Survei IPO: 60% Responden Dukung Perombakan Kabinet
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (8.82)   |   COMPOSITE 6241.8 (68.04)   |   DBX 1333.51 (-12.01)   |   I-GRADE 179.858 (2.67)   |   IDX30 503.524 (8.74)   |   IDX80 135.789 (2.24)   |   IDXBUMN20 398.467 (7.89)   |   IDXESGL 139.553 (2.49)   |   IDXG30 143.497 (2.3)   |   IDXHIDIV20 443.737 (8.28)   |   IDXQ30 144.387 (2.5)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (6.72)   |   IDXV30 133.969 (2.16)   |   INFOBANK15 1035.98 (29.12)   |   Investor33 433.033 (8.8)   |   ISSI 183.362 (0)   |   JII 631.454 (-2.55)   |   JII70 222.641 (-0.26)   |   KOMPAS100 1216.23 (16.51)   |   LQ45 944.747 (16.83)   |   MBX 1692.89 (24.29)   |   MNC36 320.866 (5.9)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.71)   |   SMInfra18 307.272 (6.78)   |   SRI-KEHATI 367.359 (7.96)   |  

Survei IPO: 60% Responden Dukung Perombakan Kabinet

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:31 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Mayoritas publik mendukung perombakan kabinet. Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO), sebanyak 60% setuju apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle.

“Berdasarkan temuan survei kami, ada 60% responden setuju reshuffle, 22% tidak setuju, dan 18% memilih tidak tahu/tidak menjawab,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah saat merilis survei sekaligus diskusi bertajuk “Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024”, Rabu (28/10/2020).

Survei digelar pada 12-23 Oktober 2020. Survei menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Temuan lainnya, terdapat beberapa figur yang dianggap layak untuk masuk kabinet. Misalnya Susi Pudjiastuti (40,1%), Arief Yahya (35,7%), Dahlan Iskan (32,3%), Ignasius Jonan (26,6%), Sandiaga Uno (23,9%), Rizal Ramli (20,2%), nama lainnya berada pada angka di bawah 20%.

Dedi juga menanggapi pertanyaan faktor penyebab Jokowi belum melakukan reshuffle. Dedi mengungkap, berkaca pada periode pertama kepemimpinan Jokowi, reshuffle memang diputuskan pada 12 Agustus 2015 atau belum setahun masa pemerintahan kala itu.

“Kenapa reshuffle sekarang alot sekali pada awal periode kedua Pak Jokowi? Salah satunya karena porsi besar dari partai koalisi di kabinet itu besar sekali. Kalau Pak Jokowi ingin reshuffle, tentu harus berkoordinasi dengan anggota koalisi,” ujar Dedi.

Pada kesempatan itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, reshuffle memang merupakan hak prerogatif presiden. Namun, menurut Mardani, Jokowi harus segera memutuskan ada atau tidaknya perombakan kabinet. Hal ini mengingat sorotan publik terhadap kinerja sejumlah kementerian.

“Buat saya soal reshuffle, kita tunggu Pak Jokowi. Setahun lebih kinerja kementerian masih ada yang belum optimal. Ke depan perlu dipertimbangkan zaken kabinet. Kita harus promosikan orang-orang profesional,” kata Mardani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peneliti LIPI: Ganjar Pranowo Sosok yang Dekat dengan Rakyat

Ganjar Pranowo merupakan sosok politikus yang mampu dekat dengan wong cilik.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Survei Kinerja Menteri, Sri Mulyani dan Kementerian BUMN Tertinggi

Tingkat kepuasan publik atas Sri Mulyani dari sisi kinerja ketokohan mencapai 61%, disusul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada angka 57%.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Kalahkan Prabowo, Elektabilitas Ganjar Pranowo Puncaki Survei IPO

Elektabilitas Ganjar Pranowo berada di angka 17.9%, mengalahkan Prabowo Subianto yang dipilih 16,4% responden.

POLITIK | 28 Oktober 2020

PDIP Persembahkan Kantor Baru 5 Lantai untuk Megawati

Gedung kantor baru ini dipersembahkan khusus untuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang lahir di kota yang pernah menjadi ibukota RI tersebut.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Hari Sumpah Pemuda, Megawati Resmikan 13 Kantor Partai

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bakal meresmikan 13 kantor, satu patung Soekarno dan satu sekolah partai.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Survei Parpol Y-Publica: Elektabilitas Gerindra Melorot, PDIP dan PSI Naik

PDIP tetap unggul dengan elektabilitas 31,2%, sementara Gerindra turun ke 13,8%.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Survei Y-Publica: Ganjar Tempel Ketat Elektabilitas Prabowo

Elektabilitas Prabowo 16,5%, Ganjar 16,1%, Ridwan Kamil 11,8%,dan Anies 8,6%.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Y-Publica: Wacana Jabatan Presiden Hanya 1 Periode 7-8 Tahun Mengemuka

Sebanyak 80,2 persen responden mengaku belum mengetahui wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi 7-8 tahun dan dibatasi hanya 1 periode.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Pengamat: Prabowo-Puan Ditandemkan, Ganjar Bakal Direkrut Nasdem

Jika ingin maju sebagai calon presiden, Ganjar harus membuka komunikasi politik dengan partai lain, seperti Nasdem.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Demokrat Dorong Nelayan Produktif saat Pandemi Covid-19

Ibas mengajak para nelayan untuk tetap produktif walau di tengah-tengah kendala pandemi Covid-19

POLITIK | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS