Soal Reshuffle, Jokowi Ingin Kementerian dan Lembaga Bekerja Lebih Keras Lagi

Soal Reshuffle, Jokowi Ingin Kementerian dan Lembaga Bekerja Lebih Keras Lagi
Ilustrasi Kabinet (Foto: Beritasatu.com)
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 6 Juli 2020 | 13:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno memberikan penjelasan terkait kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengancam akan melakukan reshuffle kabinet bila tidak ada kemajuan kinerja kementerian dan lembaga negara dalam penanganan virus corona atau Covid-19.

“Setelah ada Covid-19 dan melanda seluruh dunia, kita paham betul dampaknya. Bukan hanya dampak kesehatan, tetapi juga dampak ekonomi yang sangat berat,” kata Pratikno dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/7/2020).

Menurut Pratikno, sejak awal Februari 2020, Presiden Jokowi sudah fokus menangani permasalahan kesehatan akibat Covid-19 agar bisa diselesaikan dengan cepat. Selain itu, fokus permasalahan ekonomi agar bisa dimitigasi sehingga tidak berdampak signifikan pada laju pertumbuhan nasional. “Itu sudah menjadi concern beliau sejak awal,” ujar Pratikno.

Baca juga: Agung Laksono: Isu Reshuffle Diharapkan Jadi Pelecut Para Menteri

Bahkan Presiden sangat menyadari dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa semata-mata hanya menyelesaikan masalahnya saja. Tetapi justru pandemi ini bisa dijadikan sebagai momentum fundamental reform. “Beliau kadang mengatakan jangan sia-siakan krisis ini, jangan sia-siakan masalah besar ini. Masalah besar ini justru sebagai momentum,” ungkap Pratikno.

Oleh karena itu, Presiden dalam segala kesempatan terus mendorong semua institusi termasuk Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja lebih keras lagi. Meskipun pada masa transisi awal, terjadi beberapa permasalahan, seperti kantor kementerian atau lembaga negara yang sempat tidak sepenuhnya bekerja optimal. Namun Presiden menilai lembaga-lembaga pemerintahan terutama Kabinet Indonesia Maju harus bisa bekerja lebih maksimal.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekesalannya. Jokowi marah saat memimpin rapat kabinet paripurna yang digelar internal pada 18 Juni 2020. Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Negara baru mengunggah video tersebut di akun resmi youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Dalam rapat tersebut, Jokowi mengatakan suasana tiga bulan terakhir ini adalah suasana krisis akibat merebaknya pandemi virus Covid-19. Namun ia melihat belum ada pandangan yang sama dalam diri para menteri dan pimpinan lembaga pemerintahan lainnya dalam menghadapi situasi yang sedang krisis. Jokowi menilai mereka belum memiliki sense of crisis yang sama.

Jokowi mengungkapkan kemarahannya karena melihat penyerapan belanja pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masih sangat lambat. “Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan,” tegas Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com