Calon Kepala Daerah Harus Punya Visi dan Konsep Pembangunan yang Jelas

Calon Kepala Daerah Harus Punya Visi dan Konsep Pembangunan yang Jelas
Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) mengepalkan tangan bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri), Ketua DKPP Muhammad (kanan) dan Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa (kiri) saat peluncuran gerakan klik serentak di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Fana F Suparman / WM Kamis, 16 Juli 2020 | 21:17 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Fadli Yadir meminta seluruh calon kepada daerah untuk membuat visi dan konsep yang jelas.

Fadli, yang juga Ketua PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW), menilai, saat ini banyak calon kepala daerah yang maju pilkada hanya untuk gagah-gagahan dan sekadar mengejar kekuasaan, namun nihil konsep pembangunan daerah yang jelas dan punya keperpihakan kepada masyakat.

“Kita prihatin melihat momentum pilkada hanya dijadikan momentum untuk meraih kekuasaan dan keuntungan pribadi. Kita merindukan calon pemimpin-pemimpin yang kuat visinya dan punya komitmen penuh membangun daerah,” kata Fadli Yasir, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Fadli Yasir mencontohkan, daerah kelahirannya, Sumatera Utara. Menurutnya, tak hanya minim visi, sejumlah calon kepala daerah bahkan menunjukkan arogansi politik dan mematikan iklim demokrasi dengan cara memborong semua partai sehingga melawan kotak kosong.

“Pemborongan partai politik sehingga akhirnya nanti melawan kotak kosong, tentu sangat disayangkan. Ini kan jelas mematikan demokrasi. Esensi demokrasi kan kompetisi. Masih ada kesan bahwa jadi calon kepala daerah itu ingin gagah-gagahan. Kita ingin Sumut, apalagi Kota Medan dibangun dengan benar, dan dipegang orang yang tepat, punya visi yang jelas untuk rakyat," kata mantan Ketua Ansor Sumatera Utara tersebut.

Sebagai putra kelahiran Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Fadli pun mengkritisi kota kelahirannya. Menurutnya, pembangunan Kota Tanjungbalai saat ini juga belum jelas arahnya. Tren pembangunan bahkan cenderung memburuk.

Hal ini, katanya, tercermin dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungbalai yang tidak ada perubahan yang signifikan. Bahkan APBD 2018 mendapatkan catatan opini disclamer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Di daerah kelahiran saya pun demikian, arah pembangunan tidak memiliki konsep yang jelas. Kondisi jalan dan jembatan kupak-kapik, dari sisi kesejahteraan masyarakat juga tidak terdongkrak, pendidikan kurang diperhatikan, bahkan pelayanan kesehatan juga buruk," ungkapnya.

Fadli menyayangkan daerah kelahirannya tidak dikelola dengan baik. Padahal jika dibangun dengan kosep yang jelas dan perencanaan yang matang, Kota Tanjungbalai bisa jadi penopang perekonomian terbesar di Sumatera Utara, bahkan nasional.

Kan Tanjungbalai ini punya potensi laut yang luar biasa jika dieksplorasi. Bisa dijadikan kota wisata laut dan wisata kuliner. Di Kalimantan saja sungai bisa jadi wisata, masa di Tanjungbalai yang punya kekayaan laut tidak jadi apa-apa,” terang Fadli Yasir yang kini merupakan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi PT Pelni.

Untuk itu, Fadli Yasir berharap, momentum Pilkada 2020 harus dijadikan momentum bagi para calon kapada daerah di seluruh Indonesia, dan khususnya Tanjungbalai untuk saling menebar visi dan gagasan dalam rangka membangun daerahnya masing-masing. Jangan sampai pilkada hanya menjadi ajang untuk adu kekuatan dan gagah-gagahakan.

“Pilkada momentum baik untuk perbaikan daerah. Kita berharap momentum pilkada 2020 jadi ajang saling adu visi, konsep dan gagasan yang jelas untuk daerahnya masing-masing. Bukan ajang gagah-gagahan. Termasuk pilkada di Kota Tanjungbalai kelahiran saya, semoga dapat pemimpin yang punya visi yang jelas, dan totalitas dalam membangun kota dan menyejahterakan warga," katanya.

Diketahui, pemungutan suara Pilkada 2020 direncanakan digelar secara serentak pada bulan Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.



Sumber: BeritaSatu.com