Reshuffle Menyeluruh Disebut Berpeluang pada Awal Tahun
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Reshuffle Menyeluruh Disebut Berpeluang pada Awal Tahun

Kamis, 26 November 2020 | 19:18 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyebut bahwa reshuffle atau perombakan kabinet menyeluruh berpeluang dilakukan awal tahun 2021. Konstelasi politiknya, menurut Yunarto, lebih mudah dihitung.

“Hitung-hitungan saya, reshuffle menyeluruh baru bisa dilakukan setelah Pilkada selesai. Lalu mungkin terkait penentuan Kapolri di bulan Januari. Hitung-hitungan konstelasi politiknya lebih mudah dikalkulasi setelah dua momen besar itu,” kata Yunarto kepada SP, Kamis (26/11/2020).

Yunarto menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu melakukan reshuffle total, apalagi jika hanya terkait pengisian kursi Menteri Kelautan dan Perikanan akibat mundurnya Edhy Prabowo. “Enggak usah dipaksakan reshuffle keseluruhan,” ujar Yunarto.

Lebih lanjut Yunarto menambahkan, reshuffle besar tidak perlu dipaksakan. Sebab banyak faktor yang harus dihitung jika hal itu dilakukan. Pertama, terkait utak-atik puzzle jatah politik. Kedua, jangan terburu-buru mengganti menteri dalam jumlah banyak dengan waktu cepat hanya karena satu posisi.

“Malah menurut saya, berpotensi membuat keterburu-buruan dan kualitas yang berpotensi akan dikorbankan. Jadi menurut saya sih secepatnya saja ganti Menteri Kelautan dan Perikanan dengan orang yang dianggap tepat,” ucap Yunarto.

Yunarto menjelaskan terdapat tiga pilihan untuk mengisi pos Menteri Kelautan dan Perikanan definitif. Pertama, mengangkat kembali Susi Pudjiastuti. Dikatakan, dorongan publik terhadap Susi juga masih relatif tinggi.

“Dukungan publik kuat, tetapi risiko politiknya adalah bagaimana posisi Gerindra? Lalu bagaimana penerimaan internal KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang kita tahu sekarang banyak orang Edhy Prabowo,” kata Yunarto.

Kedua, memilih salah satu direktur jenderal yang dianggap memiliki kemampuan. Artinya, presiden memilih menteri berdasarkan jalur birokrasi. Namun, konsekuensinya publik akan bertanya-tanya, khususnya kemungkinan upaya menutupi kasus yang menimpa Edhy.

Ketiga, memilih Menteri Kelautan dan Perikanan dari kader Gerindra. Hal ini dianggap tidak menjadi beban politik baru, apalagi konflik politik dalam konteks jatah politik. “Harus ada konsekuensi andai kata yang dipilih orang Gerindra, harus orang yang dianggap mampu,” ujar Yunarto.

Yunarto menambahkan sosok kader Gerindra yang dipilih juga harus mempunyai popularitas dan penerimaan publik cukup tinggi. “Kalau ditanya siapa? Misal, bisa saja nama Sandiaga Uno. Menarik menjadi salah satu pilihan,” imbuh Yunarto.

Yunarto menuturkan nama Sandiaga cukup populer dan belakangan sifatnya netral. Dikatakan, Sandiaga juga berteman baik dengan Susi. “Hubungan manajerialnya Sandiaga juga bagus. Tinggal bisakah dia tunjukkan tidak memiliki conflict of interest?” ucap Yunarto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Survei SMRC: 57 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Suka Rizieq

Hasil survei SMRC menemukan bahwa sebanyak 57 persen masyarakat tidak menyukai Rizieq Syihab.

POLITIK | 26 November 2020

Gerindra Tak Mau Suuzan Penangkapan Edhy Prabowo karena Pilkada 2020

Kasus dugaan korupsi yang menimpa kader utamanya, Edhy Prabowo, tak membuat Partai Gerindra surut dalam upaya pemenangan Pilkada Serentak 2020.

POLITIK | 26 November 2020

Dasco: Edhy Sudah Mengundurkan Diri dari Gerindra, Kami Terima

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya menerima pengunduran diri Edhy yang tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra.

POLITIK | 26 November 2020

Jangan Sampai Persatuan Rusak karena Pilkada

Jangan karena adanya pilkada pedoman Empat Pilar dilupakan.

POLITIK | 26 November 2020

Presiden Jokowi Tegaskan Semangat Dakwah Adalah Merangkul, Bukan Memukul

Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian.

POLITIK | 25 November 2020

Politisi PDIP Minta UMKM Abal-abal Penerima Stimulus Diberantas

Hendrawan Supratikno meminta pembenahan data secepatnya direalisasikan agar tidak ada lagi UMKM abal-abal yang menerima stimulus.

POLITIK | 25 November 2020

Dedi Mulyadi: Ekspor Benih Lobster Memang Harus Dihentikan

Benih lobster seharusnya dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal dan menguntungkan nelayan.

POLITIK | 25 November 2020

Politisi Demokrat Sudah Ingatkan Menteri Edhy soal Ekspor Benur

"Ekspor benih lobster dari awal sudah kami ingatkan karena kita sebagai produsen lobster tentu harus dijaga, jangan malah ekspor benih," kata Bambang.

POLITIK | 25 November 2020

Gerindra DKI Prihatin atas OTT Menteri Edhy Prabowo

DPP Gerindra masih menunggu keterangan dari KPK.

POLITIK | 25 November 2020

Golkar Sumut Targetkan Kemenangan 70% di Pilkada Serentak

Kegiatan sosial yang sifatnya menyentuh masyarakat, supaya lebih ditingkatkan ke depannya.

POLITIK | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS