Pandemi Jadi Salah Satu Penyebab Kemunduran Demokrasi di RI
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi Jadi Salah Satu Penyebab Kemunduran Demokrasi di RI

Selasa, 17 November 2020 | 14:29 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 sedikit banyak menjadi salah satu penyebab kemunduran demokrasi di Indonesia. Alasannya dalam penanganan Covid-19, pemerintah lebih menonjolkan penyelamatan ekonomi ketimbang nyawa manusia.

Direktur Center for Media and Democracy, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto, menilai, situasi kemunduran demokrasi biasanya ditandai berbagai kondisi. "Di antaranya konsolidasi oligarki yang diiringi pemberantasan oposisi, pengingkaran aturan main demokratis, toleransi atau anjuran terhadap kekerasan serta pembatasan kebebasan sipil dan media," kata Wijayanto, dalam webinar "Nasib Demokrasi di Masa Pandemi", yang digagas LP3ES, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Menurut Wijayanto, pada akhir 2019, LP3ES telah menerbitkan outlook demokrasi yang mengabarkan kemunduran demokrasi dan kecenderungan putar balik ke arah otoriterisme. Outlook juga meramalkan tentang makin suramnya masa depan demokrasi Indonesia di 2020. "Sayangnya, justru saat ini gambaran tersebut semakin nyata. Salah satunya tidak lain karena penanganan pandemi yang salah," ucap Wijayanto.

Dijelaskan Wijayanto, situasi pandemi yang tengah dihadapi sudah menjadi prakondisi saat Indonesia melakukan penanganan. Hasilnya, kebijakan yang dikeluarkan tidak menempatkan nyawa manusia dan nasib warga sebagai hal utama.

Dia mencontohkan, bagaimana terjadi komunikasi yang buruk di massa prakrisis. Saat para ilmuwan, hingga tokoh masyarakat memperingatkan bahaya Covid-19, pemerintah justru mengabaikannya. "Komunikasi buruk terus berlanjut di masa krisis. Sehingga pemberian bantuan lambat. Saat kurva corona terus menanjak, new normal ekonomi malah diberlakukan," ucapnya.

Tidak sampai di situ, saat curva Covid-19 terus menanjak dan banyak calon kepala daerah terkena corona, pilkada justru diputuskan berjalan terus. Berbagai peringatan dari masyarakat sipil, ormas seperti NU dan Muhammadiyah juga diabaikan.

Menurut Wijayanto, saat ini merupakan tahun nestapa demokrasi dan berada di titik nadir. Elite oligarki mengkonsolidasikan diri, berhenti mendengar dan memaksakan kehendaknya. "Di sisi lain, kondisi itu menyebabkan masyarakat sipil semakin melemah. Ruang publik dimampatkan dan negara kehilangan ruhnya sebagai res publica," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan Konsultasi Publik Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Konsultasi publik akan melibatkan semua asosiasi usaha, serikat pekerja, para ahli dan praktisi terkait, seluruh media dan para akademisi.

POLITIK | 17 November 2020

Sahroni Minta Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Khianati Pancasila

Anggota MPR Ahmad Sahroni meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi ajakan mengkhianati Pancasila.

POLITIK | 16 November 2020

Kualitas Demokrasi Pengaruhi Sistem Jaminan Sosial

Situasi demokrasi Indonesia saat ini sudah masuk dalam kategori otoritarianisme yang kompetitif.

POLITIK | 16 November 2020

Elektabilitas PDIP, PSI, dan PKS Meningkat

Dalam tiga bulan terakhir partai-partai politik mengalami penurunan elektabilitas.

POLITIK | 16 November 2020

Pemilu Serentak 2024 Dinilai Lebih Banyak Mudarat Dibandingkan Manfaatnya

DPR mempertimbangkan untuk membatalkan Pemilu Serentak 2024 dan akan menerapkan pemilu nasional dan daerah.

POLITIK | 17 November 2020

Basarah: Rasulullah Melarang Keras Mendoakan Orang Cepat Wafat

Doa tokoh FPI dinilai bertentangan dengan akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

POLITIK | 17 November 2020

Usulan Angka Parliamentary Threshold Masih Berbeda-beda

Usulan angka parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen untuk Pemilu 2024 masih berbeda-beda.

POLITIK | 17 November 2020

Masinton Kecam Doa supaya Orang Kena Musibah

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu mengecam adanya doa agar orang terkena musibah.

POLITIK | 17 November 2020

Soroti Doa Umur Pendek, Sahroni: Jelas Provokasi dan Ujaran Kebencian

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti doa yang dibawakan tokoh FPI, Idrus Jamalullail dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, belum lama ini.

POLITIK | 17 November 2020

Mahfud MD: Melakukan Kerumunan Tanpa Prokes Bisa Berakibat Fatal

"Orang yang sengaja melakukan kerumunan massa tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi 'pembunuh potensial' terhadap kelompok rentan."

POLITIK | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS