Wapres Ma'ruf: Pendekatan Keagamaan Kunci Atasi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Wapres Ma'ruf: Pendekatan Keagamaan Kunci Atasi Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 14:02 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan pendekatan keagamaan melalui fatwa ulama bisa menjadi salah satu kunci menghadapi dampak multidimensi yang ditimbulkan Covid-19, khususnya terkait penerapan protokol kesehatan.

Menurut Wapres, pendekatan keagamaan adalah salah satu solusi mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Sehingga peran fatwa ulama sangat diperlukan sebagai alternatif solusi menghadapi kondisi saat ini.

“Fatwa dapat memberikan bimbingan dan tuntunan bagi umat untuk melakukan penanggulangan dan mengatasi dampak pandemi Covid-19. Karena fatwa yang benar akan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan, tidak menyulitkan, dan berorientasi pada maksud diturunkannya syariat," ujar Wapres Ma’ruf Amin pada seminar daring Universitas Al Azhar, Rabu (5/8/2020).

Wapres mengatakan bahwa fatwa yang dari para ulama yang disesuaikan dengan kondisi pandemi memiliki pijakan dalil yang kuat. Hal ini dikarenakan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.

“Alasannya karena menjaga keselamatan jiwa tidak ada alternatif penggantinya atau tidak bisa tergantikan. Sedangkan tingkatan lainnya seperti prinsip menjaga keberlangsungan agama, menjadi urutan berikutnya, karena ada alternatifnya, yaitu penerapan keringanan,” ungkap Wapres.

Setelah kedua prinsip tersebut, lanjut Wapres, para ulama baru mempertimbangkan tiga prinsip yang lainnya. Yaitu prinsip menjaga akal, menjaga keturunan, dan prinsip menjaga harta.

Wapres pun menilai bahwa pertimbangan pemerintah dalam menangani kondisi pandemi ini juga meletakkan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama. Sehingga fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tausiyah, bayan, irsyadat, taujihat yang dikeluarkan, juga dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Di sisi lain, Wapres menjelaskan bahwa penerapan kebijakan penanggulangan penyebaran Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), physical distancing, serta arahan agar bekerja dan belajar dari rumah berdampak terhadap perekonomian. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mencegah keterpurukan ekonomi yang lebih dalam.

“Dalam bahasa agamanya tidak hanya menghilangkan dharar Covid-19 tapi juga dharar ekonomi sehingga yang dilakukan adalah menghilangkan dua dharar tersebut,” terang wapres.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah kini juga fokus untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat. Seperti memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan. Selain itu pemerintah juga fokus untuk memastikan tersedianya berbagai kebutuhan bahan pokok, menjaga kegiatan usaha agar tidak mengalami pemburukan yang lebih dalam.

“Sehingga pada saatnya nanti akan dapat cepat bergerak kembali, termasuk melalui kebijakan pemberian stimulus fiskal melalui insentif perpajakan dan berbagai kemudahan lain,” jelasnya.

Wapres mengajak segenap elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi untuk ikut serta melakukan upaya penyadaran secara terus-menerus kepada semua pihak. Sehingga secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Semoga dengan begitu mata rantai penularan Covid-19 bisa diputus dan pandemi ini segera berakhir,” pungkas Wapres.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Harap Pilkada 2020 Jadi Momentum Inovasi Baru Demokrasi

KPU dan pemerintah concern terhadap kesehatan dan keselamatan dari Covid-19.

POLITIK | 5 Agustus 2020

Jokowi Minta Pilkada Serentak 2020 Berkualitas dan Aman Covid-19

Untuk pertama kali, pilkada serentak tahun ini diselenggarakan dalam situasi bangsa menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi.

POLITIK | 5 Agustus 2020

31 Daerah Diproyeksi Bakal Usung Calon Tunggal

Sebanyak 31 daerah tersebut terdiri atas 26 kabupaten dan 5 kota.

POLITIK | 5 Agustus 2020

Presiden Jokowi Dianugerahi Cucu Keempat

Putri kedua Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, melahirkan anak kedua hasil perkawinannya dengan Bobby Nasution.

POLITIK | 4 Agustus 2020

PDIP Akan Segera Umumkan 75 Cakada Pilkada 2020

Publik masih menunggu nama calon kepala daerah yang akhirnya akan diusung partai itu untuk wilayah Kota Medan dan Surabaya.

POLITIK | 4 Agustus 2020

Pimpinan DPR Nantikan Sikap Pemerintah soal Putusan Evi Novida

"Ya saya rasa itu kan masuk dalam ranah hukum, kami di DPR itu hanya pasif saja," kata Dasco, Selasa (4/8/2020).

POLITIK | 4 Agustus 2020

Timwas Covid-19 DPR Kritik Penyerapan Anggaran Covid-19

Berdasarkan laporan pemerintah, dari total anggaran penanganan Covid-19, sebesar Rp 695,2 triliun, yang terserap atau terealisasi baru 19%.

POLITIK | 4 Agustus 2020

PKB Usung Cabup Kopli Ansori di Pilbup Lebong

Saat ini ada 4 kandidat cabup Lebong hampir dipastikan akan bertarung di pilbup melalui Pilkada Serentak 9 Desember mendatang.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Pilkada di Era Pandemi, Gerindra Maksimalkan Kampanye Daring

Dalam situasi sekarang, sebanyak mungkin menghindari adanya pertemuan-pertemuan walaupun terbatas, karena rentan menimbulkan klaster baru.

POLITIK | 4 Agustus 2020

Gerindra Resmi Dukung Bobby Nasution-Aulia Rahman di Pilwalkot Medan

Partai Gerindra resmi mengumumkan nama menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, untuk maju di Pilwalkot Medan berpasangan dengan Aulia Rahman.

POLITIK | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS