Terlalu Bergantung pada Prabowo, Penyebab Gerindra Kalah di Pilkada
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Terlalu Bergantung pada Prabowo, Penyebab Gerindra Kalah di Pilkada

Senin, 14 Desember 2020 | 12:14 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pilkada Serentak 2020 dianggap sebagai tahun yang kurang berpihak bagi Partai Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu tidak mampu berbicara banyak di dalam menyikapi hasil Pilkada serentak 2020.

Di dalam rekapitulasi penghitungan suara sementara, Partai Gerindra menelan banyak kekalahan. Termasuk di kantong-kantong suara berbasiskan massa Islam. Hasil Pilkada serentak 2020 pun tidak berbaring lurus dengan perolehan suara Gerindra di saat Pilpres 2019.

Pengamat sosial politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), Arie Sujito, menilai, di dalam Pilkada serentak 2020, Partai Gerindra justru banyak menelan kekalahan.

"Gerindra selama ini hanya mengandalkan kefiguran Prabowo. Kemarin ketika pilihan politik Prabowo berbeda, dulunya di luar, kemudian jadi menteri, itu kan mempengaruhi soliditas di tubuh partai," kata Arie Sujito, di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Di sisi lain, menurut Arie, Partai Gerindra sendiri tidak mempersiapkan sosok atau tokoh di bawah Prabowo. Ketua Dewan Partai Gerindra, Prabowo cenderung atau relatif one man one show.

"Yang jadi manager politik di bawahnya Prabowo tidak ada. Akibatnya, semua tergantung Prabowo. Ketika pilihan politik Prabowo sebagian berbeda, partai sendiri tidak efektif karena tidak punya ketokohan," ucapnya.

Seperti diketahui, pada Pilpres 2019, Gerindra sangat kuat di kantong-kantong Islam seperti di Jawa Barat, Banten, hingga Sumatera Barat. Di daerah ini, perolehan suara Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno jauh mengungguli Jokowi-Ma'ruf Amin.

Di Pilkada serentak, jagoan Gerindra justru banyak bertumbangan. Di Kabupaten Bandung, Jabar, misalnya. Jagoan Gerindra, Kurnia Agustina-Usman Sayogi, hanya meraup 30,8% suara. Kalah jauh dari Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan yang meraup 56,5%.

Di Depok, Jawa Barat, calon yang diusung Gerindra, Pradi Supriatna-Afifah Alia, juga kalah dari lawannya yaitu Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. Kemudian, yang paling mencolok juga terjadi di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

Di Tangsel, berdasarkan rekapitulasi sementara KPU Tangsel, keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati, yang maju mendampingi Muhamad, hanya memperoleh 35,5%. Sedangkan lawannya yaitu Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan berhasil memperoleh 40,6%.

Kemudian di Sumatera Barat juga demikian. Calon Gerindra, Nasrul Abit-Indra Catri, hanya mampu menduduki posisi kedua dalam perhitungan sementara di KPU. Nasrul-Indra memperoleh 30,4%. Mereka tertinggal dari Mahyeldi-Audy Joinaldy yang sudah meraup 33,4%.

Dikatakan Arie, selain faktor menurunnya soliditas partai, penurunan perolehan suara calon yang diusung Gerindra juga bisa saja dipengaruhi munculnya kasus dugaan korupsi mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. "Mungkin iya (kasus Eddy) mempengaruhi. Tapi tanpa kasus Edhy pun (Gerindra) sudah mulai ga efektif," ujar Arie.

Selanjutnya, faktor lain yang mempengaruhi penurunan basis suara Gerindra yaitu banyak partai di tingkat nasional punya suara, tapi tidak demikian di daerah.

"Di daerah belum tentu nyambung. Karena pengurus koalisi di pusat dan daerah tidak ada hubungannya. Jadi gerindra sudah tidak efektif lagi sebagai partai, karena sumbernya hanya prabowo, tidak punya alat yang efektif. Ini juga sebenarnya banyak menimpa partai-partai lain," ucapnya.

Menurutnya, hasil Pilkada Serentak yang dicapai Gerindra sedikit banyak akan mempengaruhi konstelasi politik di 2024. Alasannya, Pilkada Serentak 2020 merupakan batu pijakan atau investasi politik di Pilpres 2024.

"Orang menganggap pilkada ini pertaruhan bagi partai dalam investasi politik menghadapi 2024. Kemenangan dan kekalahan di Pilkada kemungkinan berpengaruh di 2024. Ini mengapa mereka kenceng semua di pilkada, karena ini jadi batu pijakan," kata Arie.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, ketika dikonfirmasi perihal hasil Pilkada serentak 2020, mengakui, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pendataan terkait hasil Pilkada. "Saya belum mendata (hasil Pilkada serentak 2020)," singkat Dasco.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Golkar Berhasil Lampaui Target Pilkada Serentak 2020

"Saya kira Partai Golkar termasuk yang paling sukses. Mungkin bahkan tidak meleset jauh dari target awal," kata Peneliti senior LIPI, Siti Zuhro.

POLITIK | 14 Desember 2020

Disebut Bukan Deklarator Demokrat, Ini Reaksi Max Sopacua

Max Sopacua menjelaskan bahwa dirinya memang salah satu deklarator Partai Demokrat.

POLITIK | 13 Desember 2020

Presiden Akan Buka Indonesia Digital Conference 2020 Jakarta

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), direncanakan akan membuka Indonesia Digital Conference (IDC) 2020 bertema Inovasi Beyond Pandemi.

NASIONAL | 13 Desember 2020

93,7% Pemilih Pilkada 2020 Patuh Protokol Kesehatan

Hasil pemantauan juga menunjukkan 93,7 persen saksi pasangan calon (Paslon) juga mematuhi protokol kesehatan.

POLITIK | 13 Desember 2020

Bawaslu Cermati Proses Rekapitulasi Suara Pilkada

Ketua Bawaslu, Abhan mempersilakan paslon yang merasa tidak puas dengan hasil resmi rekapitulasi KPU untuk menempuh jalur hukum.

POLITIK | 13 Desember 2020

Kelompok Relawan Desak Jokowi Tak Ragu Rombak Kabinet

"Kita mau jaga program-program prorakyat pemerintahan Jokowi," kata Panel.

POLITIK | 13 Desember 2020

Data Terbaru, Partai Demokrat Klaim Menang 124 Pilkada Kabupaten/Kota

Empat dari tujuh pilkada di Jawa Barat dimenangi Demokrat.

POLITIK | 13 Desember 2020

Bawaslu Jateng Telusuri Dugaan Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten

Baswaslu masih melakukan proses penelusuran dan pendalaman dengan terjun langsung ke lapangan.

POLITIK | 13 Desember 2020

PGI Apresiasi Pilkada Serentak Sukses Digelar di Tengah Pandemi

Ada kehawatiran bahwa Pilkada 2020 yang digelar di tengah situasi pandemi Covid-19 mengancam keselamatan warga.

POLITIK | 13 Desember 2020

Gubernur Sumut Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan akan mempercepat penyelesaian pandemi Covid-19.

POLITIK | 13 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS