Pengamat: Jabatan Tambahan Prabowo untuk Dongkrak Popularitas

Pengamat: Jabatan Tambahan Prabowo untuk Dongkrak Popularitas
Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo Subianto setibanya di bandara Tjilik Riwut untuk meninjau perkembangan Food Estate dan penanganan COVID-19, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: Istimewa)
Robertus Wardi / JAS Senin, 13 Juli 2020 | 19:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti melihat pemberian jabatan tambahan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bagian dari upaya mendongkrak kembali popularitas Prabowo.

Jabatan tambahan sebagai Ketua Ketahanan Pangan Nasional sangat strategis karena mengkoordinasi tiga kementerian yaitu BUMN, Pertanian, serta Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Prabowo membutuhkan jabatan yang bukan saja strategis atau bergengsi tapi juga memberi dampak pada popularitas," kata Ray di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Ia menilai ada babak baru pentas politik nasional di tengah wabah Covid 19 yaitu makin akrab dan mesranya Jokowi dengan Prabowo. Bukan saja akrab secara personal berupa makin saling memahaminya kedua tokoh tersebut, tetapi juga makin padu dan baiknya jalinan politik keduanya.

Menurut Ray, pengalaman Prabowo yang pernah jadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa jabatan tambahan diembankan kepadanya. Selain itu, membuat asumsi bahwa ketahanan pangan bagian dari pertahanan nasional di mana menteri pertahanannya adalah Prabowo. "Itu juga menjadi dasar jabatan ini diemban oleh beliau," jelas Ray.

Baca juga: Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan Nasional

Dia melihat pilihan itu juga tidak lepas dari jalinan makin dekatnya hubungan personal Jokowi dengan Prabowo. Ada kesan kuat, Jokowo mulai menonjolkan Prabowo dengan masuk ke sektor yang berhubungan langsung langsung dengan kebutuhan publik.

Bahkan kebutuhan sangat strategis yakni kebutuhan pangan masyarakat. Dengan sendirinya, jabatan baru itu akan menarik Prabowo ke persoalan harian masyarakat. Hal itu akan membuat Prabowo akan bisa tampil tiap hari untuk menjelaskan langkah atau tindakan pemerintah dalam menghadapai ancaman kelangkaan pangan nasional.

"Bila hasilnya memadai, secara otomatis akan menaikan popularitas Prabowo. Tentu saja, jika sebaliknya, akan juga dapat memudarkan namanya," tegas Ray.

Dia menambahkan Jokowi melihat bahwa jabatan Menhan kepada Prabowo memang bergengsi namun tidak populer. Pengalaman enam bulan terakhir ini menunjukkan hal tersebut, di mana nama Prabowo redup, sekalipun tidak jatuh. Popularitas dan elektabilitasnya hanya berkutat di angka 20 persen. Sementara pesaingnya, yang lebih muda, popularitas dan elektabilitasnya cukup dinamis.

"Ini ancaman bagi Prabowo," tutup Ray. 

Baca juga: Presiden Tinjau Lahan Food Estate di Kalteng



Sumber: BeritaSatu.com