Mendagri: Jadikan Pilkada Ajang Percontohan Penanganan Covid-19

Mendagri: Jadikan Pilkada Ajang Percontohan Penanganan Covid-19
Tito Karnavian. (Foto: Antara / Gusti Tanati)
Robertus Wardi / FER Selasa, 14 Juli 2020 | 20:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak kontestan dan penyelenggara agar menjadikan Pilkada 2020 sebagai ajang percontohan penanganan Covid-19.

Baca Juga: Mendagri Minta Daerah Bagi Masker Secara Masif

Pelaksanaan Pilkada tidak boleh melahirkan kluster baru penyebaran virus corona, tetapi sebagai sumber kebangkitan ekonomi di tengah pandemi.

"Kita harus menjadikan pilkada menjadi peluang gerakan nasional melawan pandemi Covid-19,” kata Tito Karnavian, di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Tito menjelaskan, pelaksaan pilkada 2020 bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melawan Covid-19. Pelaksanaan pilkada ditengah pandemi bisa mendorong masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Pilkada Serentak Menggerakkan Roda Perekonomian

"Para peserta Pilkada bisa melakukan gerakan disiplin agar masyarakat mengerti, sadar, paham terhadap Covid-19. Misalnya pembagian masker sehingga masyarakat disiplin menggunaan masker. Kemudian sosialisasi gerakan cuci tangan dengan bahan pelarut lemak usai memegang benda atau alat yang kemungkinan telah disentuh orang lain, menjaga jarak minimal 1,5 meter, serta menghindari kerumunan dan kampanye makskimal 50 orang dengan protokol kesehatan,” jelas Tito.

Mantan Kapolri ini yakin dengan mengangkat masalah virus corona bisa menekan isu-isu promordial yang sering kali menjadi konflik. Penanganan Covid-19 akan menjadi adu gagasan yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan beradu gagasan dan inovasi tentang penanganan Covid-19, diharapkan juga mempercepat penanganan virus corona, di samping juga melahirkan pemimpin yang kuat.

"Ini momentum bagi kita memilih pemimpin yang baik. Pemimpin yang kuat itu bukan pemimpin di masa aman, di masa damai, tetapi ketika terjadi badai, ketika terjadi krisis," tandas Tito.



Sumber: BeritaSatu.com