KPU Pastikan Petugas PPS Terpapar Covid-19 Akan Diganti

KPU Pastikan Petugas PPS Terpapar Covid-19 Akan Diganti
Arief Budiman. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / FER Minggu, 12 Juli 2020 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengemukakan, para petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 akan diganti. Namun, pergantiannya bukan merekrut petugas baru karena butuh waktu untuk proses perekrutan. Apalagi, lanjutan tahapan pilkada 2020 sudah berjalan sejak tanggal 15 Juni lalu.

Baca Juga: KPU Diminta Matangkan Skenario Cadangan Pilkada 2020

"Kami tidak mau berisiko. Kami tidak tahu sampai kapan petugas itu sembuh,” kata Arief dalam diskusi virtual tentang Persiapan Pilkada 2020 di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Arief menjelaskan, pekerjaan yang ditinggalkan akan dialihkan ke petugas lain. Jika hanya satu anggota PPS yang terkena Covid 19, sementara yang lain masih sehat maka bisa diambilalih oleh petugas PPS yang masih sehat. Namun, jika satu desa/kelurahan, semua PPS positif terkena Covid-19 atau seluruh kelompok PPS terpapar dan tidak bisa melanjutkan kerja-kerja penyelenggaraan, maka penyelenggara di tingkat atasnya yang akan menggantikan kerja PPS.

"Kata kuncinya, masih bisa atau tidak bertugas. Kalau tidak bisa, digantikan. Tapi kalau masih bisa dilaksanakan dengan orang yang tersisa, maka masih bisa dijalankan oleh penyelenggara yang tersisa," jelasnya.

Baca Juga: Polda Sumut Siapkan Antisipasi Kericuhan di Pilkada 2020

Arief menyebutkan, KPU akan menjalankan protokol kesehatan secara ketat setiap tahapan Pilkada. KPU akan mengkarantina penyelenggara yang terinfeksi Covid-19 dan memastikan penyebaran tidak meluas. Kemudian mensterilkan area kerja penyelenggara positif dengan menyemprotkan disinfektan.

"Dalam menjalankan tugas, setiap petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Masyarakat bisa mengajukan protes jika petugas tidak taat pada protokol kesehatan,” ujar Arief.

Pada kesempatan itu, Arief menyebutkan, KPU juga akan mendatangi pemilih yang dirawat di rumah sakit ataupun yang melaksanakan isolasi mandiri pada saat hari pemungutan suara. Petugas akan mendatangi rumah sakit atau rumah pemilih yang melakukan isolasi mandiri dengan APD lengkap.

Baca Juga: KPU Diminta Gencarkan Sosialisasi Pilkada 2020

"Mereka akan didampingi oleh Panwaslu kelurahan/desa atau pengawas TPS dan saksi dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Ini sudah ada dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19,” tutup Arief Budiman.



Sumber: BeritaSatu.com