Wajar, Penunjukan Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan Nasional

Wajar, Penunjukan Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan Nasional
Joko Widodo bersama Prabowo Subianto dan Basuki Hadimuljono (membelakangi kamera). (Foto: Istimewa)
Yeremia Sukoyo / JAS Senin, 13 Juli 2020 | 20:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Jokowi telah menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai pemimpin program Lumbung Pangan Nasional. Penunjukan Menhan karena ketahanan pangan dianggap cukup penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan ke depan.

Namun, di sisi lain, banyak kalangan melihat bahwa penunjukkan itu sebagai panggung bagi Prabowo untuk kembali bertarung di Pilpres 2024.

Menyingkapi kondisi ini, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menjelaskan, pada prinsipnya Partai Nasdem sepakat bahwa program ketahanan pangan sangat penting, bukan hanya dalam menghadapi pandemi Covid-19 semata.

"Ketahanan pangan ini penting sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta yang komprehensif," kata Willy Aditya, di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Terkait persoalan siapa yang memimpin, dirinya pun menganggap wajar jika program tersebut menjadi bagian kerja dari Kementerian Pertahanan.

"Jadi ketahanan negara ini bukan semata soal perang. Negara lain juga mengembangkan sistem pertahanan lebih jauh dari sekedar perang, dia bisa meliputi pendidikan, pembangunan infrastruktur, industri, teknologi, energi termasuk pangan," ujarnya.

Dirinya pun mengajak semua pihak untuk berpikiran terbuka dan selalu mengait-ngaitkan segala sesuatunya dengan Pilpres. Apalagi, selama ini pemerintah Indonesia memang terus melakukan segala cara untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik.

"Jangan kita berpikir konspiratif bahwa kalau Prabowo yang ditunjuk maka akan menjadi modal capres. Politik kita itu cair kok. Program ketahanan pangan ini jauh lebih penting ketimbang politik kekuasaan semata," ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan Menhan juga penting dalam kerangka mengoptimalkan tugas TNI di luar perang. Jaringan TNI yang luas bisa menjadi kekuatan besar untuk menjalankan program.

"Namun juga program ini harus dijalankan dengan koordinasi dengan kementerian teknis, Kementerian Pertanian salah satunya," ungkap Willy.

Untuk mencapai hasil maksimal, kerja kementerian itu tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada koordinasi yang erat agar tujuan menciptakan kesejahteraan dan keselamatan rakyat dapat terpenuhi. 



Sumber: BeritaSatu.com