Formappi: Kinerja DPR 2021 Tidak Akan Lebih Baik dari 2020
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Formappi: Kinerja DPR 2021 Tidak Akan Lebih Baik dari 2020

Senin, 4 Januari 2021 | 19:05 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lusius Karus menilai kinerja DPR tahun 2021 tidak akan banyak berubah dari apa yang terjadi pada tahun 2020. Masalah pandemi Covid-19 akan menjadi alasan kinerja DPR tidak mencapai hasil maksimal.

“Pandemi Covid 19 yang belum berakhir akan menyebabkan kerja-kerja keparlemenan akan sangat banyak menyesuaikan diri dengan pembatasan-pembatasan tertentu demi mencegah semakin parahnya penyebaran virus Corona,” kata Lusius di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Ia melihat rapat-rapat virtual yang dipadukan dengan kehadiran fisik di ruangan rapat DPR masih akan mewarnai sebagian besar waktu DPR dalam bekerja. Pelaksanaan rapat virtual dalam batas tertentu memang bisa menyelesaikan persoalan. Akan tetapi dalam konteks pembuatan kebijakan yang serius dan mendalam, kebutuhan sebuah proses diskusi yang face to face di ruangan rapat secara terbuka lebih diandalkan.

“Mekanisme rapat virtual mengancam kualitas proses pembuatan kebijakan di parlemen. Rapat virtual bisa menjadi alasan pembenar bagi proses pembuatan kebijakan tertutup dan tidak partisipatif sebagaimana pernah terjadi ketika DPR membahas RUU Cipta Kerja pada 2020 lalu,” jelas Lusius.

Dia melihat dalam pelaksanaan fungsi legislasi, tantangan utama mulai terlihat sejak DPR gagal mengesahkan RUU Prioritas 2021 pada Masa Sidang terakhir tahun 2020 lalu. Kegagalan itu otomatis menambah beban legislasi DPR di tahun 2021 karena pada Masa Sidang pembuka tahun 2021, DPR harus kembali menggumuli Daftar RUU Prioritas 2021. Hal itu akan memotong waktu untuk segera memulai proses pembahasan RUU Prioritas 2021.

“Penundaan penetapan rencana legislasi prioritas ini jelas akan berdampak pada sedikitnya waktu yang tersedia untuk proses pembahasan legislasi prioritas 2021,” tegas Lusius.

Selain itu, lanjut Lusius, rencana DPR mengakomodasi beberapa RUU Kontroversial dalam daftar RUU Prioritas 2021 akan membuat kinerja legislasi DPR terhambat karena melayani berbagai aksi penolakan yang potensial muncul. Beberapa RUU Kontroversial itu seperti RUU Ketahanan Keluarga, RUU Larangan Minuman Alkohol, RUU BPIP.

“Kengototan untuk melanjutkan pembahasan RUU ini akan menyedot waktu dan energi DPR untuk membahas RUU lain yang lebih prioritas,” ujar Lusius.

Lusius menyebut dalam pelaksanaan fungsi anggaran, tantangan untuk memastikan anggaran yang pro kepentingan rakyat akan terjadi di tengah situasi pandemi yang masih akan terjadi. Anggaran akan lebih banyak disetir oleh pemerintah, sementara DPR akan lebih banyak diam dan mendukung apa yang diatur oleh pemerintah.

Sementara dalam bidang pengawasan, DPR masih akan tetap kelihatan tumpul. Dominasi partai politik (Parpol) koalisi di parlemen terlalu tangguh untuk dilawan oleh oposisi. Apalagi oposisi tidak terlalu membangun konsolidasi di antara mereka sehingga suara mereka tak cukup signifikan mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh pemerintah.

“Tumpulnya DPR sekaligus menjadikan pemerintah menjadi sangat kuat bahkan cenderung menjadi otoriter. Apapun yang dianggap pemerintah menghambat kebijakan mereka, akan dengan mudah diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan top down, pendekatan keamanan, pendekatan hukum. Ini akan mengancam situasi demokrasi yang mestinya menjadi ruang terbuka bagi munculnya ekspresi warga negara termasuk dalam mengontrol dan memberikan masukan terhadap pemerintah,” tutup Lusius.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Airlangga Hartarto, Habib Syech, Nusron Wahid, dan Ulama Se-Jawa Hadiri Haul Ki Ageng Gribig

Setiap tahun, Airlangga sejak kecil rutin menghadiri haul Ki Ageng Gribig bersama ayahnya, R Hartarto Sastrosoenarto (menteri era Presiden Seoharto).

POLITIK | 23 September 2021

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Jawab Kegelisahan Masyarakat Internasional

Jokowi ajak para pemimpin dunia melakukan langkah nyata untuk menjawab kegelisahan masyarakat internasional.

NASIONAL | 23 September 2021


Ikut Jejak SBY, Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Temui Ulama

Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim mendatangi ponpes dan bersilaturahmi dengan para ulama di Aceh.

POLITIK | 22 September 2021

DPR Dorong KPU dan Pemerintah Sepakati Jadwal Pemilu 2024

Komisi II DPR mendorong KPU dan pemerintah segera menemukan titik kesepahaman mengenai jadwal penyelenggaraan Pemilu 2024.

POLITIK | 22 September 2021

Perang Supremasi AS dan Tiongkok, Anis Matta: Jangan Lihat Drama, tetapi Skenarionya

Anis Matta menyebut Indonesia harus pandai melihat perang supremasi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

POLITIK | 22 September 2021

Pengamat: Penghargaan Priyardarshni Academy Bukti Kerja Airlangga

Penghargaan Priyadarshni Academy Global Award berhasil diboyong Airlangga berkat kinerjanya mengeluarkan Indonesia dari resesi ekonomi.

POLITIK | 22 September 2021

KPU Akan Simulasi Lagi Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya akan melakukan simulasi lagi terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

POLITIK | 22 September 2021

BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS di Sejumlah Wilayah

BKN akan menjadwal ulang pelaksanaan SKD, 20-21 September 2021 di sejumlah wilayah.

POLITIK | 21 September 2021

DPR Sahkan Nyoman Adhi Suryadnyana Sebagai Anggota BPK

DPR mengesahkan Nyoman Adhi Suryadnyana sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

POLITIK | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Matahari Gandeng Grup GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Matahari Gandeng Grup GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings