Kabar Tak Ada Reshuffe, Pakar Nilai Menteri Sadar Kerja Lebih Keras

Kabar Tak Ada Reshuffe, Pakar Nilai Menteri Sadar Kerja Lebih Keras
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau kesiapan pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare yang terintegrasi dengan jalan tol, stasiun, pelabuhan, dengan terdapat beberapa investor diantaranya dari negara Tiongkok, China, Jepang, Korea, Taiwan, dan Amerika dengan tujuan untuk membuka lapangan pekerjaan. (Foto: ANTARA FOTO / Harviyan Perdana Putra)
Carlos KY Paath / WM Senin, 6 Juli 2020 | 19:11 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kinerja jajaran Kabinet Indonesia Maju memiliki peningkatan setelah adanya teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Informasi itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Reshuffle atau perombakan kabinet pun diyakini tidak akan dilakukan.

“Berarti ada kesadaran dari para menteri untuk bekerja lebih keras. Saya setuju dengan optimisme Pratikno soal tidak ada reshuffle. Sebagai Mensesneg, tentu Pratikno orang yang dekat dengan Bapak Presiden,” kata pakar komunikasi Emrus Sihombing kepada Beritasatu.com menanggapi kabar tidak adanya reshuffle, Senin (6/7/2020).

Menurut Emrus, Presiden memang terlihat sangat menginginkan anggota kabinet lebih produktif lagi dalam penanganan Covid-19. Sekarang ini, lanjut Emrus, paling tidak sejumlah menteri tentu telah melakukan perbaikan kinerja.

Emrus menyatakan, setiap menteri sepatutnya mempunyai rencana kerja per triwulan, semester dan tahunan. “Rencana-rencana itu disampaikan ke Bapak Presiden dan publik. Sebab secara moral dan demokrasi, menteri harus bertanggung jawab kepada rakyat,” ucap Emrus.

Emrus pun menyebut, “Para menteri harus berani mengambil keputusan atau tindakan, karena pandemi Covid-19 ini situasinya extraordinary. Jangan ragu buat terobosan sepanjang untuk kepentingan rakyat. Ini persoalan kemanusiaan.”



Sumber: BeritaSatu.com