Mahfud: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dapat Cegah Korupsi
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-5.79)   |   COMPOSITE 6258.57 (-56.46)   |   DBX 1209.79 (-1.54)   |   I-GRADE 185.201 (-1.44)   |   IDX30 531.719 (-6.43)   |   IDX80 142.034 (-1.29)   |   IDXBUMN20 420.424 (-5.86)   |   IDXESGL 146.593 (-1.21)   |   IDXG30 145.132 (-1.32)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-4.47)   |   IDXQ30 151.699 (-1.64)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-2.95)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-2.49)   |   IDXV30 142.342 (-1.61)   |   INFOBANK15 1078.54 (-18.53)   |   Investor33 455.425 (-4.76)   |   ISSI 183.228 (-0.83)   |   JII 646.305 (-1.31)   |   JII70 225.666 (-0.56)   |   KOMPAS100 1262.11 (-10.58)   |   LQ45 987.949 (-11.42)   |   MBX 1725.55 (-17.65)   |   MNC36 336.055 (-3.58)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.21)   |   SMInfra18 316.891 (-0.91)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-4.55)   |  

Mahfud: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dapat Cegah Korupsi

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:16 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dapat mencegah praktik korupsi. SPBE pun menjadikan pelayanan publik semakin efektif.

“SPBE dapat meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah, serta dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Mahfud di kantor Kementerian PAN dan RB, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Pada kesempatan itu, Mahfud meresmikan Aplikasi Umum SPBE Bidang Kearsipan Dinamis dan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik. “Dengan penerapan SPBE akan dapat menekan belanja teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” ujar Mahfud.

Mahfud menyatakan penggunaan TIK sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam birokrasi di Indonesia. Namun, implementasi TIK masih bersifat suka-suka. Diungkapkan, saat ini terdapat 2.700 pusat data pada 63 instansi pusat dan daerah.

Anggaran pengelolaan pusat data itu sekitar Rp 8,1 triliun per tahun. Lebih lanjut dikatakan, Indonesia juga mempunyai 27.400 database multi platform dan standar yang tidak terintegrasi dengan potensi biaya Rp 15 triliun per tahun.

Mahfud mengapresiasi SPBE yang dibuat Kementerian PAN dan RB. Mahfud pun memuji Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo. “Selamat. Artinya Saudara paham ke depan tidak boleh main-main, harus cepat. Lebih cepat kesiapan pelayanan daripada orang yang minta dilayani,” ujar Mahfud.

Mahfud kembali menegaskan SPBE sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. “Kita harus bikin sistem kearsipan dan sistem aplikasi yang bisa lebih mudah,” kata Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU: DPT Pilkada 2020 Capai 100.359.152 Jiwa

KPU mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2020 sebanyak 100.359.152 jiwa.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Barisan Muda PAN Dukung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan

Bobby Nasution menyampaikan apresiasi dan berterima kasih atas dukungan Barisan Muda PAN.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Airlangga: Golkar Institute untuk Lahirkan Politisi Tangguh

Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pendirian Golkar Institute untuk melahirkan pemimpin yang menjadi politisi tangguh.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Penelusuran Kesalahan Teknis UU Suatu Kewajaran

Saat pandemi Covid-19ini, prosedur pembuatan hukum dan lain-lain tidak bisa disamakan dengan situasi biasa.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Diapresiasi, Quality Control UU Ciptaker yang Dilakukan Kemsetneg

Apabila tidak ada titik temu dalam suatu pasal atau ayat pada pembicaraan tingkat I, maka diambil keputusan saat tingkat II.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Pesan AHY untuk Paslon, Ketua DPD PD Jabar: Utamakan Sopan Santun

Aspirasi dari pemilih pun ikut didengar. Rata-rata masyarakat menginginkan berat murah dan sebagainya.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Fokus Urus Covid-19, Ganjar Enggan Komentari Hasil Survei

"Aku tak ngurusi mudik wae, ora indikator (saya mengurusi mudik saja, bukan indikator)" kata Ganjar.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies

Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas 18,7 %, disusul Prabowo Subianto 16,8 % dan Anies Baswedan 14,4 %.

POLITIK | 25 Oktober 2020

Survei: Proses Demokratisasi Mengalami Pelemahan

Dukungan terhadap demokrasi sebagai sistem pemerintahan memang masih tinggi yaitu mencapai 62%.

POLITIK | 25 Oktober 2020

Pilkada di Tengah Pandemi Munculkan Kebingungan Publik

Hinca Pandjaitan berpendapat, pelaksanaan pilkada serentak 2020 yang jadi digelar di tengah pandemi saat ini telah memunculkan kebingungan di masyarakat.

POLITIK | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS