Moeldoko Ungkap Penyebab Kemarahan Jokowi

Moeldoko Ungkap Penyebab Kemarahan Jokowi
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara / Sigid Kurniawan)
Lenny Tristia Tambun / YUD Senin, 29 Juni 2020 | 17:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengungkapkan kelemahan kinerja menteri yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada 18 Juni 2020 lalu.

Apa saja kelemahan menteri yang disoroti Presiden Jokowi? Menurut Moeldoko, yang pertama adalah persoalan kesehatan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dari alokasi anggaran sebesar Rp 75 triliun yang baru terserap atau dibelanjakan baru 1,53 persen saja.

“Memang kita dalami ada persoalan yang perlu dikomunikasikan, seperti sinergi antara BPJS, pemerintah daerah (Pemda) dan Menteri Kesehatan,” kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Kedua, pesoalan pendataan para tenaga medis, karena insentif yang diberikan kepada tenaga medis harus tepat sasaran. Ketiga, persoalan regulasi yang lama diterbitkan.

“Regulasi itu bisa digunakan saat normal, tapi saat tidak normal ini harus diambil langkah perbaikan. Dan menteri sudah ambil langkah itu,” ujar Moeldoko.

Kemudian masalah pendataan penerima manfaat bantuan sosial (Bansos) yang belum tepat sasara, meski sudah ada perbaikan yang dilakukan kementerian terkait. Begitu juga dengan pemberian stimulus ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang masih ada hambatan.

“Hal-hal seperti ini akan jadi penghambat menteri bekerja. Tetapi sekali lagi persoalannya, bagaimana cara-cara baru untuk siasati, perlu dilakukan. Ini beberapa hal yang ditekankan Presiden,” terang Moeldoko.

Karena, lanjutnya, Presiden Jokowi telah mengeluarkan kebijakan makro. Yang pertama, jangan ada persoalan Covid-19 yang tidak bisa diselesaikan tuntas. Kedua, persoalan rakyat Indonesia harus bisa menjalankan kehidupan secara baik dengan ketersediaan makanan yang cukup.

“Makanya bansos diberikan, jaringan pengaman sosial jangan sampai terlambat,” tuturnya.

Ketiga, pelaku dunia usaha harus bisa menjalankan usahanya dengan baik di tengah pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada lagi perusahaan yang melakukan PHK, yang membawa dampak terjadinya pengangguran.

“Ini strategi besar. Menteri semua harus menuju kesana. Jangan pikir-pikir kemana-mana, tapi hanya bantu Presiden,” tegas Moeldoko.



Sumber: BeritaSatu.com