Potensi Jokowi Tiga Periode Bersama Prabowo Subianto
Logo BeritaSatu

Potensi Jokowi Tiga Periode Bersama Prabowo Subianto

Kamis, 17 Desember 2020 | 20:47 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik pada tahun 2021 setelah rampungnya gelaran Pilkada serentak 2020 yang berlangsung di 270 daerah di Indonesia pada 9 Desember 2020 yang lalu.

Salah satu kemungkinan skenario luar biasa yang dikemukakan Qodari adalah berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Jokowi memiliki kemungkinan menjabat sebagai presiden dalam tiga periode bersama Prabowo melalui amendemen UUD 45.

Menjawab pertanyaan moderator tentang dinamika politik 2021 dalam webinar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang bertajuk “Indonesia’s Economic and Political Outlook 2021”, Kamis (17/12/2020), Qodari menilai kondisi akan aman karena tidak ada peristiwa politik besar seperti Pilkada serentak 2020.

Menurut Qodari, kemungkinan di tahun 2021 akan ada pembahasan mengenai revisi UU Pilkada dan Pemilu oleh DPR, di mana isu yang akan dibahas diantaranya terkait kemungkinan akan diadakan lagi pilkada tahun 2022 dan 2023.

“Khususnya oleh partai-partai menengah dan kecil, tapi menurut saya partai-partai besar seperti PDIP, kemudian Gerindra dan Golkar ada kemungkinan menolak,” ungkapnya.

Penolakan 3 partai tersebut, kata Qodari dengan syarat mereka sudah mempunyai rencana atau kesepakatan mengenai desain politik pada pilpres 2024 yang akan datang.

“Desain politiknya seperti apa, ada beberapa kemungkinan termasuk kemungkinan-kemungkinan yang ‘extreme’ atau luar biasa,” jelasnya.

Qodari menerangkan, kemungkinan yang luar biasa itu setidaknya ada dua.

Pertama, kemungkinan Joko Widodo maju presiden untuk ketiga kalinya, tetapi kali ini dengan Prabowo Subianto sebagai Wakil Presidennya. “Tentu saja hal ini memerlukan amendemen UU Dasar 1945,” bebernya.

Kedua, lanjut Qodari, Prabowo maju sebagai calon Presiden dengan wakilnya berasal dari PDI Perjuangan.

“Kemungkinan skenario pertama bisa saja terjadi untuk menciptakan stabilitas politik sekaligus menghindari pemilu yang mengerikan seperti pada Pilpres sebelum-sebelumnya yang melahirkan dikotomi Cebong dan Kampret,” terangnya.

Qodari menilai sosok Jokowi dan Prabowo merupakan representasi atau simbol dari pengelompokan di masyarakat Indonesia, sedemikian hingga pada momentum Pilpres 2019 terlahir istilah cebong dan kampret yang bertahan sampai saat ini.

Jika keduanya bergabung maka tidak ada lagi dikotomi "cebong" dan "kampret" pada pemilu yang akan datang, imbuh sarjana psikologi UI dan master ilmu pemerintahan Essex University, Inggris itu.

“Makanya kemungkinan semacam itu bisa saja terjadi, yaitu demi menjaga stabilitas dan menghindari Pemilu Presiden yang mengerikan di mana terjadi pembelahan seperti halnya 'cebong' dan 'kampret' di Pilpres 2019,” tuntasnya menjawab moderator.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19, Maman Imanulhaq: Terus Bangun Solidaritas dan Rapatkan Jiwa Bangsa

Ancaman virus yang perlu digusur bersamaan Covid-19 yakni virus akal budi yang obatnya adalah revolusi jiwa.

POLITIK | 17 Desember 2020

Pemilu Baru Hasilkan Vote, Pakar Sebut Demokrasi di Indonesia Minim Kapasitas

Data Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada 2009-2019 telah indikasikan bahwa karakteristik demokrasi di Indonesia relatif masih berada pada tipologi demokrasi.

NASIONAL | 17 Desember 2020

SMRC: Pilkada 2020 Cukup Jurdil

“Sebanyak 86% pemilih menilai Pilkada berjalan cukup Jurdil,” kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad.

POLITIK | 17 Desember 2020

Wakil Ketua MPR Sudah Berhentikan Rahma Sarita

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Nasdem, Lestari Moerdijat, menyatakan dirinya memberhentikan Tenaga Ahli (TA), Rahma Sarita.

POLITIK | 17 Desember 2020

Jokowi: Pandemi Covid-19 Memperburuk Capaian SDGs Dunia

Saat ini tantangan untuk mencapai target SDGs kini semakin berat, tetapi tidak boleh menyurutkan semangat dan menurunkan target.

POLITIK | 17 Desember 2020

2020 Didominasi Hoax Pandemi, Pilkada, dan UU Cipta Kerja

Dari 2.024 hoax yang beredar di Indonesia, sepertiganya tentang pandemi Covid-19.

POLITIK | 17 Desember 2020

Festival HAM Dorong Lebih Banyak Daerah Ramah HAM

Dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, 259 di antaranya telah mendapat penghargaan sebagai Kabupaten/Kota peduli HAM.

POLITIK | 17 Desember 2020

Bahas Kedamaian, Tokoh Agama Papua Temui Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima audiensi perwakilan tokoh agama Papua, Rabu (16/12).

NASIONAL | 17 Desember 2020

Jokowi: Bantuan Modal Kerja untuk Ringankan Beban Saat Pandemi

Jokowi mengharapkan para pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil, dapat tetap menjalankan usahanya dan tetap menjaga semangat berusaha.

POLITIK | 16 Desember 2020

Bawaslu: Pelanggaran Kampanye di Medsos Melonjak Saat Masa Tenang

Hasil pengawasan Bawaslu menemukan 462 akun resmi yang masih aktif berkampanye selama masa tenang.

POLITIK | 16 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS