GBHN Perlu Dihidupkan Lagi sebagai Pedoman Pembangunan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

GBHN Perlu Dihidupkan Lagi sebagai Pedoman Pembangunan

Selasa, 8 Desember 2020 | 09:33 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com – Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) perlu untuk dihidupkan lagi dan dibahas dalam amendemen UUD 1945. Keberadaan GBHN dinilai penting sebagai haluan pembangunan bangsa dan negara.

Hal itu mengemuka dalam acara focus group discussion (FGD) yang digelar Universitas Krisnadwipayana (Unkris) bersama MPR di Jakarta, Selasa (8/12/2020). Pembicara dalam seminar tersebut antara lain Rektor Unkris Ayub Muktiono, Plt Dekan Fakultas Hukum Unkris Muchtar HP, guru besar Fakultas Hukum Unkris Gayus Lumbuun, dan beberapa anggota MPR.

Rektor Unkris Ayub Muktiono sepakat bahwa GBHN saat ini sangat diperlukan. Namun, kata dia, GBHN yang dimaksud adalah yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal. GBHN juga harus berasal dari hasil dari diskusi dan musyarawah.

Menurut Ayub, wacana amendemen UUD 1945 belum meredup, khususnya terkait dengan amandemen terbatas yang mendorong untuk lahirnya kembali GBHN. Terkait hal tersebut, MPR membuka ruang konsultasi seluas-luasnya untuk seluruh elemen masyarakat termasuk dari kalangan kampus, seperti Unkris.

Selain GBHN, Ayub juga berpendapat, dalam pembahasan amendemen UUD 1945 juga harus ada penataan yang lebih beradab untuk keanggotaan di MPR. Penataan yang dimaksud adalah adanya unsur partai politik, adat dan budaya (kerajaan), pertahanan dan keamanan dalam hal ini TNI dan Polri, intelektual, dan rohaniawan.

Sementara itu Plt Dekan Fakultas Hukum Unkris Muchtar HP berpendapat, GBHN perlu dihidupkan kembali sebagai pedoman rencana pembangunan pemerintah yang berkelanjutan. Namun, menurut dia, keberadaan GBHN jangan sampai mengancam hubungan demokratis yang sudah terbangun antara lembaga eksekutif dan legislatif setelah Era Eeformasi.

“GBHN adalah instrumen konstitusional bagi MPR untuk mengawasi kinerja presiden,” ujar Muchtar.

Pada kesempatan yang sama, guru besar Fakultas Hukum Unkris Gayus Lumbuun mengatakan, gagasan untuk menghidupkan kembali GBHN dalam sistem ketatanegaraan Indonesia perlu memperhatikan legitimasi secara filosofis, sosiologis, dan yuridis.

"Secara filosofis, jelas dimaksudkan agar GBHN merupakan bagian dari upaya negara untuk mewujudkan tujuan bernegara, yakni menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera," ujar Gayuus.

Selain itu, kata Gayuus, secara sosiologis GBHN dimaksudkan untuk memperbaiki dan memberikan solusi terhadap masalah yang ada dalam praktik ketatanegaraan dalam rangka mewujudkan tujuan negara.

"Sementara, dari aspek yuridis, perlu legitimasi dalam bentuk landasan hukum yang kuat, baik dalam UUD 1945 maupun dalam UU yang mengatur secara tersendiri mengenai MPR," ujar Gayuus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prestasi Khofifah Jadi Miniatur Indonesia Cepat Bangkit

Prestasi kepemimpinan Khofifah di Jawa Timur akan menjadi miniatur Indonesia untuk lebih cepat bangkit dan maju

POLITIK | 25 Januari 2022

Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja BNN 2021

Sejumlah anggota Komisi III DPR RI memberikan apresiasi terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kinerja sepanjang tahun 2021.

POLITIK | 24 Januari 2022

Tifatul PKS Bela Edy Mulyadi Soal Tempat Jin Buang Anak

Politikus PKS Tifatul Sembiring membela Edy Mulyadi dan menilai tidak ada unsur penghinaan terkait pernyataan lokasi IKN baru sebagai tempat jin buang anak.

POLITIK | 24 Januari 2022

Masa Kampanye Pemilu 2024 Dapat Dipersingkat Jadi 90 Hari

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan masa kampanye Pemilu 2024 dapat dipersingkat menjadi 90 hari atau 3 bulan.

POLITIK | 24 Januari 2022

Alasan KPU Pilih 14 Februari Sebagai Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024

Ketua KPU Ilham Saputra mengungkap alasan pihaknya memilih tanggal 14 Februari sebagai waktu pemungutan suara Pemilu 2024.

POLITIK | 24 Januari 2022

Relawan Ungkap Alasan Dukung Dedi Mulyadi

Jaringan Rakyat Indonesia-Kang Dedi Mulyadi atau Jari-KDM mendeklarasikan dukungan kepada Dedi Mulyadi.

POLITIK | 24 Januari 2022

Jari-KDM Dukung Dedi Mulyadi sebagai Capres 2024

Jaringan Rakyat Indonesia-Kang Dedi Mulyadi (JARI-KDM) mendeklarasikan dukungan kepada Dedi Mulyadi sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

POLITIK | 24 Januari 2022

Pemilu 2024, Mendagri Tak Setuju Usulan KPU Soal Masa Kampanye

Pemerintah tidak setuju dengan usulan KPU terkait masa kampanye penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 selama 4 bulan.

POLITIK | 24 Januari 2022

Komisi IX: Panja Dibentuk untuk Awasi Program Vaksinasi Covid-19

Komisi IX DPR membentuk panitia kerja (Panja) Vaksin Covid-19 untuk mengawasi tata kelola hingga ketersediaan vaksin Covid-19.

POLITIK | 24 Januari 2022

Anggota DPR Soroti Isu Sengketa Tanah Antara TNI dan Rakyat yang Belum Tuntas

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Alimin Abdullah menyoroti masih banyaknya isu sengketa tanah antara TNI dengan rakyat yang belum dituntaskan.

POLITIK | 24 Januari 2022


TAG POPULER

# Kakek Dihakimi Massa


# Alinea


# Omicron


# Covid-19


# Arsenal



TERKINI
Usut Dugaan Korupsi Bupati Langkat, KPK Periksa Tiga Saksi

Usut Dugaan Korupsi Bupati Langkat, KPK Periksa Tiga Saksi

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings