Survei: Anak Muda Kurang Antusias Sambut Pilkada 2020
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei: Anak Muda Kurang Antusias Sambut Pilkada 2020

Selasa, 24 November 2020 | 16:34 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Anak muda usia 17-30 tahun kurang antusias menyambut pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Alasannya, pelaksanaan Pilkada tidak banyak memberikan banyak perubahan bagi daerah yang melaksanakan Pilkada, terutama bagi mereka yang berusia muda.

“Hanya 27% yang menyambut antusias pelaksanaan Pilkada di daerahnya. Lebih banyak menganggap biasa-biasa saja yaitu 52%. Sementara yang tidak antusias mencapai 14%,” kata Komisaris Warga Muda Wildanshah dalam paparan hasil survei atau jajak pendapat “Harapan dan Persepsi Anak Muda Terhadap Pilkada 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Survei merupakan kerja sama Warga Muda, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Campaign.com, Golongan Hutan dan Change.org Indonesia. Survei dilakukan selama 1 bulan, antara 12 Oktober-10 November 2020. Survei dilakukan secara daring (online) yang disebarkan melalui kanal-kanal media sosial, aplikasi percakapan, website dan email pengguna Change.org Indonesia, serta jejaring mitra penyelenggara. Survei dilakukan terhadap 9.087 responden yang tersebar di 34 provinsi. Mayoritas responden survei yaitu 82% adalah anak muda di rentang usia 17-30 tahun yang merupakan warga muda aktif pengguna media sosial. Data KPU pada Pemilu 2019 menyebutkan pemilih muda pada usia 17-30 tahun mencapai 60 juta orang atau sekitar 31% dari total Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Wildanshah menyebut hasil survei memperlihatkan dari 27% anak muda yang antusias menyambut pilkada, ada 55% merasa antusias karena ingin daerahnya maju dan berkembang. Kemudian 26% ingin punya pemimpin yang lebih baik. Lalu ada 13% yang ingin terpenuhinya hak konstitusional masyarakat. Sementara 2% ingin mempertahankan pemimpin yang ada.

Adapun alasan anak muda tidak antusias menyambut Pilkada karena terlalu beresiko dengan adanya pandemi Covid-19 (44%), Pilkada atau tidak sama saja tidak membawa perubahan bagi kaum muda (34%). Alasan lainnya adalah tidak ada kandidat yang bagus (11%), merasa masal ikut Pilkada (4%) dan saat coblos sedang kerja atau di luar daerah (2%).

Peneliti dari Perludem Maharddhika menyebut 81% anak muda mengetahui pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Hanya 14% yang tidak mengetahui adanya Pilkada di daerahnya.

Namun dari anak muda yang mengetahui adanya Pilkada, hanya 19% yang mengetahui rekam jejak calon kepala daerah di daerahnya. Ada 62% yang sama sekali tidak mengetahui rekam jejak para calon.

“Hasil lainnya adalah ada 46% anak muda yang mengetahui calon di daerahnya. Namun 43% mengakui tidak tahu calon yang maju di daerahnya,” tutur Maharddhika.

Dia menyebut hasil survei yang ada merupakan tanda bahaya, karena dapat diartikan, anak muda masih kurang peduli dengan calon pemimpin di daerah mereka. Atau yang terjadi sebaliknya, calon pemimpin daerah memang masih begitu berjarak dengan pemuda-pemudi di daerahnya sendiri.

“Ini bisa jadi akibat kurangnya interaksi, sosialisasi, kontribusi, dan kolaborasi antara pemimpin daerah bersama komunitas-komunitas anak muda di daerahnya,” ujar Maharddhika.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasangan Mahyeldi-Audy Silaturahmi dengan Suharso Monoarfa

Turunnya Suharso Monoarfa ke Sumbar sebuah bukti keseriusan memenangkan pasangan Mahyeldi-Audy.

POLITIK | 24 November 2020

Polda Sumut Identifikasi 1.352 TPS Rawan Kericuhan

Potensi kericuhan ini masuk dalam dua kategori yakni, rawan kericuhan dan sangat rawan.

POLITIK | 24 November 2020

Surya Paloh Positif Covid-19 Dirawat di RSPAD

Saat ini, Surya Paloh tengah observasi dan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan pengobatan lanjutan.

POLITIK | 23 November 2020

Puskapol UI: Fokus KPPS, Sirekap Belum Mendesak

Puskapol Sirekap pada Pilkada Serentak 2020 belum mendesak. Hal paling mendesak sekarang yakni pembentukan KPPS karena Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi.

POLITIK | 23 November 2020

Jokowi Minta Laporan Kepastian Vaksin Covid-19 Didatangkan ke Indonesia

"Ini sampai di tangan kita kapan karena mestinya proses-proses administrasi, proses-proses pembayaran mestinya sudah dilakukan,” kata Jokowi.

POLITIK | 23 November 2020

Jokowi: Tegakkan Aturan Protokol Kesehatan dalam Pilkada

“Saya juga minta kepada Mendagri, Kapolri dan Satgas di daerah untuk memberi perhatian khusus pada proses Pilkada,” kata Jokowi.

POLITIK | 23 November 2020

Legislator: Instruksi Mendagri Pengingat Penegakan Protokol Kesehatan

Legislator Zulfikar Arse Sadikin menilai Instruksi Mendagri 6/2020 mengingatkan kepala daerah agar tidak lengah dalam menegakkan protokol kesehatan.

POLITIK | 22 November 2020

Pengamat: Instruksi Mendagri Sebagai Peringatan untuk Kepala Daerah

Instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berisi ancaman pemecatan kepala daerah merupakan bentuk peringatan.

POLITIK | 22 November 2020

Instruksi Mendagri Bisa Menjadi Gerakan Politik Pemecatan Kepala Daerah

Instruksi Mendagri bisa memicu gerakan politik lokal, melalui DPRD untuk kemudian memakzulkan Kepala Daerah.

POLITIK | 22 November 2020

Debat Sesi I Pilwalkot Cilegon, Ratu Ati Soroti Persoalan Limbah Industri

Pasangan calon Pilwalkot Cilegon nomor urut 2, Ratu Ati Marliati-Sokhidin menyinggung soal pemanfaatan limbah yang hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.

POLITIK | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS