Ketua DPR: Pemerintah Harus Ubah Strategi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Ketua DPR: Pemerintah Harus Ubah Strategi Covid-19

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:27 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Karena kasus harian Covid-19 tetap tinggi, Ketua DPR Puan Maharani menyatakan dirinya minta Pemerintah melakukan evaluasi total strategi penanganan.

Data terbaru menunjukkan jumlah penularan Covid-19 belum juga turun seperti yang diharapkan. Bahkan menembus rekor 6.000 kasus baru per hari pada akhir November, dan sejumlah rumah sakit dilaporkan penuh.

Atas kondisi itu, Puan Maharani mengungkapkan keprihatinannya.

“Dengan tembusnya rekor baru, Pemerintah harus evaluasi menyeluruh strategi penanganan pandemi ini untuk menemukan bagian apa lagi yang harus kita gencarkan," kata Puan, Kamis (3/12/2020).

Puan menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dan gotong royong yang sudah dilakukan pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melawan Pandemi Covid-19. Namun perlu menjadi catatan bagi Pemerintah bahwa jumlah kasus baru per hari telah mencetak rekor baru.

"Selama ini upaya penanggulangannya sudah luar biasa, termasuk peran tenaga kesehatan dan masyarakat. Tapi Pemerintah harus jadi motor penggerak untuk melahirkan usaha yang lebih dari luar biasa,” ungkap Puan.

Menurutnya, anggaran sangat besar sudah dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19 dan untuk mengurangi dampaknya. Langkah tracing, testing, treatment (3T) juga sudah ditingkatkan. Kesadaran masyarakat sudah meningkat untuk mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Akan tetapi, kata Puan, pemerintah harus menangkap kekhawatiran masyarakat akibat pandemi ini. Terlebih angka penularan dan korban jiwa sangat tinggi, termasuk catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebutkan 180 dokter meninggal akibat Covid-19 hingga awal Desember 2020.

“Ada baiknya kita mawas diri, introspeksi langkah penanggulangannya. Jangan sampai masyarakat lelah dan tidak mau lagi mematuhi protokol kesehatan,” ujar Puan.

Puan mendorong Pemerintah menguatkan pencegahan dari sisi hulu. Misalnya dengan memperluas bantuan vitamin dan jamu agar kesehatan dan daya imunitas masyarakat terjaga. Langkah ini dinilai penting dilakukan sambil menunggu tersedianya vaksin sebagai salah satu langkah penanggulangan Covid-19.

“Negara harus hadir membantu masyarakat. Pertimbangkan lakukan pencegahan dengan meningkatkan imunitas, berikan vitamin dan jamu herbal pada masyarakat untuk meningkatkan daya imunnya,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Hal lain yang tak kalah penting, sambung Puan, adalah menguatkan sinergi birokrasi, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk mengoptimalkan penanganan pandemi Covid-19. Puan mengingatkan agar kebijakan yang diambil harus berdasarkan data akurat dan mempertimbangkan berbagai masukan.

“Ini tentang kemanusiaan, maka sinergi sangat penting. Utamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, jangan politisasi keadaan,” ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hari Disabilitas Internasional, Momentum Perkuat Kepedulian dan Solidaritas

Dalam melindungi penyandang disabilitas, pemerintah mengubah paradigma karitatif menjadi paradigma yang human rights-based atau hak asasi manusia.

POLITIK | 3 Desember 2020

Jokowi: Tidak Boleh Ada Satupun Penyandang Disabilitas Tertinggal

Tugas pemerintah adalah memastikan semua kebijakan dapat terlaksana dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh penyandang disabilitas.

POLITIK | 3 Desember 2020

KPU: Pemenuhan APD Masih Berjalan

Komisioner KPU Divisi Logistik Pramono Ubai Tanthowi mengemukakan, pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara Pilkada 2020 masih berjalan.

POLITIK | 2 Desember 2020

Ombudsman Temukan 72 Persen KPUD Belum Salurkan APD

Ombudsman embeberkan hasil investigasi terkait kesiapan alat pelindung diri (APD) Protokol Kesehatan (prokes) pada penyelenggaraan Pilkada 2020.

POLITIK | 2 Desember 2020

Presiden Serahkan 18 Kandidat Anggota Ombudsman ke DPR

Mensesneg Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memilih 18 kandidat anggota Ombudsman.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Moeldoko Ajak Perguruan Tinggi di ASEAN Buat Rencana Bersama Pemulihan Pascapandemi

Moeldoko tegaskan perlunya kesepakatan dalam menyamakan standar protokol kesehatan yang dapat meningkatkan kepercayaan negara ASEAN.

NASIONAL | 2 Desember 2020

KSP Tegaskan Pendekatan Pada Penyandang Disabilitas Harus Berbasis HAM

Pendekatan pada penyandang disabilitas mulai bergeser dari pendekatan santunan atau karikatif menjadi berbasis HAM.

NASIONAL | 2 Desember 2020

HMI Tegaskan Netral di Pilkada Medan

HMI memastikan netral dalam kontestasi pilkada.

POLITIK | 2 Desember 2020

Cegah Covid-19, KPU Wajibkan TPS Disemprot Disinfektan

TPS harus disemprot disinfektan secara berkala untuk mencegah penyebaran Covid-19.

POLITIK | 2 Desember 2020

KPU: Pemantau Bisa Masuk TPS di Wilayah Paslon Tunggal

Pemantau yang boleh masuk TPS, harus terakreditasi dan telah terdaftar di KPU.

POLITIK | 2 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS