PKB Apresiasi Anggaran Pesantren Jadi Prioritas Belanja Pemerintah

PKB Apresiasi Anggaran Pesantren Jadi Prioritas Belanja Pemerintah
Ilustrasi pondok pesantren. (Foto: Antara)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 14 Juli 2020 | 10:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR merasa lega karena salah satu poin yang diusulkan masuk dalam prioritas Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Subsidi Rapid Test Pesantren Dikabulkan Pemerintah

Hal ini terungkap usai Penyusunan Laporan dalam Rangka Pembicaraan Pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Pusat Tahun 2021.

"Beberapa poin yang sudah disuarakan oleh PKB telah masuk dalam laporan penyusunan Panitia Kerja Banggar DPR. Salah satu poin yang diusulkan PKB adalah anggaran pesantren masuk prioritas belanja pemerintah pusat,” papar Anggota Panitia Kerja Banggar DPR asal FPKB, Siti Mukaromah, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Wanita yang akrab disapa Erma ini mengatakan, kontribusi pesantren sebagai lembaga pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah terbukti nyata. Pesantren bahkan tumbuh ditengah masyarakat jauh sebelum negara ini ada. Kontribusi pesantren khususnya dalam bidang pendidikan nasional sudah sepatutnya diapresiasi agar terus lestari.

"Negara harus memberikan pengakuan dengan mendukung, membangun, dan memperkuat pesantren. Caranya, dengan kebijakan dan pengalokasian anggaran yang layak dan semestinya,” ujar Erma.

Baca Juga: PKB Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus ke Pesantren

Ketua Umum Perempuan Bangsa PKB ini menambahkan, alokasi anggaran untuk pesantren dapat digunakan untuk membangun dan memperbaik fasilitas asrama, fasilitas belajar, termasuk perpustakaan yang memadai. "Dengan perhatian yang cukup dari pemerintah, peran pesantren dalam bidang pendidikan akan lebih progresif di masa yang akan datang," tandas Siti Mukaromah.

Poin prioritas anggaran untuk pesantren ini muncul dalam dokumen Laporan Panitia Kerja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun 2021. Dalam pembahasan bidang pendidikan, di laporan tersebut terdapat klausul yang berbunyi 'Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas information and communications technology (ICT), meningkatkan kualitas guru, serta sarana dan prasarana di lembaga pendidikan berbasis keagamaan (pesantren, dan pendidikan keagamaan lainnya)'.

Erma menilai, prioritas anggaran ini menggembirakan bagi dunia pesantren. Apalagi dimasa pandemi ini, pesantren menghadapi tantangan yang lebih berat dari sekolah umum.

"Tradisi kebersamaan di pesantren yang mulai dari urusan makan, tidur, bahkan mandi perlu direorientasi. Khususnya dengan menyesuaikan diri pada keadaan, melakukan perubahan-perubahan mendasar agar dapat memenuhi protokol kesehatan. Dan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit," tegasnya.

Baca Juga: Pesantren Siapkan Protokol Kesehatan New Normal

Selain mengenai anggaran untuk pesantren, PKB juga memasukkan catatan terhadap asumsi makro dan target pembangunan tahun 2021 yang disusun pemerintah. Catatan tersebut antara lain patokan angka pertumbuhan ekonomi 4,5 persen - 5,5 persen, dengan catatan pemerintah dapat menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan aktivitas investasi dan sisi produksi terutama penguatan manufaktur, perdagangan dan jasa.



Sumber: BeritaSatu.com