PPP Janji Tak Usung Calon Kepala Daerah yang Terlibat Narkoba

PPP Janji Tak Usung Calon Kepala Daerah yang Terlibat Narkoba
Ilustrasi Pilkada 2020. (Foto: SP/Muhammad Reza)
Carlos KY Paath / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 21:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan tidak akan mengusung calon kepala daerah yang pernah terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba pada Pilkada Serentak 2020.

Baca Juga: PPP Minta Kebijakan New Normal Jangan Pilih Kasih

Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati mengatakan, PPP akan melakukan evaluasi terhadap para kandidat bakal calon yang sudah mendaftar. Menurut Reni, partainya memperketat seleksi calon kepala daerah yang bakal diusung.

"Misalnya di kemudian hari ternyata dia (calon kepala daerah) ada jejak rekam tentang masalah itu (narkoba), tentu itu akan menjadi evaluasi. Tapi hari ini kita melakukan upaya penjaringan-penjaringan seleksi terhadap para kandidiat, tentu itu (rekam jejak narkoba) menjadi salah satu, menjadi keharusan yang bersangkutan harus bebas dari narkoba. Kalau misalkan ditemukan di lapangan ada upaya evaluasi,” kata Reni, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: KPU Sulteng Target Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

Reni menuturkan, secara etika dan kepatutan mantan pecandu narkoba tidak boleh menjani pemimpin, sekalipun yang bersangkutan sudah bertobat. Reni menegaskan, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang harus diperangi semua elemen masyarakat.

“Narkoba itu kan sudah menjadi musuh bersama, dan siapapun yang terlibat di dalam masalah itu, itu kan diberikan sanksi, diberikan hukuman yang sangat berat. Jadi ketika hari ini dalam pilkada itu pun menjadi prasayarat, saya kira itu sesuatu yang seharusnya. Jadi ini kan dalam rangka bersama-bersama perang melawan narkoba. Jadi menurut saya seharusnyalah begitu,” kata Reni.

Baca Juga: Kunjungi Beritasatu, Polri Siap Amankan Pilkada 2020

Reni menegaskan, partainya juga menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang pecandu narkoba maju sebagai calon kepala daerah. Sebagai partai Islam yang mengharamkan terhadap narkoba, Reni menegaskan partainya siap menjalankan apa yang sudah menjadi keputusan final dan mengikat dari MK tersebut.

"Saya kira keputusan MK harus kita hormati walau bagaimanapun. Pokoknya kita hormatilah putusan MK,” tegas Reni.



Sumber: BeritaSatu.com