Refleksi Kudatuli, PDIP: Tugas Partai Berjuang untuk Rakyat

Refleksi Kudatuli, PDIP: Tugas Partai Berjuang untuk Rakyat
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri bersama Ketua DPP PDI-P Puan Maharani saat mengumumkan secara virtual 45 calon kepala daerah yang akan diusung PDI-P pada Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020. (Foto: DPP PDIP)
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 30 Juli 2020 | 13:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ingatan atas huru-hara politik 27 Juli 1996 atau persitiwa Kudatuli masih melekat bagi para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), salah satunya Eko Suwanto yang saat ini menjanat Ketua DPC PDIP Yogyakarta.

Eko mengatakan, meski sudah 24 tahun berlalu, peristiwa kekerasan politik yang menjadi "gong" runtuhnya rezim Orde Baru itu meneguhkan fakta bahwa rakyat akan selalu bersama partai politik yang memperjuangkan urusan wong cilik.

"Dan kita menyadari bahwa tugas utama partai adalah bekerja keras berjuang untuk rakyat," kata Eko, Rabu (29/7/2020).
Eko mengatakan, dari perstiwa Kudatuli seluruh kader PDIP bisa belajar bahwa semangat dan kerelaan berkorban harus menjadi landasan dalam berjuang menegakkan demokrasi di Indonesia.

"Seperti saat jadi korban kekerasan politik di masa Orde Baru, PDI di bawah Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri bisa bangkit berjuang dan menang Pemilu 1999," kata Eko.

Meski reformasi sudah bergulir, lanjut Eko, masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Eko pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan memastikan tidak ada lagi kekerasan politik di negeri ini.

"Perjuangan belum selesai. Ayo terus berjuang bersama agar peristiwa kekerasan politik yang serupa tak terjadi lagi," kata Eko.

 



Sumber: BeritaSatu.com