Pernah Difitnah Biayai Gerakan 411, SBY: Ini Cerita Klasik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Pernah Difitnah Biayai Gerakan 411, SBY: Ini Cerita Klasik

Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:27 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat difitnah menggerakkan dan membiayai aksi demonstrasi 411 atu 4 November pada 2006. Menurut SBY, ada pihak yang ingin mendapatkan “kredit” dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil.

“Mungkin ada yang ingin mendapatkan kredit dari pemimpin dan penguasa. Ini cerita klasik. Mereka ingin dapatkan kredit, tetapi dengan cara merusak nama baik orang lain, menjatuhkan orang lain, meskipun belum tentu berhasil cara-cara itu. Saya tahu,” kata SBY dalam video yang diunggah di akun Youtube-nya, beberapa waktu lalu seperti dikutip, Selasa (13/10/2020).

Pada video berjudul SBY Ngobrol Santai Perkembangan Terkini itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut berbincang dengan sejumlah orang. Beberapa pertanyaan disampaikan kepada SBY. “Mengapa saya tahu? Karena ketika ada seseorang yang membawa berita itu kepada pemimpin kita, presiden kita, ada juga saksinya di situ yang kaget sekali. Belakangan setelah lewat prahara itu, baru menyampaikan ke saya,” ujar SBY.

SBY menambahkan orang yang memfitnah itu rupanya meminta bawahan mencari bukti-bukti keterlibatan SBY yang tidak ditemukan. “Itu juga sampai ke telinga saya, tetapi sudahlah. Sudah saya anggap selesai. Karena bagi saya itu juga sesuatu yang tidak bagus,” ucap ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

SBY menuturkan mendiang istrinya Ani Yudhoyono pernah berpesan agar menulis memoar segala fitnah dan tuduhan selama ini. “Supaya anak cucu kita mengetahui yang sebenarnya. Terus terang belum saya tulis, tetapi Insyaallah pada saatnya nanti, jika suatu saat dipanggil Yang Maha Kuasa, saya menulis apa yang harus saya tulis. Karena ini cerita tentang kebenaran,” ujar SBY.

SBY Mengklarifikasi
Setelah menerima informasi fitnah tersebut, SBY mengaku mendatangi Wiranto yang kala itu menjabat Menko Polhukam. Sebab SBY menyebut pernah bekerja sama pada awal reformasi dengan niat melakukan pembenahan di jajaran TNI. “Saya tanyakan apa betul? Pak Wiranto membenarkan memang ada seperti itu (fitnah) sampai ke presiden,” kata SBY.

SBY pun menemui Jusuf Kalla (JK). “Saya datangi Pak JK karena dulu bersama-sama lima tahun. Apa ada berita seperti ini? Pak JK juga membenarkan. Tentu tidak etis saya bertanya, 'Pak Jokowi percaya enggak dengan itu semua'. Sampailah saya punya kesempatan ada pertemuan dengan Pak Jokowi, seingat saya tahun 2017,” ucap SBY.

Pada saat itu, SBY mengaku menanyakan langsung hal itu kepada Jokowi sekaligus klarifikasi. “Pak Jokowi dengan hati-hati menjawab, 'saya kan tidak semudah itu Pak SBY percaya, tetapi saya sudah mengerti kok semuanya',” ungkap SBY mengenang pernyataan Jokowi.

SBY melanjutkan, “Terus saya sampaikan kepada beliau. 'Pak Jokowi saya ini pernah memimpin negara seperti Bapak ini, ingin berbuat sesuatu yang baik supaya negara kita baik. Nah kalau saya dituduh ingin merusak negara, ingin menganggu negara, sedih lho Pak saya, sakit hati saya Pak Jokowi. Bapak suatu saat juga akan seperti saya kembali ke masyarakat luas seperti rakyat biasa, enggak punya power, enggak punya kekuasaan, kemudian dituduh seperti itu, sakit. Mudah-mudahan Bapak tidak'.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

SBY: Lagi-lagi Saya Harus Bersabar

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan keprihatinannya atas situasi yang berkembang. Sebagai umat beriman, menur

POLITIK | 12 Oktober 2020

Boni Hargens Ungkap Dalang Kelompok Anarkis dan Motifnya Tunggangi Demo

Menurut Boni Hargens terdapat indikasi keterpautan beragam kepentingan dan kelompok pemain di balik aksi anarkistis pada demonstrasi menentang UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Boni Hargens: Ada Indikasi "Pemain"

Boni Hargens menyatakan bahwa ada indikasi "pemain" di balik unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Pemerintah Diminta Segera Susun Mitigasi Risiko Pilkada 2020

Pemerintah dan KPU didorong untuk menyusun mitigasi risiko pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Bamsoet Prediksi Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Menurun

Pilkada digelar di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Partai Demokrat Harap Ferdinand Sukses di Medan Pengabdian Baru

Partai Demokrat (PD) berharap Ferdinand Hutahaean sukses di medan pengabdian baru nantinya.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Temui Forum Rektor, Menaker Jelaskan UU Cipta Kerja

Dialog penting penting untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait substansi UU Cipta Kerja.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Naskah Final UU Cipta Kerja Selesai, DPR Segera Serahkan ke Presiden Jokowi

UU Cipta Kerja yang tengah segera diserahkan ke Presiden Jokowi berjumlah 1.035 halaman.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Tepi: Jangan Terlalu Percaya Parpol Penolak UU Cipta Kerja

“Jangan lekas percaya pada Parpol yang menolak karena bisa saja untuk pencitraan,” tegas Jeirry.

POLITIK | 12 Oktober 2020

Masyarakat Butuh Keterbukaan dan Transparansi Akses UU Cipta Kerja

Emrus Sihombing meminta agar akses masyarakat terkait isi atau substansi UU Cipta Kerja dapat segera dibuka seluas-luasnya.

POLITIK | 11 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS