SPD: Hanya 5 Paslon Pilgub Cantumkan Visi Penanganan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

SPD: Hanya 5 Paslon Pilgub Cantumkan Visi Penanganan Covid-19

Kamis, 1 Oktober 2020 | 17:10 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) mengungkapkan, hanya 21 persen atau lima pasangan calon (Paslon) yang maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) mencantumkan secara tegas penanganan pandemi Covid-19 dalam visi, misi dan program kerjanya.

Sementara, 19 Paslon Pilgub atau 79 persen tidak menyebutkan penanganan pandemi Covid-19 dalam visi, misi, dan program kerjanya. Padahal masalah itu telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) yaitu tema kampanye Pilkada 2020 adalah masalah penanganan Covid-19.

"Berdasarkan hasil penelusuran media yang kami dilakukan, pada sembilan provinsi yang menyelenggarakan Pilgub, hanya lima Paslon yang menyebut penanganan Covid-19,” kata peneliti SPD, Erik Kurniawan dalam diskusi bertema 'Diskursus Penanganan Pandemi Covid-19 Dalam Kampanye Pilkada 2020?” di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Erik menjelaskan, untuk pemilihan pada level kabupaten/kota, SPD melakukan penelusuran untuk 20 kabupaten/kota dengan 51 Paslon. Dari jumlah tersebut, hanya 23 Paslon atau 45,1 persen yang menyatakan secara tegas penanganan pandemi Covid 19, baik pengendalian pandemi maupun pemulihan ekonomi.

"Ini menjadi sinyalemen awal yang buruk dan menandakan masih rendahnya komitmen para calon pemimpin daerah dalam menangani pandemi,” jelasnya.

Erik merasa heran dengan minimnya para Paslon mengangkat masalah penanganan Covid-19 sebagai tema kampanye. Padahal, penanganan pandemi Covid 19 telah menjadi kebijakan nasional dan telah dimuat dalam PKPU.

“Ini harus menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri dan Penyelenggara Pilkada mengapa masalah ini tidak dimasukkan para Paslon dan visi dan misinya. Apa kurang tegas aturannya? Perlu nggak sanksi bagi yang tidak mencantumkan. Karena kalau tidak, masalah Covid-19 tidak menjadi upaya bersama mengatasinya, terutama yang maju Pilkada,” tuturnya.

Menurut Erik, Paslon harusnya lebih massif lagi mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kampanye. Selain itu, agar setiap paslon mulai mensosialisasikan program kerja dalam penanganan Covid-19, baik pengendalian pandemi maupun penanggulangan dampak ekonomi.

"Kepada KPU dan Bawaslu, agar lebih tegas dalam menindak para pelanggar protokol kesehatan dalam kampanye. Sekaligus mempublikasikan para calon yang melanggar protokol kesehatan sebagai bentuk sanksi sosial,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pilkada serentak 2020 diikuti 741 Paslon. Dari jumlah itu, ada 24 Paslon maju di Pilgub dan 717 Paslon maju di Pemilihan Bupati dan Pemilihan Walikota.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada 2020 Masih Minim Isu Penanganan Covid-19

Masalah pandmei Covid-19 belum menjadi tema kampanye pasangan calon yang berlaga di Pilkada 2020.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Bersama Presiden Jokowi Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2020, Wapres: Pancasila Harus Dipahami Secara Utuh

Wapres KH Ma'ruf Amin hadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, (1/10/2).

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Dirikan Partai Ummat, Amien Rais Disebut Sudah Tidak Identik dengan PAN

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan Amien Rais secara resmi dan legal konstitusional keluar serta meninggalkan PAN.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Ini Kata Ketua Harian Gerindra soal Partai Ummat Amien Rais

Langkah Amien Rais membentuk partai baru dinilai bisa menambah iklim sehat demokrasi di Indonesia.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Amien Rais Dirikan Partai Ummat, PPP: Ujiannya di Pemilu

Amien Rais mendirikan Partai Ummat. Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengucapkan selamat.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Hari Kesaktian Pancasila, BPIP : Momentum Aktualisasi Pancasila dalam Kebijakan Publik

BPIP harap Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi momentum aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Amien Rais Dirikan Partai Ummat

Mantan Ketua MPR Amien Rais secara resmi mengumumkan partai baru yang diberi nama Partai Ummat.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Ketua DPR: Jangan Ada Mobilisasi Massa Saat Kampanye di Tengah Pandemi Covid-19

Puan mengatakan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13/2020 harus ditegakkan demi menyukseskan pilkada serentak tersebut.

POLITIK | 1 Oktober 2020

Pilkada Tetap Digelar agar Tak Ada Kekosongan Kekuasaan di Daerah

Keputusan pemerintah yang tetap menggelar pilkada di tengah pandemi dilakukan untuk menghindari kekosongan di pemerintahan daerah.

POLITIK | 30 September 2020

SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI

Dari faktor suku, tingkat awareness (kesadaran) tentang isu kebangkitan PKI lebih banyak pada yang berdarah Minang (70%).

POLITIK | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS