Perayaan Imlek Melawan Politik Identitas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perayaan Imlek Melawan Politik Identitas

Jumat, 12 Februari 2021 | 11:15 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Perayaan Hari Raya Imlek, yang leluasa dirayakan usai keputusan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri, merupakan wujud ikhtiar serta strategi kebudayaan bangsa Indonesia untuk melawan taktik kolonial semacam politik identitas serta diskriminasi, yang ironisnya masih kerap dimainkan hingga saat ini.

Sejarawan Bonnie Triyana menjelaskan, diskriminasi rasial dan politik identitas adalah cermin kesadaran pra-Indonesia. Mengapa demikian?

Adalah Pemerintah kolonial Belanda yang mengeluarkan kebijakan rasialis melalui Regeerings Reglement 1854. Bonnie mengatakan, kebijakan itu membagi masyarakat Hindia Belanda ke dalam segregasi rasial. Yakni golongan kesatu adalah Golongan Eropa; kedua adalah Timur Asing (Tionghoa, Arab, India); dan yang ketiga adalah Inlanders (Bumiputera).

"Pembagian masyarakat di Indonesia secara rasialis tersebut menunjukan kenyataan tentang sebuah zaman di mana manusia dipandang berdasarkan rasnya," ungkap Bonnie Triyana, Jumat (12/2/2021).

Melihat kenyataan ini, ikrar Sumpah Pemuda 1928 menjadi tonggak historis penting wujud menguatnya kesadaran "Keindonesiaan". Inilah sebagai antitesis dari kesadaran pra-Indonesia yang masih terbelenggu cara dan tindakan yang diskriminatif dan rasialis.

Menurut Bonnie, ikrar tersebut memperkokoh kesadaran kebangsaan yang telah dirintis sejak awal abad ke-20. Lalu pada 1 Juni 1945, lanjut Bonnie, Bung Karno menyatakan secara tegas dalam pidatonya bahwa nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme modern yang melampui sekat-sekat sempit identitas keagamaan, ras dan etnisitas.

"Kata Bung Karno, Indonesia adalah negeri untuk semua golongan yang dipersatukan oleh rasa senasib sepenanggungan dalam menghadapi kolonialisme dan berbagai jenis penindasan oleh manusia terhadap manusia lain dan oleh sebuah bangsa terhadap bangsa lainnya," ulas Bonnie.

"Dengan demikian, politik identitas yang kerap kali dimainkan hingga hari ini merupakan wujud kesadaran pra-Keindonesiaan yang sarat bernuansa kolonial dan tak sesuai dengan jiwa kemerdekaan," tambahnya.

Lebih lanjut, Bonnie mengatakan perayaan Imlek yang sejak era Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri kembali leluasa dirayakan, mendapatkan konteksnya.

Presiden Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur mencabut larangan perayaan Imlek secara terbuka sebagaimana diatur dalam Inpres No 14/1967. Yakni melalui Kepres Nomor 6/2000. Sementara Presiden Megawati Soekarnoputri menerbitkan Kepres Nomor 19/2002 yang menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.

"Imlek merupakan wujud ikhtiar memperkuat kesadaran Keindonesiaan yang menjunjung tinggi keberagaman serta merayakan kebinekaan Indonesia untuk mencapai cita-cita bersama sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, berkepribadian dalam kebudayaan, adil dan sejahtera," pungkas Bonnie.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bamusi: Peringatan Imlek Wujud Indonesia Majemuk

Cendekiawan Nahdlatul Ulama itu menilai warga Tionghoa turut berperan terhadap kemerdekaan Indonesia.

POLITIK | 12 Februari 2021

Gelar "Imlekan Bareng Banteng", PDIP Hadirkan Ahok sebagai Salah Satu Narasumber

Imlekan Bareng Banteng digelar sebagai bagian peran PDIP untuk merawat kebinekaan sekaligus merupakan Rumah Kebangsaan.

POLITIK | 12 Februari 2021

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Hari Raya Imlek

"Hari raya Imlek ini kita tak leluasa untuk merayakannya dengan sukacita bersama-sama," kata Presiden Jokowi.

POLITIK | 12 Februari 2021

Fahri Hamzah: Bangsa Kita Masih Kedepankan Perasaan

"Demokrasi masih belum terbentuk sebagai kekayaan gagasan universal kehidupan suatu bangsa," kata Fahri.

POLITIK | 12 Februari 2021

Pelatihan Golkar Institute Memberi Inspirasi Wali Kota Terpilih Balikpapan

Program pelatihan eksekutif angkatan pertama Golkar Institute dilaksanakan pada 2-12 Februari, diikuti 24 kepala daerah terpilih dari Partai Golkar.

POLITIK | 11 Februari 2021

Cegah Munas, Partai Berkarya Angkat Syamsu Djalal Sebagai Plt Sekjen

Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (DPP Partai Berkarya) memberhentikan Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya

POLITIK | 11 Februari 2021

Perang Melawan Covid-19, Presiden Keluarkan Empat Instruksi untuk Wali Kota

Presiden Jokowi mengatakan bahwa para wali kota harus melakukan langkah-langkah extraordinary yang mendesak pada saat ini.

POLITIK | 11 Februari 2021

Di Munas Apeksi, Jokowi Minta Bansos Dilanjutkan

Jokowi menegaskan vaksinasi, pelaksanaan 3T, PPKM berbasis mikro, program padat karya dan bansos merupakan hal yang mendesak dan harus dilakukan.

POLITIK | 11 Februari 2021

Jokowi Minta Perbanyak Program Padat Karya

Pemerintah bertanggung jawab memberikan penghasilan dan pekerjaan seluas-luasnya kepada masyarakat di bawah.

POLITIK | 11 Februari 2021

Jokowi Ingatkan Wali Kota se-Indonesia Makin Detail Temukan Cara Baru Atasi Covid-19

“Saya tegaskan, bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Belum berakhir. Kita tetap harus bekerja keras,” ujar Jokowi.

POLITIK | 11 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS