M Qodari: Sandiaga Uno dan Fadli Zon Calon Pengganti Menteri Kelautan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

M Qodari: Sandiaga Uno dan Fadli Zon Calon Pengganti Menteri Kelautan

Kamis, 26 November 2020 | 20:41 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan pengunduran dirinya sebagai menteri.

Untuk mengisi kekosongan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan diangkat menjadi Pelaksana tugas Menteri Kelautan dan Perikanan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memprediksi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan tetap akan menjadi jatahnya Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto. Menurutnya, terdapat lima nama dari elite Gerindra yang paling berpeluang menggantikan posisi yang ditinggalkan Edhy Prabowo, yaitu Sandiaga Uno, Fadli Zon, Sugiono, Sufmi Dasco dan Ahmad Muzani.

“Jadi tentunya yang paling berpeluang adalah dari tokoh Gerindra, dilihat dari latar belakang kelima nama elit Partai Gerindra yang berpeluang masuk menggantikan Edhy Prabowo sebetulnya ada dua nama, Sandiaga Uno dan Fadli Zon,” kata Qodari, Kamis (26/11/2020).

Pengganti Edhy Prabowo, kata Qodari memiliki beberapa kriteria seperti Edhy Prabowo. Di antaranya punya jabatan tinggi di partai dan memiliki kedekatan sejarah dan pribadi dengan sang ketua umum Prabowo Subianto.

“Kalau kita lihat latar belakang Edhy Prabowo itu punya beberapa ciri. Pertama, jabatannya tinggi yaitu Wakil Ketua Umum Gerindra, kedua punya sejarah kedekatan pribadi dengan pak Prabowo,” ungkapnya.

Qodari beralasan peluang Sandiaga Uno menduduki orang nomor satu di KKP, sebab Sandiaga Uno merupakan calon wakil Presiden Prabowo pada Pilpres 2019, sehingga rekonsiliasi politik akan semakin komplit dan berpeluang kinerjanya menjadi lebih bagus.

“Kemungkinan Sandiaga Uno untuk menjadi menteri, sangat menarik karena apa, karena Sandiaga Uno itu calon wakil Presiden dari Prabowo, jadi kalau dia masuk wah komplit ini rekonsiliasi politik. Dan di sisi yang lain dengan masuknya Sandiaga Uno maka harusnya peluang kinerja yang lebih bagus juga akan terjadi,” bebernya.

Qodari berkeyakinan Sandiaga Uno tidak akan mengulang perbuatan menteri sebelumnya yang diduga melakukan tindak pidana korupsi, karena sosok Sandiaga Uno dinilai sudah sangat kaya jika dibandingkan Edhy Prabowo.

“Saya haqul yakin sih tidak sampai korupsi apa lagi buat beli barang-barang mewah, karena Sandiaga Uno sudah amat sangat kaya, dia tidak perlu korupsi untuk bisa beli barang-barang mewah yang dibeli Edhi Prabowo dan istrinya di Hawai itu,” terangnya.

Lanjut Qodari, sosok Menteri KKP selanjutnya juga harus lebih baik untuk menutupi citra buruk yang ditimbulkan pendahulunya.

“Jadi menteri pengganti Edhy Prabowo harus jauh lebih bagus, karena harus menutup citra yang jelek dari yang ditimbulkan Edhy Prabowo dan saya melihat potensi itu ada di Sandiaga Uno,” tutur Qodari.

Sementara peluang Fadli Zon, lanjut Qodari, jika ditarik menjadi pejabat menteri juga akan menarik, sebab meskipun Partai Gerindra sudah berkoalisi dengan pemerintah, namun posisi Fadli Zon yang berada di DPR kerap melontarkan kritik bagi pemerintah.

“Fadli Zon jadi menteri KKP akan sangat menarik melihat bagaimana dia jika menjalankan peran sebagai Menteri KKP sebagai bagian dari eksekutif karena selama beliau di posisi legislatif banyak dan sering sekali melakukan kritik-kritik. Nah, bisa tidak kinerjanya nanti lebih bagus dari pada kritik-kritik yang ia berikan, bahkan lebih bagus dari menteri-menteri yang lain,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendagri: 884.904 Pemilih Pilkada 2020 Belum Rekam E-KTP

Mendagri Tito Karnavian menyebut pihaknya telah melakukan rekonsiliasi data daerah-daerah mana saja yang belum melakukan perekaman.

POLITIK | 26 November 2020

Reshuffle Menyeluruh Disebut Berpeluang pada Awal Tahun

Perombakan kabinet menyeluruh berpeluang dilakukan awal tahun 2021.

POLITIK | 26 November 2020

Survei SMRC: 57 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Suka Rizieq

Hasil survei SMRC menemukan bahwa sebanyak 57 persen masyarakat tidak menyukai Rizieq Syihab.

POLITIK | 26 November 2020

Gerindra Tak Mau Suuzan Penangkapan Edhy Prabowo karena Pilkada 2020

Kasus dugaan korupsi yang menimpa kader utamanya, Edhy Prabowo, tak membuat Partai Gerindra surut dalam upaya pemenangan Pilkada Serentak 2020.

POLITIK | 26 November 2020

Dasco: Edhy Sudah Mengundurkan Diri dari Gerindra, Kami Terima

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya menerima pengunduran diri Edhy yang tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra.

POLITIK | 26 November 2020

Jangan Sampai Persatuan Rusak karena Pilkada

Jangan karena adanya pilkada pedoman Empat Pilar dilupakan.

POLITIK | 26 November 2020

Presiden Jokowi Tegaskan Semangat Dakwah Adalah Merangkul, Bukan Memukul

Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian.

POLITIK | 25 November 2020

Politisi PDIP Minta UMKM Abal-abal Penerima Stimulus Diberantas

Hendrawan Supratikno meminta pembenahan data secepatnya direalisasikan agar tidak ada lagi UMKM abal-abal yang menerima stimulus.

POLITIK | 25 November 2020

Dedi Mulyadi: Ekspor Benih Lobster Memang Harus Dihentikan

Benih lobster seharusnya dibiarkan tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal dan menguntungkan nelayan.

POLITIK | 25 November 2020

Politisi Demokrat Sudah Ingatkan Menteri Edhy soal Ekspor Benur

"Ekspor benih lobster dari awal sudah kami ingatkan karena kita sebagai produsen lobster tentu harus dijaga, jangan malah ekspor benih," kata Bambang.

POLITIK | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS