Perludem Temukan 9 Risiko Kampanye Daring di Pilkada 2020
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Perludem Temukan 9 Risiko Kampanye Daring di Pilkada 2020

Minggu, 10 Januari 2021 | 22:10 WIB
Oleh : Robertus Wardi / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Teknologi Kepemiluan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Nurul Amalia Salabi, mengatakan, pihaknya menemukan sembilan risiko penggunaan kampanye daring pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

"Pertama, maraknya hoax, berita palsu, dan disinformasi. Materi sengaja dibuat-buat dan disamarkan sebagai kebenaran. Tujuannya untuk menurunkan integritas dan kredibilitas lawan,” kata Nurul Amalia Salabi dalam acara "Refleksi 2020 Teropong 2021: Pelaksanaan Demokrasi di Tengah Pandemi dan Arah Demokrasi ke Depan” di Jakarta, Minggu (10/1/2020).

Wanita yang kerap disapa Amel ini menjelaskan, masalah kedua adalah mis-informasi atau informasi keliru yang dimaksudkan untuk menyesatkan. Ketiga, perilaku nonautentik terkoordinasi (coordinated inauthentic behavior).

"Dalam kategori ini, sejumlah akun terkoordinasi mencoba menyesatkan pengguna platform melalui penyebaran konten dengan menggunakan metode klikbait maupun dengan bantuan buzzer," jelasnya.

Keempat, lanjut Amel, kampanye hitam terkoordinasi yang bertujuan untuk merusak reputasi lawan/oposisi menggunakan tuduhan palsu, isu yang belum terbukti, atau melalui hal-hal yang tidak relevan dengan kinerja dan profesionalitasnya sebagai kandidat.

Kelima, penggunaan bot algoritma dan otomatisasi atau sistem yang mensimulasikan manusia untuk mengarahkan topik yang sedang tren atau mendorong topik isu tertentu agar populer bahkan memanipulasi opini publik terhadap isu atau topik tertentu.

"Keenam, penggunaan influencers maupun buzzer yang mendorong topik atau isu tertentu agar menjadi informasi yang viral atau diperbincangkan,” ujar Amel.

Temuan ketujuh adalah aliran dana kampanye yang tidak transparan, khususnya terkait dengan belanja iklan di media sosial yang memungkinkan penargetan mikro (micro-targeting) dan melalui micro-targeting ini pemilih berpotensi menerima informasi yang bias.

Kedelapan, promosi 'atmosfer polarisasi' yang mendorong politik identitas. Atmosfer polarisasi atau munculnya dua kutub ekstrem yang berseberangan pada dasarnya menjadi konsekuensi atas berbagai risiko sebelumnya.

Kesembilan, penggunaan akun palsu/anonim untuk melakukan berbagai mobilisasi isu dan topik. Penggunaan akun palsu atau anonim menjadikan pelacakan terhadap hoax dan berita palsu menjadi sulit dan makin kompleks.

"Temuan-temuan ini sangat berbahaya bagi demokrasi. Temuan ini diharapkan menjadi pemantik untuk pengaturan media sosial, terutama yang digunakan pada saat kampanye,” tutup Amel.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelaksanaan Pilkada 2020 Dianggap Cukup Jurdil

Sebanyak 67,1 persen masyarakat menganggap pelaksanaan Pilkada 2020 cukup jujur dan adil (Jurdil).

POLITIK | 10 Januari 2021

Survei LSI: Mayoritas Publik Puas Pelaksanaan Pilkada 2020

Sebanyak 52,8 persen responden mengaku puas terhadap pelaksanaan Pilkada 2020.

POLITIK | 10 Januari 2021

Perludem: Cegah Paslon Tunggal, Syarat 20% Harus Dihapus

Perludem mengusulkan penghapusan persyaratan 20 persen kursi DPRD untuk mencalonkan pasangan calon (Paslon) Pilkada.

POLITIK | 10 Januari 2021

Megawati Apresiasi Pengabdian Nakes di Masa Pandemi

Megawati juga mengapresiasi guru, petani, nelayan, dan pekerja di semua sektor serta UMKM yang terus berjuang menjaga ekonomi tetap berjalan di masa pandemi.

POLITIK | 10 Januari 2021

26 Persen Masyarakat Mengaku Ditawari Uang dari Peserta Pilkada

21,9 persen masyarakat yang tinggal di wilayah yang menggelar Pilkada serentak mengaku ditawari uang atau barang sebanyak satu sampai dua kali di Pilkada 2020.

POLITIK | 10 Januari 2021

Jokowi Paparkan Langkah Pemerintah Atasi Covid-19

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang luar biasa untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19.

POLITIK | 10 Januari 2021

Megawati Minta Peranan Desa Diperkuat

Megawati menilai, peran desa semakin penting di masa pandemi Covid-19.

POLITIK | 10 Januari 2021

Jokowi Apresiasi Gerakan Penanaman Pohon oleh Kader PDIP

Presiden Jokowi menegaskan, gerakan penanaman pohon sesuai dengan fokus pemerintah untuk melakukan rehabilitasi lingkungan.

POLITIK | 10 Januari 2021

Megawati Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Tragedi Jatuhnya Sriwijaya Air

Megawati mengajak seluruh kader PDIP dan masyarakat untuk memanjatkan doa terkait musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

POLITIK | 10 Januari 2021

Megawati Ingatkan Kader PDIP Bergerak dalam Satu Barisan

"Saya ingatkan kepada seluruh kader partai agar jangan pernah memunggungi rakyat," kata Megawati.

POLITIK | 10 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS