Pemilu Serentak 2024 Dinilai Lebih Banyak Mudarat Dibandingkan Manfaatnya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemilu Serentak 2024 Dinilai Lebih Banyak Mudarat Dibandingkan Manfaatnya

Selasa, 17 November 2020 | 10:29 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - DPR mempertimbangkan untuk membatalkan Pemilu Serentak 2024 dan akan menerapkan pemilu nasional dan daerah. Pertimbangan tersebut dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap Pemilu 2019.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai pemilu serentak akan lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Menurut Adi, tentunya DPR sudah melakukan pertimbangan terkait dengan rencana pembatalan Pemilu Serentak di 2024.

“Tentu sudah ada pertimbangannya. Diantaranya seperti ada pertimbangan teknis dan subtantif,” kata Adi Prayitno, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Di sisi lain, pemisahan antara pemilu nasional dan daerah akan lebih banyak manfaatnya dengan mempertimbangkan aspek teknis dan substantif.

Secara teknis, pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 yang akan menggabungkan antara pemilu presiden (pilpres), pemilu legislatif (pileg), pemilihan kepala daerah (pilkada) akan sangat rumit pelaksanaanya.

“Lihat saja, bagaimana pelaksanaan pemilu serentak sebelumnya. Jika 2024 dilaksanakan Pemilu serentak yang pesertanya lebih banyak, maka satu orang bisa mencoblos 10 kertas,” ungkap Adi.

Demikian juga dari sisi substantif, jika pada 2024 dilaksanakan pemilu serentak, maka masyarakat akan disuguhi janji calon presiden, janji kepala daerah, janji calon anggota legislatif, dan lain sebagainya.

“Pada level subtansi akan semakin rumit, masyarakat akan disuguhi janji calon presiden, janji kepala daerah dan lain-lain padahal memori masyarakat kita tidak terlampau kuat,” ucap Adi.

Belum lagi ketika menilik dari potensi adanya kesalahan pencoblosan, kesiapan penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah dipertimbangkan matang-matang berkaca dari pengalaman pemilu serentak lalu.

“Kemarin saja (pemilu) serentak babak belur, energi masyarakat tumpah ruah dalam satu event. Isunya saling berbauran dan terjadi pembelahan yang cukup ekstrem,” kata Adi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Basarah: Rasulullah Melarang Keras Mendoakan Orang Cepat Wafat

Doa tokoh FPI dinilai bertentangan dengan akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

POLITIK | 17 November 2020

Usulan Angka Parliamentary Threshold Masih Berbeda-beda

Usulan angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen untuk Pemilu 2024 masih berbeda-beda.

POLITIK | 17 November 2020

Masinton Kecam Doa supaya Orang Kena Musibah

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu mengecam adanya doa agar orang terkena musibah.

POLITIK | 17 November 2020

Soroti Doa Umur Pendek, Sahroni: Jelas Provokasi dan Ujaran Kebencian

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti doa yang dibawakan tokoh FPI, Idrus Jamalullail dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, belum lama ini.

POLITIK | 17 November 2020

Mahfud MD: Melakukan Kerumunan Tanpa Prokes Bisa Berakibat Fatal

"Orang yang sengaja melakukan kerumunan massa tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi 'pembunuh potensial' terhadap kelompok rentan."

POLITIK | 17 November 2020

HUT Ke-6, Plt Ketum PSI Beri 6 Instruksi kepada Seluruh Kader

Momen ulang tahun saat tepat bagi PSI menegaskan diri bahwa partai politik harus selalu kembali ke rakyat, dan membantu secara konkret di masa sulit.

POLITIK | 16 November 2020

Wacana DPR Review Pemilu Serentak 2024 Tuai Dukungan

Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir, mendukung langkah DPR yang mempunyai rencana untuk me-review kembali rencana Pemilu Serentak 2024.

POLITIK | 16 November 2020

Nurul Arifin Usul 30% Caleg Perempuan Harus di Nomor Urut 1

Menurut Nurul, parpol harus meletakkan minimal 30 persen caleg perempuan pada nomor urut 1 saat pemilu.

POLITIK | 16 November 2020

Nurul Arifin Minta Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga Dihentikan

Menurut Nurul Arifin, RUU Ketahanan Keluarga belum terlalu penting untuk dibahas lebih lanjut.

POLITIK | 16 November 2020

Lazarus: Doa Penuh Kebencian Petinggi FPI Takkan Dikabulkan Tuhan

Menurut Lazarus doa yang penuh dengan kebencian tidak akan dikabulkan Tuhan.

POLITIK | 16 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS