Ketua MPR Dorong Pemerintah Sikapi Resmi RUU HIP

Ketua MPR Dorong Pemerintah Sikapi Resmi RUU HIP
Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / CAH Sabtu, 4 Juli 2020 | 19:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Pemerintah memiliki waktu hingga 20 Juli 2020 untuk merespons RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dikirim DPR. Diapun mendorong agar Pemerintah segera merespons dengan menyampaikan pilihan sikap.

Bagi Bamsoet, panggilan akrabnya, ada berbagai respons Pemerintah yang bisa dikeluarkan. Pertama, Pemerintah bisa bersikap dalam bentuk tidak mengeluarkan surat presiden (surpres) untuk pembahasan hingga batas waktu 20 Juli. Batas waktu ini dihitung dari tanggal pengesahan RUU itu sebagai usulan DPR di rapat paripurna.

Kedua, Pemerintah bisa mengembalikan kepada DPR karena adanya penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Baca JugaPartai Demokrat Tolak RUU HIP Diubah Jadi RUU PIP

"Atau Pemerintah bisa menyusun DIM yang isinya mencoret semua materi RUU yang menjadi keberatan berbagai elemen masyarakat dan membatasinya hanya pada pengaturan eksistensi dan tugas pokok serta fungsi BPIP," kata Bamsoet, Sabtu (4/7/2020).

Selanjutnya, pemerintah dapat pula mengajukan hak inisiatif dengan RUU baru sebatas penguatan BPIP. "Misalnya seperti usul PBNU, agar tidak dipelintir-pelintir judulnya, langsung saja diajukan RUU BPIP," imbuhnya.

Baca JugaPBNU Usul Tarik RUU HIP, Diganti dengan RUU BPIP

Menurut Bamsoet, saat ini bola kasus RUU itu ada di tangan Pemerintah. Dan pemerintah punya waktu sampai 20 Juli untuk merespons.

"Semua Itu sangat tergantung pada dinamika yang ada di pemerintah dalam hal ini Presiden dalam mengkomunikasikannya dengan para pimpinan partai politik, terutama parpol pendukung pemerintah. Intinya, kita serahkan sepenuhnya pada keputusan pemerintah," bebernya.

Selanjutnya, jika pemerintah sudah mengambil keputusan, makak bola selanjutnya terserah kepada DPR. "Apakah akan langsung membahasnya bersama pemerintah atau menunggu hingga masa pandemi covid-19 ini mereda," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com