Komaruddin Hidayat Sebut Reformasi Dibajak Parpol

Komaruddin Hidayat Sebut Reformasi Dibajak Parpol
Cendekiawan Muslim dan Mantan Rektor Universitas Islam Negari (UIN) Jakarta, Prof. Komaruddin Hidayat. (Foto: BeritaSatu / Adi Prasetya)
Robertus Wardi / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 21:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cendikiawan Muslim Indonesia, Komaruddin Hidayat menilai, perjalanan reformasi 1998 hingga sekarang ini telah dibajak oleh partai politik (Parpol). Kemudian, parpol sendiri dibajak oleh oligarki partai.

Baca Juga: Agenda Reformasi Sudah Dikhianati

"Sudah 20 tahun lebih, perjalanan reformasi ini. Tapi apa yang terjadi, malah banyak menimbulkan masalah baru. Ini perlu perbaikan bersama kedepan,” kata Komaruddin dalam diskusi secara virtual dengan tema 'Desain Penegakan Hukum yang Demokratis dan Berkeadilan' di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Komaruddin menjelaskan, adanya oligarki dalam partai menyebabkan parpol tidak punya akar ke masyarakat. Artinya, Parpol tidak memiliki basis massa yang kuat yang mengejawantahkan ideologinya.

"Di sisi lain, parpol juga tidak melahirkan politisi-politisi dengan gagasan-gagasan kenegarawaan yang cemerlang. Hal itu karena keputusan partai dibajak oleh segelintir elit dalam partai," bebernya.

Baca Juga: Presiden Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi

Kondisi ini, lanjut Komaruddin, menyebabkan Indonesia tidak menjadi negara gagal, tetapi juga tidak menjadi negara maju. Desain seperti ini kelihatannya disukai oleh negara-negara luar.

"Pasalnya jika Indonesia menjadi negara gagal, akan menyulitkan banyak negara, tertutama negara tetangga. Jika Indonesia menjadi negara gagal, banyak negara tetangga akan dibanjir oleh orang Indonesia yang menjadi pekerjaan," kata Komaruddin.

Sebaliknya jika Indonesia menjadi negara maju, akan menjadi ancaman bagi negara-negara lain, terutama negara tetangga. Negara Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina dan sebagainya akan tenggelam oleh kemajuan Indonesia karena memiliki pasar yang sangat luas.

Baca Juga: Kolaborasi Membangun Kapal Besar Bernama Indonesia

"Dengan pandemi Covid-19 seperti sekarang, di mana kegagalan terjadi di semua negara maka menjadi momen bagi bangsa ini untuk koreksi diri. Bangsa ini harus membangun peradabaannya yang bisa memperbaiki kesulitan-kesulitan yang terjadi selama ini,” tutup Komarduddin.



Sumber: BeritaSatu.com