Tanpa Beban, Jokowi Dinilai Lebih Enteng Menata Kabinet

Tanpa Beban, Jokowi Dinilai Lebih Enteng Menata Kabinet
Ilustrasi Kabinet (Foto: Beritasatu.com)
Carlos KY Paath / FER Senin, 29 Juni 2020 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Polling Network, Wempy Hadir, menyatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semestinya tidak usah lagi melakukan kalkukasi terlalu lama untuk merombak kabinet. Menteri yang dipandang tidak berkinerja baik oleh Jokowi, perlu segera dievaluasi.

Baca Juga: Jokowi Akan Reshuffle Kabinet, Ini Respons PAN

"Menteri yang performanya tidak optimal, entah diusung parpol (partai politik) atau kalangan profesional, mestinya langsung saja diganti. Jokowi sudah tidak ada beban, harusnya lebih enteng dalam melakukan penataan kembali kabinet," kata Wempy Hadir kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Menurut Wempy, reshuffle atau perombakan kabinet hampir pasti diputuskan Jokowi dalam waktu dekat. Hal itu jika melihat dari kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju. Wempy menyatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto belum maksimal soal pengelolaan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19.

Wempy menyatakan perputaran uang di masyarakat, padahal penting untuk menjaga kondisi ekonomi agar tetap dalam kondisi yang aman dan terjaga di tengah pandemi Covid-19.

"Menteri lain juga punya peluang untuk dilakukan evaluasi. Saya yakin Jokowi sudah mengantongi nama-nama tersebut. Tinggal menunggu momentum yang tepat untuk melakukan reshuffle kabinet," ujar Wempy.

Baca Juga: Tanda-tanda Reshuffle Kabinet Kian Dekat

Oleh sebab itu, menurut Wempy, Jokowi lebih cepat lebih baik untuk melakukan reshuffle kabinet agar memberikan harapan bagi publik. "Kita tahu bahwa publik sedang menanti kerja-kerja hebat dari pemerintah agar dampak pandemi segera teratasi dengan baik dan serius," sebutnya.

Wempy menyatakan, Jokowi perlu mempertimbangkan mengangkat menteri dari kalangan profesional yang non partisan. Hal tersebut, dinilai akan lebih memudahkan pemerintah untuk bekerja tanpa dicampuri kepentingan politik.

Wempy menilai, masih banyak kader-kader terbaik bangsa ini yang mempunyai rekam jejak baik dan mau bekerja dengan keras. "Banyak yang mau pasang badan untuk kepentingan bangsa dan negara. Pada periode pertama sudah ada Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti, tapi sayang Jokowi tidak memilih mereka lagi untuk membantunya. Di tengah situasi sulit, kedua orang tersebut selalu berada pada posisi terdepan," ucap Wempy.

Wempy menyebutkan, Jonan misalnya ketika berhadapan dengan Freeport. "Dia berhasil berhadapan dengan Freeport. Jokowi butuh menteri yang berani seperti Jonan, namun semua keputusan kembali kepada tangan Jokowi sendiri. Jadi saya rasa reshuffle bukan barang haram untuk dilakukan. Setiap bisa dilakukan jika keadaan memang membutuhkan," pungkas Wempy.



Sumber: BeritaSatu.com