Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah Keputusan Partai

Ketua DPP PDIP Ingatkan Pemilihan Bobby di Pilwalkot Medan Adalah Keputusan Partai
Bobby Afif Nasution (Foto: istimewa)
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 30 Juli 2020 | 17:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Keanggotaan dan Organisasi, Sukur Nababan, mengingatkan kader partai di Medan, Sumatera Utara, bahwa keputusan calon kepala daerah yang diusung di Pilwalkot Medan sudah berdasarkan hasil pleno DPP PDIP yang dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Maka siapapun yang akhirnya diusung, termasuk apabila itu adalah menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution, maka itu sudah berdasarkan aturan dan dilaksanakan sesuai etika yang ada.

Dijelaskan oleh Sukur, PDIP sudah memiliki mekanisme baku dalam segala proses. Dengan aturan yang sudah pasti, maka semua anggota harus mengikuti semua aturan itu jika masih ingin berada di PDIP.

Nah terkait dengan Pilkada 2020 di 270 wilayah, siapapun berhak untuk mendaftar sebagai bakal calon dengan proses politik sesuai aturan yang ada. Di PDIP, aturannya dimulai dari bawah, di mana pengurus cabang mengumpulkan aspirasi yang diteruskan ke pengurus tingkat provinsi. Dan proses itu tidak boleh dipotong-potong.

Kemudian bakal calon juga bisa mendaftar di pengurus tingkat provinsi, baik kader maupun nonkader. Jika kemudian si pendaftar bersedia sekalian menjadi kader, maka sekalian diuruskan kartu anggotanya. Selanjutnya, pengurus tingkat provinsi akan menyerahkan ke pengurus pusat (DPP).

"Dan oleh DPP, keputusan final diambil melalui rapat pleno DPP yang dihadiri ketua umum Partai (Megawati Soekarnoputri, red)," kata Sukur Nababan, Kamis (30/7/2020).

Dan di dalam rapat yang dipimpin oleh Megawati itulah semua aspek dan hal dibahas. Ada 27 orang pengurus tingkat DPP yang menyampaikan informasi yang diperolehnya dan sifatnya rahasia, tak boleh dikeluarkan ke publik.

"Saya tidak bisa, ini kita orang Timur, saya tidak bisa menjelaskan kenapa si A tidak kami pilih, itu kan tidak etis, buka borok orang. Tetapi yang bisa saya jelaskan kenapa orang B dipilih, kan begitu. Saya disumpah untuk tidak menyampaikan informasi itu ke mana-mana, tugas saya memastikan itu. Itu hanya konsumsi kami dan itulah nanti parameter pengambilan keputusan," bebernya.

Lebih lanjut, Sukur mengatakan harus dipahami bahwa di PDIP, setiap kader harus memahami bahwa setiap keputusan dibuat berdasarkan ideologi, serta prinsip jabatan adalah pengabdian dan bukan tujuan. Dalam berpartai di PDIP, tujuan utama itu adalah menyejahterakan rakyat serta bekerja untuk rakyat.

Terkait dengan Bobby, Sukur mengatakan sampai sekarang pun PDIP belum mengumumkan keputusan final terkait pilwalkot Medan. Namun publik bisa membuka jejak digitalnya, di mana Bobby memang mendaftar ke DPD PDIP Medan dan sekaligus diberi kartu tanda anggota.

"Dan itu semua tanpa ada jaminan dia mendapat rekomendasi. Menurut kamu, sebagai menantu Presiden, bagaimana? Tapi dia ikuti semua proses itu. Jadi, tidak ujug-ujug suruh stafnya dan dia duduk tenang-tenang, tiba-tiba PDIP memberi rekomendasi. Kalau itu kami lakukan, tak benar dan saya akan merasa dilecehkan kalau begitu modelnya," beber Sukur.

"Tetapi kalau dia ikuti semua proses itu, sebagai anak bangsa mengikuti aturan di kami, ya saya harus hormati dong. Dia menghormati partai kami, maka saya harus menghargai. Hidup itu kan harus begitu."

"Bobby menghormati partai saya, dia ikuti semua prosedural. Nah, kami tidak ada dari awal (memberi kepastian, red), semua itu disaring. Keputusan DPP sudah ada ke Bobby belum? Belum kan," kata Sukur.



Sumber: BeritaSatu.com