Logo BeritaSatu

GBHN Perlu Dihidupkan Lagi sebagai Pedoman Pembangunan

Selasa, 8 Desember 2020 | 09:33 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com – Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) perlu untuk dihidupkan lagi dan dibahas dalam amendemen UUD 1945. Keberadaan GBHN dinilai penting sebagai haluan pembangunan bangsa dan negara.

Hal itu mengemuka dalam acara focus group discussion (FGD) yang digelar Universitas Krisnadwipayana (Unkris) bersama MPR di Jakarta, Selasa (8/12/2020). Pembicara dalam seminar tersebut antara lain Rektor Unkris Ayub Muktiono, Plt Dekan Fakultas Hukum Unkris Muchtar HP, guru besar Fakultas Hukum Unkris Gayus Lumbuun, dan beberapa anggota MPR.

Advertisement

Rektor Unkris Ayub Muktiono sepakat bahwa GBHN saat ini sangat diperlukan. Namun, kata dia, GBHN yang dimaksud adalah yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal. GBHN juga harus berasal dari hasil dari diskusi dan musyarawah.

Menurut Ayub, wacana amendemen UUD 1945 belum meredup, khususnya terkait dengan amandemen terbatas yang mendorong untuk lahirnya kembali GBHN. Terkait hal tersebut, MPR membuka ruang konsultasi seluas-luasnya untuk seluruh elemen masyarakat termasuk dari kalangan kampus, seperti Unkris.

Selain GBHN, Ayub juga berpendapat, dalam pembahasan amendemen UUD 1945 juga harus ada penataan yang lebih beradab untuk keanggotaan di MPR. Penataan yang dimaksud adalah adanya unsur partai politik, adat dan budaya (kerajaan), pertahanan dan keamanan dalam hal ini TNI dan Polri, intelektual, dan rohaniawan.

Sementara itu Plt Dekan Fakultas Hukum Unkris Muchtar HP berpendapat, GBHN perlu dihidupkan kembali sebagai pedoman rencana pembangunan pemerintah yang berkelanjutan. Namun, menurut dia, keberadaan GBHN jangan sampai mengancam hubungan demokratis yang sudah terbangun antara lembaga eksekutif dan legislatif setelah Era Eeformasi.

“GBHN adalah instrumen konstitusional bagi MPR untuk mengawasi kinerja presiden,” ujar Muchtar.

Pada kesempatan yang sama, guru besar Fakultas Hukum Unkris Gayus Lumbuun mengatakan, gagasan untuk menghidupkan kembali GBHN dalam sistem ketatanegaraan Indonesia perlu memperhatikan legitimasi secara filosofis, sosiologis, dan yuridis.

"Secara filosofis, jelas dimaksudkan agar GBHN merupakan bagian dari upaya negara untuk mewujudkan tujuan bernegara, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera," ujar Gayuus.

Selain itu, kata Gayuus, secara sosiologis GBHN dimaksudkan untuk memperbaiki dan memberikan solusi terhadap masalah yang ada dalam praktik ketatanegaraan dalam rangka mewujudkan tujuan negara.

"Sementara, dari aspek yuridis, perlu legitimasi dalam bentuk landasan hukum yang kuat, baik dalam UUD 1945 maupun dalam UU yang mengatur secara tersendiri mengenai MPR," ujar Gayuus.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PDUI Minta Masyarakat Bijak Pilih Kemasan Pangan

PDUI meminta masyarakat agar lebih bijak memilih kemasan pangan yang aman untuk menghindari bahaya keracunan EG dan DEG.

NEWS | 29 Januari 2023

Tandan Pisang Setinggi 2 Meter Hebohkan Warga Kudus

Warga di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dibuat heboh dengan adanya tandan pisang yang menjulur dari atas sampai ke bawah setinggi 2 meter.

NEWS | 29 Januari 2023

Jembatan Putus, 4 Anggota TNI dan Polri Hilang di Sungai Digoel Papua

Tiga anggota Polri dan satu anggota TNI dikabarkan hilang di Sungai Digoel, Distrik Iwur Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jalur Semarang-Grobogan Ambles Sepanjang 25 Meter

Jalur utama yang menghubungkan antara Kabupaten Grobogan dengan Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gubug, Grobogan, ambles.

NEWS | 29 Januari 2023

7 Pelaku Perusakan Bus Persis Solo Ditangkap Polisi

Polres Tangerang Selatan menangkap tujuh suporter yang diduga pelaku perusakan bus Persis Solo usai pertandingan melawan Persita Tangerang, Sabtu (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Masuki Peralihan Musim, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca pada saat peralihan musim.

NEWS | 29 Januari 2023

Pura-pura Hendak Salat Duha, Pasangan Suami Istri Curi Kotak Amal Terekam CCTV

Pasangan suami istri yang berpura pura hendak menjalankan salat Duha terekam kamera pengawas CCTV mencuri uang dalam kotak amal masjid.

NEWS | 29 Januari 2023

Serahkan Diri, Sopir Audi Tersangka Penabrak Mahasiswi Cianjur Diperiksa Polisi

Sopir Audi A6 berinisial SG, tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswi Cianjur, Selvi Amalia Nuraini sedang diperiksa Polres Cianjur. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat selama tiga hari ke depan.

NEWS | 29 Januari 2023

Banjir di Jalan Bangun Nusa Raya Cengkareng karena Drainase Buruk

Banjir yang kerap melanda Jalan Bangun Nusa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat disebabkan sistem drainase yang buruk.  

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

EKONOMI | 30 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE