PKB Umumkan Visi Haluan Politik Internasional

PKB Umumkan Visi Haluan Politik Internasional
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (AMI). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 7 Juli 2020 | 12:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (AMI) telah mengumumkan visi PKB tentang haluan politik internasional.

Menurut Gus AMI, ada beberapa prinsip-prinsip universal yang harus diusung sebagai haluan politik internasional Indonesia berdasarkan wawasan yang diwariskan oleh para Bapak Pendiri Bangsa.

"Pertama, memperlakukan sesama secara adil dan sederajat tanpa memandang suku atau agama, tanpa permusuhan atau kebencian dan tanpa berusaha meminggirkan," ungkap Gus AMI dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Kedua, menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat warga dari setiap bangsa, tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain.

Poin ketiga, lanjutnya, adalah menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat semua warganya, dan tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk menjadikan agama sebagai pembenaran atas tindakan melawan hukum, apalagi untuk menghasut dan/atau berpartisipasi dalam pemberontakan terhadap otoritas yang sah.

Keempat adalah memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Prinsip-prinsip universal itu adalah jawaban bagi bermacam kemelut yang melanda dunia internasional dewasa ini”, kata Gus AMI.

Adapun visi ini juga dituangkan oleh Gus AMI pada artikel berjudul The Future of Civilization: Indonesia's Contribution: It's Time to Renew the Spirit of the Non-Aligned Movement for the 21st Century (“Masa Depan Peradaban: Kontribusi Indonesia; Saatnya memperbarui semangat Gerakan Non-Blok untuk abad ke-21”).

 

Artikel ini dimuat oleh jurnal politik internasional Jurnal Strategic Review edisi 2 Juli 2020.

Tak hanya itu, Gus AMI juga menggaungkan seruan Gus Dur dalam artikel yang dimuat di Wall Street Journal tahun 2005.

“Sudah waktunya bagi semua orang yang beritikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk mengakui bahwa bahaya mengerikan mengancam umat manusia. Kita tidak dapat melanjutkan 'bisnis seperti biasa' dalam menghadapi ancaman eksistensial ini. Sebaliknya, kita harus mengesampingkan pertengkaran internasional dan partisan kita, dan bergabung bersama untuk menghadapi bahaya yang ada di depan kita," ungkapnya.

Sejak tahun 2018, PKB telah diterima sebagai anggota Centris Democrat Internasional (CDI), sebuah koalisi politik internasional beranggotakan lebih dari 150 partai politik dari berbagai negara di seluruh dunia. Kaukus CDI di Eropa, European People’s Party (EPP), memenangi pemilu terakhir dan memegang mandat pemerintahan Uni Eropa saat ini.

Sejak menjadi anggota, PKB telah berhasil menggolkan tiga resolusi yang diterima secara aklamasi oleh CDI.

Resolusi-resolusi itu diusung dalam konteks Gerakan Global Islam Untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam).

Salah satunya memuat hasil-hasil Bahtsul Masail Maudlu’iyyah dari Musyawarah Nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar pada awal 2019 alu.

“PKB bertekad untuk mengusung panji-panji kontribusi Indonesia bagi kemanusiaan dan peradaban dunia," tegas Gus AMI.



Sumber: BeritaSatu.com