Terlalu Bergantung pada Prabowo, Penyebab Gerindra Kalah di Pilkada
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terlalu Bergantung pada Prabowo, Penyebab Gerindra Kalah di Pilkada

Senin, 14 Desember 2020 | 12:14 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pilkada Serentak 2020 dianggap sebagai tahun yang kurang berpihak bagi Partai Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu tidak mampu berbicara banyak di dalam menyikapi hasil Pilkada serentak 2020.

Di dalam rekapitulasi penghitungan suara sementara, Partai Gerindra menelan banyak kekalahan. Termasuk di kantong-kantong suara berbasiskan massa Islam. Hasil Pilkada serentak 2020 pun tidak berbaring lurus dengan perolehan suara Gerindra di saat Pilpres 2019.

Pengamat sosial politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), Arie Sujito, menilai, di dalam Pilkada serentak 2020, Partai Gerindra justru banyak menelan kekalahan.

"Gerindra selama ini hanya mengandalkan kefiguran Prabowo. Kemarin ketika pilihan politik Prabowo berbeda, dulunya di luar, kemudian jadi menteri, itu kan mempengaruhi soliditas di tubuh partai," kata Arie Sujito, di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Di sisi lain, menurut Arie, Partai Gerindra sendiri tidak mempersiapkan sosok atau tokoh di bawah Prabowo. Ketua Dewan Partai Gerindra, Prabowo cenderung atau relatif one man one show.

"Yang jadi manager politik di bawahnya Prabowo tidak ada. Akibatnya, semua tergantung Prabowo. Ketika pilihan politik Prabowo sebagian berbeda, partai sendiri tidak efektif karena tidak punya ketokohan," ucapnya.

Seperti diketahui, pada Pilpres 2019, Gerindra sangat kuat di kantong-kantong Islam seperti di Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera Barat. Di daerah ini, perolehan suara Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno jauh mengungguli Jokowi-Ma'ruf Amin.

Di Pilkada serentak, jagoan Gerindra justru banyak bertumbangan. Di Kabupaten Bandung, Jabar, misalnya. Jagoan Gerindra, Kurnia Agustina-Usman Sayogi, hanya meraup 30,8% suara. Kalah jauh dari Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan yang meraup 56,5%.

Di Depok, Jawa Barat, calon yang diusung Gerindra, Pradi Supriatna-Afifah Alia, juga kalah dari lawannya yaitu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. Kemudian, yang paling mencolok juga terjadi di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

Di Tangsel, berdasarkan rekapitulasi sementara KPU Tangsel, keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati, yang maju mendampingi Muhamad, hanya memperoleh 35,5%. Sedangkan lawannya yaitu Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan berhasil memperoleh 40,6%.

Kemudian di Sumatera Barat juga demikian. Calon Gerindra, Nasrul Abit-Indra Catri, hanya mampu menduduki posisi kedua dalam perhitungan sementara di KPU. Nasrul-Indra memperoleh 30,4%. Mereka tertinggal dari Mahyeldi-Audy Joinaldy yang sudah meraup 33,4%.

Dikatakan Arie, selain faktor menurunnya soliditas partai, penurunan perolehan suara calon yang diusung Gerindra juga bisa saja dipengaruhi munculnya kasus dugaan korupsi mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. "Mungkin iya (kasus Eddy) mempengaruhi. Tapi tanpa kasus Edhy pun (Gerindra) sudah mulai ga efektif," ujar Arie.

Selanjutnya, faktor lain yang mempengaruhi penurunan basis suara Gerindra yaitu banyak partai di tingkat nasional punya suara, tapi tidak demikian di daerah.

"Di daerah belum tentu nyambung. Karena pengurus koalisi di pusat dan daerah tidak ada hubungannya. Jadi gerindra sudah tidak efektif lagi sebagai partai, karena sumbernya hanya prabowo, tidak punya alat yang efektif. Ini juga sebenarnya banyak menimpa partai-partai lain," ucapnya.

Menurutnya, hasil Pilkada Serentak yang dicapai Gerindra sedikit banyak akan mempengaruhi konstelasi politik di 2024. Alasannya, Pilkada Serentak 2020 merupakan batu pijakan atau investasi politik di Pilpres 2024.

"Orang menganggap pilkada ini pertaruhan bagi partai dalam investasi politik menghadapi 2024. Kemenangan dan kekalahan di Pilkada kemungkinan berpengaruh di 2024. Ini mengapa mereka kenceng semua di pilkada, karena ini jadi batu pijakan," kata Arie.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, ketika dikonfirmasi perihal hasil Pilkada serentak 2020, mengakui, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pendataan terkait hasil Pilkada. "Saya belum mendata (hasil Pilkada serentak 2020)," singkat Dasco.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Bujuk Basuki Beli Sepatu Buat Naik Motor

Jokowi membujuk Basuki Hadimuljono untuk membeli sepatu berbahan kulit.

POLITIK | 30 November 2021

Simulasi Pilpres, Prabowo-Puan 67,7 Persen

Pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani (Prabowo-Puan) sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) meraih 67,7 persen.

POLITIK | 30 November 2021

Survei Lanskap, Prabowo Subianto Teratas

Elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencapai 23 persen dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik.

POLITIK | 30 November 2021

Baleg: Revisi UU PPP Harus Dilakukan

Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi menegaskan revisi UU PPP harus dilakukan. Setelah itu, pemerintah dan DPR akan mengubah UU Cipta Kerja.

POLITIK | 30 November 2021

Fadel Muhammad: MPR Kecewa dengan Kinerja Kemenkeu

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menyatakan pihaknya kecewa dengan Kementerian Keuangan.

POLITIK | 30 November 2021

Zulkifli Hasan Bakal Jadi Menteri, PAN: Kita Tunggu Nanti

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan disebut-sebut bakal menjadi menteri.

POLITIK | 30 November 2021

Puan: Perbaikan UU Cipta Kerja Dilakukan dengan Cepat

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan DPR akan segera menindaklanjuti putusan MK terkait UU Cipta Kerja.

POLITIK | 30 November 2021

Jadi Anggota Banser, Erick Thohir Komitmen Jihad untuk NKRI

Erick Thohir menegaskan siap mewakafkan pikiran, energi dan kemampuan untuk NKRI.

POLITIK | 30 November 2021

Bedah Buku Goenawan Mohamad, Inspirasikan Anak Muda

Goenawan Mohamad dianggap sosok yang selalu memberikan inspirasi kepada kalangan muda dalam setiap tulisannya.

POLITIK | 30 November 2021

MPR Terima DIPA TA 2022 dari Presiden Jokowi

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama pimpinan kementerian/lembaga menerima DIPA tahun anggaran 2022 dari Presiden Jokowi.

POLITIK | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Melati Ingin Main Tanpa Beban di BWF World Tour Finals

Melati Ingin Main Tanpa Beban di BWF World Tour Finals

OLAHRAGA | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings