perekrutan petugas pemutahiran data pemilih (PPDP).

POLITIK | 28 Juni 2020

Isu Komunis Terbukti Gagal Tumbangkan PDIP, Ini Kata Pengamat

Mengambil langkah hukum merupakan pilihan yang bijak untuk menghindari bentrokan yang kontraproduktif.

POLITIK | 28 Juni 2020

Ketua Bawaslu Sebut Empat Syarat Kesuksesan Pilkada 2020

Ada empat syarat utama yang harus dicapai agar pelaksanaan Pilkada 2020 bisa sukses.

POLITIK | 27 Juni 2020

Rapsel Ali Usulkan Pembentukan Tim Penilai Kinerja BUMN

Tim penilai bekerja untuk mengoreksi dan mengevaluasi kinerja, produktivitas, hingga kegagalan dalam pengelolaan BUMN.

POLITIK | 27 Juni 2020

Kempan RB Dukung Penguatan Lembaga-lembaga Strategis

"Kempan RB akan terus membantu penguatan dan pengembangan lembaga-lembaga strategis untuk kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara," kata Menteri Tjahjo K.

POLITIK | 27 Juni 2020

Perludem Gugat soal Ambang Batas karena Dinilai Tak Proporsional

Perludem melakukan gugatan uji materi ("judicial review") terhadap ketentuan ambang batas masuk parlemen atau yang biasa disebut "parliamentary threshold".

POLITIK | 26 Juni 2020

Politisi Demokrat Sebut Perumusan RUU HIP Sangat Cepat

Anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menyebut perumusan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) sangat cepat

POLITIK | 26 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS