Mayoritas Fraksi di DPR Ingin Angka Presidential Threshold Turun

Mayoritas Fraksi di DPR Ingin Angka Presidential Threshold Turun
Pemohon mengajukan gugatan tentang persyaratan pengajuan calon presiden dan wakil presiden ("presidential threshold"). (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 19:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Fraksi-fraksi di DPR dinilai cenderung menginginkan penurunan angka presidential threshold atau ambang batas partai politik (parpol) mengajukan calon presiden dan wakil presiden. Artinya, angka presidential threshold tidak lagi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional hasil pemilu sebelumnya.

Baca Juga: Mayoritas Parpol Keberatan Presidential Threshold Nol Persen

"Kami di PPP (Partai Persatuan Pembangunan) ingin presidential threshold diturunkan antara 10 persen hingga 15 persen. Saya melihat kecenderungan fraksi-fraksi seperti itu,” kata Wakil Ketua Umum PPP sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR, Arwani Thomafi dalam Diskusi Forum Legislasi bertajuk 'Ke Mana Arah RUU Pemilu' di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Arwani menuturkan, pembelahan politik pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 menjadi pelajaran berharga seluruh komponen bangsa. Menurut Arwani, pihaknya tidak berharap polarisasi itu kembali terulang.

Arwani menyatakan, ruang kemunculan para calon presiden harus dibuka. Akan tetapi, menurut Arwani, tetap diperlukan pembatasan. "Kita juga tidak ingin partai-partai itu terlalu gampang mencalonkan presiden,” tegas Arwani.

Baca Juga: Presidential Threshold Dinilai Batasi Capres Berkualitas

Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Guspardi Gaus menyatakan angka presidential threshold yang tinggi seperti Pilpres 2019, membuat masyarakat terbelah. Sebab hanya ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkontestasi.

"Penduduk kita sekitar 265 juta jiwa, tapi hanya ada dua sosok pimpinan yang akan kita pilih. Akhirnya muncul polarisasi. Menurut saya, makin banyak calon makin bagus. Kita ingin kebinekaan dijaga. Jangan menimbulkan masalah. Pengalaman selama ini jangan diteruskan,” kata Guspardi.

Guspardi mencontohkan Pilpres 2004 yang diikuti lima kandidat. Guspardi optimistis penurunan presidential threshold tidak akan sampai melahirkan 10 pasang kontestasn. Guspardi mengusulkan angka presidential threshold 0 persen atau setidaknya hanya bagi partai yang mempunyai kursi di DPR.

Baca Juga: PKB Ingin Angka Presidential Threshold 10%

"Saya menyarankan untuk presidential threshold ini kalau seandainya memang tidak 0 persen, paling tidak partai yang punya kursi di Senayan. Kalau sekarang ada sembilan partai atau fraksi, saya yakin enggak sampai lima konstestan di Pilpres nanti. Jadi jangan dikhawatirkan akan muncul banyak calon,” ucap Guspardi.



Sumber: BeritaSatu.com