Bawaslu: Idealnya Pilkada Ditunda Hingga Tahun Depan

Bawaslu: Idealnya Pilkada Ditunda Hingga Tahun Depan
Ketua Bawaslu Abhan (kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Robertus Wardy / YUD Senin, 29 Juni 2020 | 14:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengemukakan idealnya Pilkada serentak 2020 ditunda hingga tahun depan. Hal itu karena pandemi virus corona (Covid-19) masih menyebar yang menganggu pelaksanaan Pilkada.

“Idealnya memang ditunda tahun 2021. Sejak kemunculan Covid-19, sikap Bawaslu meminta ditunda tahun depan,” kata Abhan dalam Rapat Kerja secara virtual (online) dengan Komite I DPD di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Ia menjelaskan karena sudah diputuskan bersama antara KPU, Komisi II DPR dan Pemerintah bahwa dilanjutkan dengan pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 maka Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara menghormati keputusan tersebut. Bawaslu siap bekerja berdasarkan keputusan tersebut.

Apalagi Bawaslu juga hadir dalam penentuan kelanjutan Pilkada serentak 2020, meski dalam rapat penetapan kelanjutan Pilkada, Bawaslu sempat menyampaikan pandangannya bahwa idealnya harus ditunda tahun depan.

“Karena sudah diputuskan, kami siap melaksanakan. Sebagai bagian dari penyelenggara, keputusan itu kami hormati jalankan,” ujar Abhan.

Menurutnya, Pilkada serentak 2020 masih punya peluang untuk ditunda. Hal itu sudah dinyatakan juga dalam Perppu No 2 Tahun 2020 tentang Pilkada. Penundaan bisa dilakukan jika wabah Covid memang mengalami peningkatan yang luar biasa dan sulit dikendalikan. Namun penundaan dilakukan dengan kesepatakan tiga pihak yaitu DPR, KPU dan pemerintah.

Dia hanya menegaskan Bawaslu memiliki kewenangan untuk menunda secara parsial atas pelaksaaan Pilkada. Bawaslu bisa mengusulkan penundaan terhadap beberapa wilayah ke KPU jika memang ada kasus-kasus yang bisa menyebabkan Pilkada ditunda. Namun untuk penundaan secara nasional, Bawaslu tidak punya kewenangan.



Sumber: BeritaSatu.com