Partai Nasdem Harap RUU PKS Kembali Dimasukkan dalam Prolegnas

Partai Nasdem Harap RUU PKS Kembali Dimasukkan dalam Prolegnas
Aktivis peduli perempuan melakukan aksi “Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan” di Solo, Jawa Tengah, baru-baru ini. Aksi tersebut untuk mendorong Pemerintah serta DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) karena akan memberikan perlindungan terhadap perempuan dan mengurangi angka kekerasan seksual. (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)
Yeremia Sukoyo / CAR Rabu, 15 Juli 2020 | 18:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Nasdem berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kembali dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). RUU yang dicabut dari Prolegnas Prioritas 2020 tersebut, dianggap sangat diperlukan untuk melindungi perempuan dan anak.

“Urgensi RUU PKS untuk memberikan hak rasa aman, hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual. Perlu diketahui bahwa korban kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi pada perempuan, tapi juga pada anak-anak,” kata Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Dia menyayangkan keputusan DPR yang mengeluarkan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020. Menurutnya, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, setiap tahun justru cenderung meningkat.

“Melihat urgensi serta kebutuhan masyarakat, DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan anak minta RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk tetap dipertahankan dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2020. Semua demi menjaga dan melindungi hak warga negara dari tindak kekerasan, baik seksual, fisik maupun emosional,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR dalam rapat evaluasi Prolegnas Prioritas 2020 dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan DPD, sudah menarik 16 RUU dari Prolegnas Prioritas Tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu.com