Logo BeritaSatu

Politik Dinasti Buka Peluang Munculnya Pejabat Publik Tak Berkualitas

Jumat, 16 Oktober 2020 | 21:37 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Politik dinasti memungkinkan kontestan yang tidak berkualitas (tidak kompeten, tidak berintegritas) menjadi pejabat publik. Sampai dengan saat ini, tidak dapat dimungkiri bahwa politik dinasti dalam demokrasi juga bisa menjadi salah satu sumber bagi kekuasaan yang korup dan tidak kompeten.

"Politik dinasti memungkinkan kesinambungan kekuasaan satu keluarga atau kerabat sehingga membuka peluang untuk korupsi," kata Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, dalam diskusi "Polemik Politik Dinasti di Indonesia", Jumat (16/10/2020).

Advertisement

Dijelaskan Saiful, politik dinasti adalah politik atau kekuasaan seseorang yang diperoleh karena ikatan darah atau kekerabatan yang dimiliki. Semua berhubungan dengan kekerabatan orang lain yang telah memiliki jabatan publik.

Selama ini, menurutnya, demokrasi adalah satu bentuk sistem pemerintahan yang menolak kekuasaan atas dasar ikatan darah atau kekerabatan yang tidak dipilih rakyat seperti sistem kerajaan atau kesultanan.

Namun demikian, demokrasi di Indonesia merupakan demokrasi yang bertumpu pada suara individu rakyat yang tentunya juga tidak bisa meniadakan politik dinasti. Artinya, demokrasi tidak bisa menolak seseorang yang punya ikatan kekerabatan dengan seorang pejabat publik untuk ikut bersaing dalam pemilihan yang demokratis.

"Demokrasi tidak bisa menghapus atau melarang orang unutk ikut kontestan politik karena ada ikatan dinasti. Namun demokrasi juga memberikan orang untuk mengevaluasi orang-orang yang punya ikatan dinasti," ucapnya.

Selama ini, dikatakan Saiful, demokrasi tidak bisa mencegah penerapan politik dinasti sejauh masyarakat mendukung yang bersangkutan. Akumulasi sumber daya ataupun korupsi bisa dilakukan siapapun, baik yang berpolitik atas dinasti maupun bukan.

"Ini persoalan rule of law dan berlaku bagi siapapun dan bukan persoalan demokrasi. Adalah sebuah kenyataan bahwa politik dinasti dalam demokrasi melahirkan kekuasaan yang korup," ujarnya.

Namun demikian semuanya lebih berkaitan dengan tingkat perkembangan kualitas politik dan sumber daya manusia itu sendiri. Mengingat kondisi itu juga merupakan sumber bagi demokrasi, tetapi bukanlah prinsip dari demokrasi.

Salah satu mencegah maraknya politik dinasti, salah satu caranya adalah menolak dan melawan politik dinasti itu sendiri. Seperti tidak memilih calon-calon yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kekuasaan publik.

"Menolak dan kampanye melawan politik dinasti agar calon yang punya ikatan dinasti tersebut tidak menjadi pejabat publik. Semua karena adanya kekhawatiran dengan kemungkinan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan," ujar Saiful.

Menurutnya, melawan politik dinasti, seperti juga melawan politik lain yang menghambat bagi perbaikan kualitas kepemimpinan nasional maupun daerah dan bagi perbaikan kualitas pelaksanaan demokrasi. Semua adalah langkah yang sah secara demokratis dan mendesak dilakukan oleh semua pihak yang peduli dengan kualitas kepemimpinan publik dan demokrasi secara umum.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PDUI Minta Masyarakat Bijak Pilih Kemasan Pangan

PDUI meminta masyarakat agar lebih bijak memilih kemasan pangan yang aman untuk menghindari bahaya keracunan EG dan DEG.

NEWS | 29 Januari 2023

Tandan Pisang Setinggi 2 Meter Hebohkan Warga Kudus

Warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dibuat heboh dengan adanya tandan pisang yang menjulur dari atas sampai ke bawah setinggi 2 meter.

NEWS | 29 Januari 2023

Jembatan Putus, 4 Anggota TNI dan Polri Hilang di Sungai Digoel Papua

Tiga anggota Polri dan satu anggota TNI dikabarkan hilang di Sungai Digoel, Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jalur Semarang-Grobogan Ambles Sepanjang 25 Meter

Jalur utama yang menghubungkan antara Kabupaten Grobogan dengan Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gubug, Grobogan, ambles.

NEWS | 29 Januari 2023

7 Pelaku Perusakan Bus Persis Solo Ditangkap Polisi

Polres Tangerang Selatan menangkap tujuh suporter yang diduga pelaku perusakan bus Persis Solo usai pertandingan melawan Persita Tangerang, Sabtu (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Masuki Peralihan Musim, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca pada saat peralihan musim.

NEWS | 29 Januari 2023

Pura-pura Hendak Salat Duha, Pasangan Suami Istri Curi Kotak Amal Terekam CCTV

Pasangan suami istri yang berpura pura hendak menjalankan salat Duha terekam kamera pengawas CCTV mencuri uang dalam kotak amal masjid.

NEWS | 29 Januari 2023

Serahkan Diri, Sopir Audi Tersangka Penabrak Mahasiswi Cianjur Diperiksa Polisi

Sopir Audi A6 berinisial SG, tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswi Cianjur, Selvi Amalia Nuraini sedang diperiksa Polres Cianjur. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat selama tiga hari ke depan.

NEWS | 29 Januari 2023

Banjir di Jalan Bangun Nusa Raya Cengkareng karena Drainase Buruk

Banjir yang kerap melanda Jalan Bangun Nusa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat disebabkan sistem drainase yang buruk.  

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

EKONOMI | 19 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE