Ahmad Basarah: Lawan Ideologi Transnasional dengan Kerja Konkret
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ahmad Basarah: Lawan Ideologi Transnasional dengan Kerja Konkret

Minggu, 30 Agustus 2020 | 11:27 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI, Ahmad Basarah menegaskan ideologi transnasional sepatutnya dilawan dengan kerja konkret di segala bidang. Mulai dari bidang politik, ekonomi, sosial, sampai bidang budaya.

Menurutnya jika nasionalisme dan sistem demokrasi tidak membuahkan hasil nyata yang menyejahterakan apalagi membahagiakan rakyat, dikhawatirkan rakyat akan menoleh pada ideologi lain sebagai alternatif. Contohnya ideologi transnasional yang mengusung konsep negara khilafah.

“Nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saat bangsa ini menghadapi pandemi Covid-19, kita membuat kampung-kampung tangguh yang di dalamnya terdapat gotong royong. Rakyat akan merasakan langsung manfaat gotong royong yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila. Inilah yang saya maksud salah satu bentuk kerja konkretnya,” kata Basarah dalam keterangannya, Minggu (30/8/2020).

Basarah menyampaikan itu saat membuka sekaligus memberi kata sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (rakernas) Persatuan Alumni GMNI secara virtual, Sabtu (29/8/20). “Jika hal tersebut dirasakan banyak masyarakat, mereka tak akan lagi tertarik pada ideologi lain termasuk transnasionalisme yang dikampanyekan para pengusung paham negara khilafah,” ujar wakil ketua MPR ini.

Menurut Basarah, apabila bangsa Indonesia pandai menjaga memori tentang sejarah bangsa, sesungguhnya tak ada alasan lain untuk lari dari Pancasila sebagai ideologi bangsa. Basarah menuturkan berdasarkan catatan sejarah di Tanah Air, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya sudah tumbuh dan mengakar di tengah nenek moyang bangsa Indonesia jauh sebelum Pancasila lahir pada 1 Juni 1945.

“Karena itu, faktor penting yang harus diperhatikan dan dijaga oleh suatu bangsa dalam menjaga eksistensi bangsa dan negara mereka dari kehancuran adalah menjaga sejarah bangsa itu sendiri. Kaburnya sejarah suatu bangsa dan suatu negara akan menghancurkan bangsa dan negara itu sendiri,” tegas Sekretaris Jenderal GMNI periode 1996-1999 tersebut.

Untuk memperkuat argumentasinya, Basarah mengutip Sun Tzu yang menyebutkan bahwa untuk mengalahkan bangsa besar tidak perlu dengan mengirim pasukan perang yang besar, tetapi cukup menghapus pengetahuan mereka atas sejarah kejayaan leluhur mereka. “Jika suatu bangsa melupakan sejarah berdirinya negara mereka sendiri, tak akan lama, bangsa dan negara itu akan mengalami kehancuran,” ucap Basarah.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menambahkan, ada tiga cara bisa dilakukan untuk melemahkan sekaligus menjajah suatu negeri. Pertama dengan mengaburkan sejarah bangsa itu sendiri. Kedua, dengan menghancurkan bukti-bukti sejarah bangsa. Ketiga, dengan memutuskan hubungan mereka dengan para leluhur dengan mengatakan bahwa leluhur mereka bodoh dan primitif.

“Soal menjaga dan merawat sejarah bangsa ini penting dilakukan oleh kaum nasionalis yang aktif di GMNI. Mereka tak boleh berhenti mengkaji sejarah bangsa sendiri sebagai bentuk menjaga kewaspadaan nasional demi keutuhan NKRI yang kita cintai,” tegas Basarah.

Tampil juga sebagai pembicara dalam Rakernas yang berlangsung 29 – 30 Agustus 2020 antara lain Wakil Ketua BPIP, Haryono, Kepala BPHN Kemkumham, Benny Riyanto, Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, serta Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi Universitas Jember Bayu Dwi Anggono.

Senada dengan Basarah, Benny mengatakan memori kolektif bangsa tentang sejarah Pancasila harus terus dihidup-hidupkan. Kerja besar ini penting, kata dia, karena dalam suasana politik yang normal seperti saat ini saja sulit sekali mengajukan perundang-undangan yang bermuatan Pancasila untuk diterima, apalagi jika dalam waktu 20-30 tahun mendatang ketika generasi milenial yang sekarang masih remaja menjadi para pejabat dan penentu kebijakan di negeri ini.

“Generasi milenial pasti lebih jauh lagi jaraknya dengan masa-masa kelahiran Pancasila. Jika kepada mereka tidak diingatkan tentang sejarah bangsa, tentang sejarah Pancasila, sangat mungkin Pancasila akan menjadi masa lalu,” kata Benny.

Sementara itu, Arief menyampaikan pentingnya mempertahankan ideologi bangsa dengan memanfaatkan media sosial sebagai arsenal baru. “Kita isi ruang-ruang publik media sosial dengan narasi ideologi, nilai dan konten Pancasila, konten toleransi, konten kebhinnekaan. Kita harus menjadi influencer yang menyebarluaskan ajaran Soekarno agar ajaran proklamator bangsa ini menarik untuk lintas generasi,” ungkap ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015-2018 ini.

Rakernas Persatuan Alumni GMNI mengusung tema “Posisi Alumni GMNI Dalam Menghadapi Tantangan Pancasila di Tengah Ancaman Ideologi Transnasional”. Sebagian peserta mengikuti acara ini secara daring dari dalam dan luar negeri dan dari 34 Pengurus Daerah Persatuan Alumni GMNI di Indonesia. Tampak secara fisik hadir anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, senior PNI Waluyo Martosugito dan pengusaha nasional Moerdaya Po. [Carlos KY Paath]



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fachry Ali: Kampus Kehilangan Tradisi Ilmiah

Mantan Kepala Program LP3ES Fachry Ali berpendapat, kampus semakin kehilangan tradisi ilmiah sebab jurnal ilmiah kini seperti kehilangan pembaca

POLITIK | 4 Desember 2021

Ini Pesan Hasto untuk DPLN PDI Perjuangan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memiliki sejumlah pesan untuk para pengurus DPLN PDIP.

POLITIK | 4 Desember 2021

Sekjen PDIP Sampaikan Pandangan Geopolitik Soekarno

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkap pandangan geopolitik Soekarno.

POLITIK | 4 Desember 2021

Pelantikan DPLN PDIP, Basarah: Awal Kerja Kepartaian

Ahmad Basarah menegaskan pelantikan Dewan Pimpinan Luar Negeri PDI Perjuangan merupakan awal kerja kepartaian menghadapi pemilu.

POLITIK | 4 Desember 2021

Hasto Lantik Pengurus DPLN PDI Perjuangan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melantik 11 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDIP.

POLITIK | 4 Desember 2021

Buka Muktamar ICMI, Ini Kata Wapres Maruf Amin

Diperlukan kerja sama seluruh komponen masyarakat termasuk ICMI dengan menerapkan perpaduan ilmu dan iman di setiap langkah yang dijalani

POLITIK | 4 Desember 2021

Petinggi Partai Gelora Silahturahmi dengan Ulama di Bekasi

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta bersama jajaran melakukan silaturahim ke beberapa ulama yang ada di Kabupaten Bekasi.

POLITIK | 4 Desember 2021

Pendiri Repdem Beberkan Jasa Megawati dan Taufiq Kiemas

Para tokoh Repdem mengungkap peran penting Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri terhadap pengembangan organisasi yang banyak diisi para aktivis 98 itu.

POLITIK | 3 Desember 2021

Pimpinan MPR Minta Sri Mulyani Dipecat, Ini Kata Hasto PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan permintaan agar Sri Mulyani dicopot dari jabatan Menkeu bukan sikap resmi MPR.

POLITIK | 3 Desember 2021

Megawati Minta Repdem Tetap Jadi Banteng Bela Rakyat Miskin

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Repdem, organisasi saya PDIP untuk tetap menjadi banteng perjuangan membela rakyat miskin. 

POLITIK | 3 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Tim Puskris Kemenkes Berikan Layanan Darurat Korban Semeru

Tim Puskris Kemenkes Berikan Layanan Darurat Korban Semeru

NASIONAL | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings